http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

Stockholm, 17 November 2006

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.


TERORIS TARMIZI-ARQAM-SESAT DIKERUMUNI OLEH RATUSAN KLONING "ANJING 
BOLDOK"-NYA RIA ANANDA JELMAAN YUSRA HABIB ABDUL GANI DI DENMARK.
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.


MASIH TERUS MENYOROT TERORIS TARMIZI-ARQAM-SESAT DIKERUMUNI OLEH 
RATUSAN KLONING "ANJING BOLDOK"-NYA RIA ANANDA JELMAAN YUSRA HABIB 
ABDUL GANI DI DENMARK.

"Lebih ironis lagi, kelompok pengikut Malik Mahmud dan Zaini Abdullah 
telah sanggup menggunakan seekor anjing boldok (julukan yang 
diberikan oleh Saudara Ria Ananda dan sudah sangat popular dikalangan 
pengguna mailing list dan internet berkenaan dengan Aceh) tua jawa 
Ahmad (baca Mamat) Sudirman yang menetap di Sweden untuk menyalak dan 
menggonggong ke atas setiap Bangsa Aceh yang cuba menentang dan terus 
menentang kedua pengkhianat ini dan pengikutnya. Cuba kita bayangkan, 
sebelum lagi para pengkhianat ini diberikan kuasa oleh kafir penjajah 
indunesia jawa untuk menjadi kakitangan kafir penjajah indunesia jawa 
ke atas Negeri dan Bangsa Aceh, para pengkhianat ini sudah bersekutu 
dengan seekor anjing boldok liar jaw atua Mamat Sudirman itu." 
(Mustafa Abubakar, [EMAIL PROTECTED] , [202.7.166.170] , 15 
Nov 2006 01:46:59 -0000)

Rupanya teroris Tarmizi-arqam-sesat tidak menyadari bahwa dirinya 
sudah menjadi kawan "anjing Boldok"-nya Ria Ananda jelmaan Yusra 
Habib Abdul Gani di Denmark.

Dimana teroris Tarmizi-arqam-sesat tidak tahu bahwa Yusra Habib Abdul 
Gani yang di Denmark itu yang menjelma menjadi Ria Ananda 
bersama "anjing Boldok"-nya.

Nah, yang menyebarkan ratusan kloning "anjing Boldok"-nya Ria Ananda 
jelmaan Yusra Habib Abdul Gani di Denmark adalah teroris Tarmizi-
arqam-sesat. Artinya, ratusan copy dari "anjing Boldok"-nya Ria 
Ananda telah disebarkan oleh teroris Tarmizi-arqam-sesat ke setiap 
anggota kelompok arqam-sesat-nya Ashaari Muhammad ditambah dengan ke 
sindikat Paya Bujok Telianet [195.252.42.4] Fittja & Hallefors 
pimpinan Yusuf Daud dan Abdurrahman Ismail.

Sekarang, itu ratusan kloning atau copy-an "anjing Boldok"-nya Ria 
Ananda jelmaan Yusra Habib Abdul Gani di Denmark sudah seperti kecoa 
yang berkembang biak keseluruh penjuru rumah-rumah sewaannya sindikat 
Paya Bujok Telianet [195.252.42.4] Fittja & Hallefors, teroris 
Tarmizi-arqam-sesat dan tentu saja kerumah sewaannya Yusra Habib 
Abdul Gani pencipta "Datu Beru" dan "anjing Boldok"-nya Ria Ananda di 
Denmark.

Inilah kutukan yang menimpa kepada orang-orang yang mengaku bangsa 
dan rakyat Acheh tetapi sebenarnya adalah keturunan dari Yunan, Cina 
Selatan dengan ditemani oleh ratusan kloning "anjing Boldok"-nya Ria 
Ananda jelmaan Yusra Habib Abdul Gani di Denmark.

Mereka ini memang sudah mati kutuk, hidup tiap hari ditemani oleh 
ratusan kloning "anjing Boldok"-nya Ria Ananda jelmaan Yusra Habib 
Abdul Gani di Denmark.

