Semoga bang IAN. Yg saya takutkan bukan kemampuan Obama memimpin USA sampai 4 
tahun kedepan, tapi lebih kepada 2 unsur yang memungkinkan bertambahnya 
Presiden USA yang terbunuh, 2 unsur itu adalah terkait dengan isu rasial, atau 
unsur yang kedua soal agama. Soal agama, sudah terbukti John F Kennedy terbunuh 
karena masalah ini. 

Mudah2an tidak terjadi seperti yang sudah2. Kalo tidak market akan kembali 
jatuh. 

Salam hormat
Aji Abidharta Hakim
Sent from my BlackBerry� wireless device from XL GPRS network

-----Original Message-----
From: "Irwan Ariston Napitupulu" <[EMAIL PROTECTED]>

Date: Wed, 5 Nov 2008 16:17:14 
To: <[email protected]>
Subject: [saham] Obama, Ekonomi AS, dan Aksi Profit Taking Di BEI.


Tampaknya hari ini di BEI terjadi aksi profit taking setelah beberapa hari
mengalami kenaikan dengan modus operandi 'sell on news' :)

Masing2 pada menarik napas dulu untuk berpikir kembali langkah berikutnya.

Yang pasti, terpilihnya Obama tidak serta merta merubah ekonomi AS
dalam satu hari. Tapi AS dalam jalur yg tepat dan benar untuk memulihkan
ekonominya dan itu membutuhkan proses dan waktu.

Bila meniru pengalaman Bill Clinton, maka besar kemungkinan ekonomi
AS dibawah kepemimpinan Obama akan mengalami kebangkitan yang
berlangsung cukup lama sekitar 8 tahun seperti masanya Bill Clinton.

Setelah nanti Obama terpilih dua kali menjadi presiden dan ekonomi
Amerika booming pada masa tersebut, barulah di pilpres AS tahun 2016,
diserahkan kembali ke Partai Republik untuk dihancurkan kembali
ekonominya :)

Dalam 8 tahun mendatang, indeks DOW besar kemungkinan akan
menyentuh level 15000. Kalau dijaman Bill Clinton indeks saham
naik gila2an karena dimotori oleh booming dunia internet, mungkin
di jamannya Obama indeks saham naik bagus karena dimotori
oleh industri energi alternatif karena memang ini salah satu agendanya
Obama.

Agar industri energi alternatif bisa jadi menarik, maka harga minyak
harus dijaga tetap tinggi.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

Kirim email ke