Betul sekali pak Irwan.
   
  Kapan lagi kita bisa memiliki saham lebih banyak dengan duit yang sama.
   
  Menurut saya, pemain kita dari yang TERI (spt saya) sampai yang bandar BESAR
  pada TAKLUK sama pemain ASING.
   
  Begitu ASING buy, semua pada PANIC BUY
  Begitu ASING sell, semua pada PANIC Sell.
   
  Masih menurut saya:
  Harusnya kita tidak perlu kawatir yang namanya resesi di negara lain.
  Negara kita punya KOMODITAS yang SUPERIOR.
   
  Kalau timur tengan punya MINYAK, Kita punya MINING dan AGRO 
   
  SIAPA TAKUT?
   
  Menurut pandangan saya, seharusnya kita punya kekuatan besar pada fund2 lokal.
  Tapi mereka juga PICISAN.
  Harusnya PEMERINTAH bisa turun tangan seperti era ORBA.
  Agar kita tidak di PERMAINKAN LAGI oleh ASING.
   
  Kalau ASING BUY , kita udah posisi SELL.
   
  Demikian seterusnya.
  Wah jadi ngelantur nih. Melenceng dari persoalan.
   
  Salam
  JACK
   
  

Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Saya suka bingung melihat pemain saham yang tidak suka dikasih harga
murah....:) Bahkan makin gemetar ketika harganya dikasih diskon super
murah.

Seharusnya, ketika harga dikasih diskon super murah, kudu bahagia dan
berterima kasih ke para penjual tersebut.

Bersiaplah, akan ada nanti saat masuk harga yang enak karena saat ini
lagi banyak yang didiskon. Hanya tinggal menunggu timingnya saja agar
bisa optimum masuknya dari sisi harga maupun dari sisi waktu.

Jangan pernah gemetar dan ketakutan menghadapi pasar yang sedang
terdiskon hebat seperti sekarang ini. Berpikirlah tenah dan jernih
agar bisa mengambil keputusan investasi yang tepat. Kalau pikiran
kalut dan penuh ketakutan, maka besar kemungkinan tidak bisa melihat
peluang dengan lebih baik.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu



                         

       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

Kirim email ke