Mau lari kemana lagi teroris Tarmizi-arqam-sesat dengan ratusan 
kloning "anjing Boldok"-nya Ria Ananda jelmaan Yusra Habib Abdul Gani?

Yang namanya teroris Tarmizi-arqam-sesat sudah menggelupur lumpuh di 
Waterloo Road, North Ryde NSW, Australia, sekarang hanya tinggal 
suara hantunya saja.

Karena itu, sekarang hanya yang kelihatan hantu teroris Tarmizi-arqam-
sesat bersama "anjing Boldok"-nya Ria Ananda jelmaan Yusra Habib 
Abdul Gani yang sanggup bercuap melalui mulutnya yang peot-peot itu 
sambil menyumpah serapah dengan mengkafir-kafirkan orang Islam dan 
orang lainnya.

Itu dipikir hantu teroris Tarmizi-arqam-sesat bersama "anjing Boldok"-
nya Ria Ananda jelmaan Yusra Habib Abdul Gani bisa laku dengan 
menjajakan ajaran arqam-sesat-nya Ashaari Muhammad kepada bangsa dan 
rakyat Acheh.

Sampai kiamat tidak akan laku. Sedangkan di Malaysia saja sudah 
diharamkan, apalagi di Acheh, itu yang namanya ajaran sesat arqam 
sudah masuk tong sampah dengan bungkusan "ekonomi trinitas"-nya yang 
salah kaprah yang mengacu pada aqidah sesat-nya Ashaari Muhammad.

Karena itu mana bisa hidup dan tumbuh berkembang darul arqam sesat-
nya yang diperjuangkan oleh hantu teroris Tarmizi-arqam-sesat ini. 
Kalau sekarang hantu teroris Tarmizi-arqam-sesat berpura-pura 
berjuangan untuk membebaskan Acheh, itu hanya tipu muslihat-nya saja, 
karena yang sebenarnya mau dimasukkan ke Acheh adalah ajaran sesat 
arqam-nya Ashaari Muhammad, karena di Malaysia sudah tidak laku dan 
diharamkan, begitu juga di Pakistan sudah dilarang dan tentu saja di 
Acheh juga sudah tidak laku yang namanya ajaean arqam-sesat. Nah, 
kalau mau juga diterapkan di negara sekuler RI, mana juga laku, 
karena di negara sekuler RI tidak mengenal ajaran arqam-sesat, yang 
diterima sebagai pegangan hanyalah tali pembalut lima duduk, alias 
lima sila hasil kutak-kutak Soekarno pencaplok Acheh melalui Sumatera 
Utara dibawah RIS-nya.

Terakhir, kalau hantu teroris Tarmizi-arqam-sesat bersama ratusan 
kloning "anjing Boldok"-nya Ria Ananda jelmaan Yusra Habib Abdul Gani 
masih juga menyemburkan racun arqam-sesat-nya kepada bangsa dan 
rakyat Acheh, maka semburan racun arqam-sesat-nya itu tidak akan 
berpengaruh sedikitpun. Apalgi sekarang hantu teroris Tarmizi-arqam-
sesat sudah menggelupur lumpuh tidak berdaya sambil dikerumuni oleh 
ratusan kloning "anjing Boldok"-nya Ria Ananda jelmaan Yusra Habib 
Abdul Gani. Persis seperti dikebun binatang yang isinya hanya ratusan 
kloning "anjing Boldok"-nya Ria Ananda jelmaan Yusra Habib Abdul Gani.

Mati kutu hantu teroris Tarmizi-arqam-sesat bersama ratusan 
kloning "anjing Boldok"-nya Ria Ananda jelmaan Yusra Habib Abdul Gani.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan 
kepada [EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi 
yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu 
yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah 
silahkan lihat di kumpulan artikel di HP 
http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah 
kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]
----------

Received: (qmail 12778 invoked by uid 60001); 15 Nov 2006 01:46:59 -
0000 
Received: from [202.7.166.170] by web55104.mail.re4.yahoo.com via 
HTTP; Wed, 15 Nov 2006 08:46:59 ICT
From: Mustafa Abubakar [EMAIL PROTECTED]
Date: 15 november 2006 02:46:59
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]

MENERUSKAN PERJUANGAN GERAKAN ACEH MERDEKA

Ke hadapan Bangsa Aceh semua,

Assalamualaikum.

