W'salam... Sungguh menyedih kan,apa yang di cerita kan di bawah oleh saudara yang menakan diri tgk peureulak. Tapih sedikit kelucuwan, kerana cerita dan sejarah kita, bagaikan Film Bollywood, kita lihat dalam cerita film India, datangnya Polisi di waktu penghujung cerita dan dantangNya bantuwan sesudah Rakyat menjadi korban, sedangkan dulu semua orang tau siapa penjahat dan siapa pelaku kebaikan di dalam film itu. Mengapa penonton sudi membeli tiket dan menonton, yang kita tau itu tidak benar cerita dan mengapa kita buang masa untuk bertepuk tanggan memeriahkan film tersebut. sekarang siapa yang menjadi salah. apakah salah penonton atau salah pelaku Film.
kata orang dulu dulu bukan ibu salah mengandung. tapih anak yang tidak tau untung. apakah benar..? wassalam Eddy Yukisna ----- Original Message ---- From: Wilayah Peureulak <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [email protected]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, 22 December, 2006 6:39:30 AM Subject: «PPDi» Yusra Habib Abdul Gani dan Teungku Hasan Muhammad di tiro. Assalamu,alaikum, wr,wb. Teungku Hasan Muhammad di tiro dan Yusra Habib Abdul Gani. Pernyataan Acheh merdeka pada 4 Desember 1976 merupakan sebuah pernyataan telah lahir nya sebuah gerakan pembebasan yang ingin membebas kan rakyat Acheh dari belenggu penjajahan Republik Indonesia jawa.Kemerdekaan adalah hak segala bangsa.Tetapi, sayangnya pernyataan perlawanan untuk mengakhiri belenggu penjajahan Indonesia ini kemudian oleh Malik Mahmud / Zaini Abdullah dan konco-konconya perjuangan ini di putar arah haluannya menjadi Self Governmen't yang tunduk di bawah UUD Indonesia,mengatas nama kan ASNLF dan GAM di bawah perintah wali Negara Teungku Hasan Muhammad di tiro.Malik Mahmud dan Zaini Abdullah telah menjual nama Teungku Hasan di tiro demi sedikit uang dari penjajah.Padahal wali negara tidak mengatahui sama sekali apa yang sedang di laku kan oleh Malik dan Zaini. Pada pertengahan tahun 1977 penjajah Indonesia jawa semakin meningkat kan perang psikologis untuk melawan ASNLF dan pemimpin-pemimpinny a di tegah-tengah masyarakat.Perang ini di ikuti dengan cara menyiksa orang-orang Acheh secara biadab.Sejumlah penangkapan terhadap para pengikut GAM dilancarkan yang di sertai dengan siksaan hebat seakan-akan TNI jawa menganggab dirinya sebagai malaikat maut yang menghadir kan siksaan negara di bumi Acheh.Dan itulah yang terus menerus di peraga kan negara penjajah semasa orde baru terhadab bangsa Acheh. ASNLF yang oleh rakyat Acheh lebih di kenal dengan sebutan Atjeh Meurdehka kemudian dicap oleh penjajah Indonesia jawa sebagai Gerakan Pengacau Liar Hasan Tiro ( GPLHT )atau Gerakan Pengacau Keamanan ( GPK ).Namun bagi sebahagian mujihidin yang hanif dan istiqamah kejadian itu menjadi tolah ukur yang sangat menentukan masa depan Acheh dan pertanggung jawaban dengan Allah kelak.Karena perjuangan suci itu di tuntut dengan segala ke iklasan hati dan ke tangguhan iman. Untuk lebih meningkat kan serangan,pada awal tahun 1978 penjajah Indonesia jawa terus melakukan perlawanan terhadap Acheh merdeka,foto- foto pemimpin gerakan Acheh merdeka seperti Tgk Hasan Muhammad di tiro,DR Mucktar Hasbi ,Ilyas leubee,DR,Zubir Mahmud,dll di sebar kan ke seluruh penjuru negara Acheh.Masyarakat di minta menangkap hidup atau mati pejuang Acheh merdeka ini. Teungku Hasan Muhammad di tiro adalah tokoh yang paling di cari oleh penjajah Indonesia jawa.Teungku Hasan Muhammad di tiro adalah musuh terbesar RI saat itu.Kira-kira hampir sama seprti Nabi Musa s,a,w yang di benci Fir,un.Dan oleh orde baru dengan