ada baiknya kita juga melihat kasus yang sama dengan ANTM dan INCO tahun lalu 
ketika itu laba ANTM dan INCO menanjak tinggi YoY pada Q3 2007 jika 
dibandingkan Q3 2006. itu ketika Nikel telah turun dari highestnya dari 55.000 
ke 30.000. maka alhasil harga saham ANTM dan INCO pun meningkat tajam.

namun akhinya harga nikel terus turun dan membuat laba kedua emiten tersebut 
turun. apakah akan terulang pada TINS lagi?
kita lihat saja,

namun yang perlu diperhatikan dengan jelas adalah harga jualn TIN dari TINS 
yang adalah rata - rata Q3 = 20.186.
Sedangkan saat ini harga TIN disah turun sempat mendekati 10.000 namun saat ini 
kembali  lagi ke kisaran 15.000
namun agka 15.000 itupun masih 25% di bawah harga TINS Q3.
jadi sepertinya Q1 2009 lap keuangan TIN mungkin muli berbahaya. Q4 2008 masih 
optimis lah...

 =======================================
dolgado.blogspot.com
dolgadofund.blogspot.com
dolgado-data.blogspot.com




________________________________
From: Data Saham <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, November 3, 2008 10:15:47 PM
Subject: [Milis-AATI] Laba TINS  Naik 18%



Jakarta - PT Timah Tbk (TINS) membukukan laba bersih
konsolidasian hingga triwulan III-2008 sebesar Rp 1,491 triliun, naik
18% dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 1,264 triliun. 

Kenaikan ini didorong oleh tingginya harga rata-rata komoditas timah yang 
diterima perseroan.

"Harga
rata-rata logam timah di LME (London Metal Exchange) cenderung
meningkat dari US$ 16.055 per ton di awal tahun menjadi US$ 17.175 per
ton di September 2008. Pada periode yang sama tahun lalu, harga
rata-rata timah di LME sebesar US$ 13.933 per ton," ujar Corporate
Secretary TINS, Abrun Abubakar dalam siaran persnya, Selasa (4/11/2008).

Harga
rata-rata timah yang diterima perseroan hingga triwulan III-2008
sebesar US$ 20.186 per ton, naik 44% dibanding periode yang sama tahun
lalu US$ 13.974 per ton. Volume penjualan timah perseroan sebanyak
34.045 metrik ton, 28% lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu
sebanyak 47.270 metrik ton.

Kendati volume menurun, namun
kenaikan harga rata-rata timah yang diterima perseroan mendorong
perolehan pendapatan konsolidasi perseroan. Hingga triwulan III-2008,
pendapatan TINS sebesar Rp 6,894 triliun, naik 5% dari periode yang
sama tahun lalu Rp 6,583 triliun.

"Dari total nilai tersebut, Rp
6,355 triliun (92,2%) berasal dari logam timah, Rp 519,9 miliar (7,5%)
dari batubara, Rp 11,3 miliar (0,2%) dari jasa eksplorasi dan sisanya
Rp 8,2 miliar dari jasa galangan kapal," jelas Abrun.(dro/ir)

Forex Trading, Online Trading,  Currency  Trading
 
 


      

Kirim email ke