Yang duluan di buka harusnya BNBR, karena tidak dalam posisi jual 
beli sahamnya..

jadi bisa tebak ada berapa kali AR kiri BNBR ?

terus selanjutnya berapa kali AR kiri BUMI, ENRG ?

dengan polling ini, kita bisa kira2 lownya berapa saham2 diatas..

--- In [email protected], "Irwan Ariston Napitupulu" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kalau saya perkirakan, kemungkinan terjadinya force sell pada
> saat dibuka nanti sangat besar sekali. Belum lagi ditambah
> dengan kelompok2 yg sudah tobat/kapok main saham bakrie.
> 
> Situasi mungkin saja berubah kalau seandainya pada saat
> suspensi dibuka, IHSG berada di atas 1600-an, level saat
> terakhir BUMI ditransaksikan (tanggal 6 Oktober 08)
> 
> Semakin jauh IHSG ke atas dari titik 1600-an, maka
> persepsi pasar pun akan semakin berubah ke arah positip.
> 
> Tender offer memang bisa menjadi pemicu pembalikan
> persepsi secara drastis. Tapi saya tidak yakin TPG punya
> dana sebesar itu untuk melakukan TO. Jumlah Rp70 T
> bukanlah jumlah yg sedikit untuk situasi saat sekarang ini.
> Itulah sebabnya saya meragukan hal seperti itu.
> 
> Walau demikian, terbuka kemungkinan TPG akan menambah
> kepemilikan dengan membelinya di pasar secara langsung
> apalagi pas harganya turun drastis.
> 
> Mereka mau beli BUMI di harga sekitar 2000, tentunya
> dengan perhitungan bahwa BUMI akan memberikan return
> yg tidak kecil dalam waktu2 mendatang.
> 
> Kalau saya punya duit seperti mereka, jangankan BUMI
> di 2000, di 3000 pun saya tampung semuanya.
> 
> Laba bersih BUMI untuk 9 bulan pertama tahun 2008
> diperkirakan USD800 juta.
> Untuk tahun 2008, saya perkirakan bisa di atas USD1 milyar.
> Katakan laba bersihnya USD1 milyar saja.
> Kalau hitungan saya, seharusnya bisa jauh di atas USD1 milyar
> kalau seandainya ada keterbukaan di harga kontrak jual
> coal nya.
> 
> Maka dengan menggunakan PER 10x, nilai perusahaannya
> seharusnya bisa USD10 milyar.
> 
> Sekedar catatan pembanding, Peabody Energy Corp
> dihargai pasar saat ini dengan PER 10x dengan asumsi
> EPS tahun 2008 sebesar USD3.21.
> 
> TPG menghargai 35% BUMI sebesar USD1.28 milyar
> atau setara dengan USD3.66 milyar untuk keseluruhan BUMI.
> Suatu harga yg sangat murah sekali.
> 
> Angka USD10 milyar dengan kurs 11000 setara dengan
> harga BUMI di 5670.
> 
> Perusahaan private equity seperti TPG tentu maunya
> kalau beli diharga yg terdiskon habis.
> 
> Kalau saya jadi pemerintah RI, saya akan block semua
> transaksi tersebut, dan saya akan ambil alih BUMI sepenuhnya
> kalau perlu.
> 
> Coba saja lihat, kalau total seluruh saham BUMI hanya
> dinilai sebear USD3.66 milyar, duit segitu akan balik
> hanya dalam 2 tahun saja.
> 
> Hitungannya begini, asumsikan penjualan BUMI tetap
> 60 juta metric ton per tahun.
> Harga jual, katakan saja pakai harga rendah di USD100.
> Biaya2 segala macam diluar royalti, saya perkirakan
> tidak lewat dari USD30. Jadi keuntungan bersih USD70
> per metric ton
> Saya tidak masukan royalti karena toh royalti itu
> masuk ke kantong pemerintah juga.
> 
> Jadi, total keuntungan bersih sebesar USD4.2 milyar
> Karena kepemilikan BUMI di KPC hanya 70%, yg 30%nya
> milik TATA, maka hitungan kasar saja biar gampang
> laba bersih dari BUMI yg masuk ke pemerintah menjadi
> USD2.94 milyar.
> 
> Jelas terlihat, dalam 2 tahun saja permerintah bisa
> mengembalikan uang yg dikeluarkan untuk membeli BUMI
> keseluruhan USD3.66 milyar dan masih punya duit lebih
> sebesar USD0.72 milyar. Ini baru untuk hitungan jualan 120 juta
> metric ton.
> 
> Bayangkan saja berapa banyak kandungan batubara yg
> masih dimiliki oleh BUMI. Berapa besar keuntungan yg
> bisa dirauk pemerintah dengan mengambil alih BUMI.
> 
> Kalau dikatakan BUMI punya cadangan 800 juta metric ton
> batubara, maka dengan hitungan yg sama maka pemerintah
> sebenarnya bisa mendapatkan keuntungan sebesar
> USD39.2 milyar. Duit keluar untuk beli BUMI sebesar USD3.66
> milyar terasa kecil sekali.
> 
> Ini kita baru bicara dengan menggunakan harga coal USD100
> saja. Padahal untuk masa2 mendatang, sangat besar kemungkinannya
> harga coal akan lebih tinggi 20-40% dari USD100.
> 
> Yang perlu kita ingat juga adalah batubara adalah komoditi
> strategis yg diperlukan oleh Indonesia (juga dunia).
> Batubara bukanlah komoditi yg bisa diperbaharui.
> Karenya sangat disayangkan kalau sampai BUMI jatuh ke
> pihak asing. Harusnya pemerintah bergerak cepat dan jangan
> takut2 untuk mengambil alih BUMI.
> 
> Itu sebabnya dua minggu yg lalu saya tuliskan
> artikel di www.info-saham.com tentang BUMI yg bisa
> dibaca langsung di alamat:
> 
> http://www.info-saham.com/node/283
> 
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
> 
> 2008/11/4 Tommy Jayamudita <[EMAIL PROTECTED]>:
> > Pak IAN, soal TO ini juga sudah terpikir minggu lalu, tapi ada 
yang
> > mengatakan bahwa tidak harus karena peraturannya sudah berubah. 
Jadi
> > kepastiannya sekarang harus tender offer atau tidak? Kalau tidak 
jadi TO,
> > apakah ada hal positif yang bisa mengatasi masalah force sell 
yang mungkin
> > akan terjadi?
> >
> > Salam,
> > TJ
> >
> >
> > ----- Original Message -----
> > From: Irwan Ariston Napitupulu
> > To: [email protected]
> > Sent: Tuesday, November 04, 2008 4:16 PM
> > Subject: [saham] Re: Tender Offer BUMI di 5600 ?
> >
> > Klarifikasi dari Pak Fuad, sudah saya forwardkan juga
> > ke milis sebelum posting ini.
> >
> > Tampaknya ada yang mencoba bermain bola liar dan panas :)
> > Untung saja segera didinginkan oleh otoritas terkait.
> >
> > jabat erat,
> > Irwan Ariston Napitupulu
> >
> > --- In [email protected], "Gambler.BEJ" <gambler.bej@> wrote:
> >>
> >> Itu juga yg saya baca dari artikel tsb, tapi perkiraan saya hal 
tsb
> >> tidak akan terjadi dengan berbagai alasan yg akan diberikan pada
> > waktunya.
> >>
> >> ps: saya tidak punya saham BUMI
> >>
> >
> >
>



------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI.
Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED]

[EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham
[EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke