Kamis, 13/12/2007
Bumi tawar Herald Resources US$397 juta JAKARTA: Perusahaan pertambangan
batu bara terbesar di Indonesia PT Bumi Resources Tbk mengajukan penawaran
untuk mengakuisisi seluruh saham perusahaan Australia Herald Resources Ltd
senilai A$455 juta atau setara US$397 juta.
Melalui rencana pembelian saham itu, Bumi berharap dapat menyelesaikan jalan
buntu atas rencana Herald untuk membangun tambang seng dan timah hitam di
Sumatra.
Bumi akan membeli A$2,25 per saham perusahaan yang berbasis di Perth,
Australia, itu melalui anak perusahannya yang dimiliki sepenuhnya yaitu Calipso
Investment Pte Ltd.
Presiden Direktur Bumi Ari Hudaya mengatakan penawaran tunai itu menarik bagi
pemegang saham karena memberikan kesempatan untuk merealisasikan nilai
sepenuhnya atas saham Herald pada harga premium yang signifikan berdasarkan
harga perdagangan historis seng dan timah hitam yang cenderung menurun.
"Penawaran ini menghilangkan ketidakpastian atas harga komoditas dan penundaan
proyek lebih lama, kenaikan biaya, dan kebutuhan pendanaan untuk proyek Dairi,"
tuturnya dalam siaran pers kemarin.
Harga penawaran itu merupakan 32% premium dari harga rata-rata volume satu
minggu harga saham Herald hingga penutupan 11 Desember 2007, 76% premium di
atas harga rata-rata volume 12 bulan harga saham Herald sebelum pengumuman
harga penawaran A$1,28.
Proyek Dairi merupakan aset utama Herald yang berupa proyek pertambangan bawah
tanah timah hitam dan seng yang kini belum dibangun di Sumatra Utara.
Berdasarkan Bloomberg kemarin, Herald kini menunggu persetujuan Pemerintah
Indonesia atas proyek senilai US$192 juta. Bila penawaran itu sukses, hal itu
menjadikan akuisisi perusahaan� asing terbesar kedua oleh perusahaan
lokal. Dairi, sebanyak 20% sahamnya dimiliki PT Aneka Tambang Tbk, diprediksi
menghasilkan 220.000 metrik ton konsentrat seng dan 100.000 ton timah hitam per
tahun. Biaya konstruksi kemungkinan meningkat 15% dari US$192 juta karena
perubahan model dan penundaan.
"Dairi merupakan salah satu cadangan seng terbaik dunia yang belum
dikembangkan. Hal itu akan menjadi hadiah yang besar untuk perusahaan lokal,"
tutur Peter Arden, analis Ord Minnett Ltd di Melbourne.
Harga saham Herald kemarin naik 43 sen� ke posisi A$2,26 pada penutupan
perdagangan di Australia Stock Exchange. Harga saham Bumi kemarin malah ditutup
turun 1,65% ke posisi Rp5.950 dari penutupan sebelumnya Rp6.050 per saham.
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.