Truba Diduga Lakukan Kebohongan Publik Penulis: Dwi Tupani JAKARTA--MEDIA: PT Truba Alam Manunggal Tbk (TRUB) diduga melakukan kebohongan publik dengan mengklaim mengerjakan 10 lokasi proyek pembangkit listrik 10 ribu megawatt. Tapi, pihak PLN membantah dengan menegaskan proyek yang dijalankan Truba hanya di tiga lokasi. Dalam paparan publik, Selasa (22/1) Direktur Operasi Truba Poernomo Siswo Utomo mengklaim Truba mengerjakan 10 lokasi dalam proyek pembangkit listrik 10 ribu Mw, dengan kapasitas pembangkit 300 Mw-600 Mw. Selain itu, perseroan juga telah memperoleh tambahan kontrak di empat lokasi di luar Jawa. Poernomo menyatakan saat ini Truba telah memperoleh kontrak dari sektor kelistrikan sebesar 5.384 mega watt. Proyek itu meliputi pembangunan PLTU Pelabuhanratu berkapasitas 3x330 mega watt, PLTU Indramayu berkapasitas 2x315 mega watt, PLTU Suralaya berkapasitas 600 mega watt, Gas Fired Sengkang 1 kali 60 mega watt, dan repowering PLTU Muara Karang berkapasitas 740 mega watt. Menanggapi hal itu, Sekretaris Tim Percepatan Pembangunan Pembangkit 10 ribu Mw Sapto Triono Widiastoto menegaskan bahwa hal itu tidak benar. "Grup Truba itu cuma mengerjakan tiga proyek pembangkit di Labuan, Pelabuhanratu, dan Kalimantan Barat," tegasnya. Terkait dengan perbedaan data itu, Sapto yakin para calon investor sangat berhati-hati sebelum menginvestasikan dananya. "Investor harus berhati-hati," katanya. Pasalnya, dari hasil rencana IPO Truba berencana menggunakan 75%-nya untuk pembiayaan pengembangan proyek-proyek konstruksi dan proyek terkait lainnya. Sedangkan, 25% sisanya akan digunakan untuk modal kerja. Dana hasil penawaran warrant seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja. Direktur Keuangan Truba Marianne L Hasjim menyatakan dalam laporan keuangan per Desember 2007 sebelum diaudit, pendapatan perseroan adalah Rp1,152 triliun. Sementara itu laba bersih diperkirakan Rp40 miliar. Perseroan menargetkan pendapatan pada 2008 mencapai Rp3,220 triliun, dengan laba bersih mencapai Rp207,922 miliar. Truba melalui PT Truba Jaya Engineering Tbk (TANK) berencana menawarkan saham perdananya (IPO) di harga Rp120-Rp180. Dengan Demikian, anak perusahaan PT Truba Alam Manunggal Tbk (TRUB) ini akan memperoleh dana senilai Rp384 miliar-Rp576 miliar. "Pemasukan dana dari penerbitan saham baru dan warran akan mencapai Rp800 miliar-Rp900 miliar. Seluruhnya akan digunakan untuk membiayai pembangunan proyek-proyek konstruksi dan modal kerja," ujar Kirtiyoso seusai�Paparan Publik di Jakarta, kemarin (22/1). (DW/OL-2)
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