bermacam usaha perupagandanya membuat pernyataan di media masa indonesia yang bahwa Teungku Hasan Muhammad di tiro sudah meninggal,entah berapa kali perupa ganda busuk ini di ulang-ulang oleh penjajah. Luar Negara. Teungku Hasan Muhammad di tiro tinggal di luar negara,sementara gerakan Acheh merdeka hampir-hampir tidak terdengar lagi,banyak tokoh-tokoh GAM yang telah syahid yang di tangkap dan ada pula yang menyerah ke pada penjajah jawa,dan sebagainya.Dalam diam-diam Teungku Hasan Muhammad di tiro di luar negara menulis buku -buku tentang sejarah Acheh dan meluruskan kembali sejarah Acheh yang telah di putar balikan oleh Indonesia jawa.Sehingga banyak bangsa Acheh membaca buku AGAM yang penulisnya adalah DR Teungku hasan di tiro.Banyak bangsa Acheh yang sadar akan sejarah nya ,dan ikut memperjuang kembali Acheh merdeka. Teungku Hasan Muhammad di tiro orang yang pertama menulis buku Acheh merdeka,dan orang yang kedua Yusra Habib Abdul Gani.Tokoh-tokoh yang lain belum penulis baca bukunya.Dulu yang paling di takuti oleh penjajah Indonesia jawa Teungku Hasan di tiro,karena beliyau sangan cerdas memikirkan Acheh merdeka untuk masa depan.Sekarang yang paling di takuti oleh penjajah dan pengkhianat bangsa Acheh adalah Yusra Habib Abdul Gani,karena Yusra di anggap sangat pandai mengikuti jejak perjuangan Teungku Hasan Muhammad di tiro, wajar, karena Teungku Hasan di tiro pemimpinnya. Dikala penjajah lagi gencar-gencarnya membuat serangan ke pada bangsa Acheh,seakan- akan Acheh merdeka sudah hilang di permukaan bumi ini.Apa yang harus kita lakukan demi keselamatan Acheh merdeka ??....karena penjajah dan pengkhianat bangsa Acheh sudah berkerjasama.Kita bangsa Acheh merdeka tidak punya kekuatan untuk melawan dua musuh negara ini,bisa kita bilang dua lawan satu.Hanya satu jalan lihat ke belakang sejenak,di kala Acheh merdeka sudah tidak berdeya lagi Teungku Hasan di tiro menulis buku,sekarang Acheh merdeka sudah di jual ke pada penjajah Indonesia jawa.Apakah Yusra Habib Abdul Gani akan menulis buku seperti Teungku Hasan Muhammad di tiro ??.......... .Penulis bukan Tuhan yang mengerti hati nurani seseorang.Tetapi, menurut hemat penulis ciri-ciri perjuangan Teungku Hasan di tiro ada di tangan saudara Yusra. Ma,af kalau penulis mengangkat saudara Yusra terlalu tinggi,apa boleh buat semua ini kenyataan.Dan begitu juga penulis harap kan kepada semua bangsa Acheh merdeka silakan membuat buku-buku tentang Acheh merdeka,agar anak cucu kita nanti membacanya,kalau hanya di internet atau di melis bebas ini,sebentar saja sudah hilang. Penulis tidak mengatakan saudara Yusra sama dengan Teungku Hasan di tiro,Tetapi tentang menulis buku sama pandang mereka berdua.Dengan sebab itulah pengkhianat bangsa Acheh dan penjajah Indonesia jawa berkerja sama untuk menjelek jelekan saudar Yusra Habib Abdul Gani mati-matian agar bangsa Acheh membenci nya.Apa lagi di melis bebas ini tidak ada hari yang tidak di jelek kan saudara Yusra oleh intel Indonesia jawa yang bermukim di Stockholm yang berlindung di bawah nama Teungku Hasan Muhammad di tiro. Siapa yang membaca tulisan ini,sampai kan lah kepada Saudar Yusra,mudah- mudahan di antara pembaca ada yang mengenal nya.Penulis hanya kenal nama saja di majalah Suara Acheh merdeka,buku, malapetaka bumi sumatra dan di buku Mengapa sumatra menggugat. Wassalam. Teungku di Peureulak. ____________ _________ _________ _________ _________ __ ____________ _________ _________ _________ _________ __ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail. yahoo.com Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com