Perjuangan Gerakan Aceh Merdeka belum berakhir. Penanda tanganan MoU 
di Helsinki, bagi kafir penjajah indunesia jawa adalah ibarat 
pemberian antibiotik kepada pesakit yang sedang infeksi penyakitnya. 
Antibiotik tidak akan mampu menyembuhkan secara total penyakit yang 
telah bersarang ditubuhnya. Bagi Bangsa Aceh kehadiran kafir penjajah 
indunesia jawa untuk menjajah dan memerintah Negeri dan Bangsa Aceh 
adalah merupakan satu penyakit yang tidak hanya mampu disembuhkan 
dengan hanya memberi antibiotik, seperti Pilkada, amnesti, membagi-
bagi wang dan yang sejenisnya. Penyakit yang telah bersarang di bumi 
Aceh adalah kehadiran kafir penjajah indunesia jawa itu sendiri. Oleh 
sebab itu, kafir penjajah indunesia jawa itu wajib diusir, diperangi, 
dihalau atau keluar sendiri dari Bumi Aceh.

Sementara bagi sekelompok pengkhianat perjuangan yang diketui oleh 
Malek Mahmud dan Zaini Abdullah, penanda tanganan MoU di Helsinki 
sarat dengan kepentingan pribadi mereka. Apalagi pihak kafir penjajah 
indunesia jawa menjanjikan kepada mereka janji angin syurga yang 
tidak pernah dibayangkan dalam hidup para pengkhianat ini selama ini. 
Mereka dulu hidupnya tidak mempunyai kuasa, harta, dan berbagai 
kemewahan lain, telah membayangkan bahawa satu ketiuka mereka akan 
mendapat segalanya. Syaratnya adalah asalkan sahaja mereka mengikut 
apa yang dikehendaki oleh kafir penjajah indunesia jawa. Sudah tentu 
itu adalah satu perkara yang sangat tidak diinginkan oleh segenap 
lapisan masyarakat Bangsa Aceh, iaitu menggadaikan maruah Bangsa dan 
Negara Aceh dengan tidak lagi memperjuangkan kemerdekaan Bumi dan 
Bangsa  dari penjajahan dan penindasan kafir penjajah indunesia jawa.

Akan tetapi apa yang diimpi-impikan oleh semua pengkhianat ini 
hanyalah satu ilusi dan fatamorgana. Bahkan diantara sesama 
pengkhianat itu sendiri sejak awal-awal lagi sudah muncul perbalahan 
dan permusuhan. Ini semua terjadi sebab iktikad perjuangan merdeka 
sebenarnya bukan untuk membebaskan Bumi dan Bangsa Aceh dari 
penjajahan dan pendudukan oleh kafir penjajah indunesia jawa. Mereka 
mengejar pangkat dan kemewahan pribadi, dan bukannya memikirkan nasib 
dan martabat Negeri dan Bangsa Aceh.

Maka sekarang kita lihat muncullah kelompok yang kita kenal H2O dan 
IRNA yang melibatkan pengkhianat perjuangan Hasbi Abdullah dengan 
berganding bahu dengan pengkhianat yang selama hidupnya tidak pernah 
terlibat dalam perjuangan menentang kafir penjajah indunesia jawa 
iaitu Ahmad (baca Mamat) Human Hamid dengan satu lagi pasangan 
Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar. Masing-masing kelompok tersebut 
mempunyai pendukung masing-masing. Masing-masing pendukung tersebut 
adalah juga termasuk pengkhianat perjuangan yang tidak memahami 
maruah dan makna sejati perjuangan. Mereka hanya mampu berfikir 
setakat untuk meraih pangkat demi kesenangan pribadi mereka sendiri 
dengan tetap tunduk di bawah kuasa dan bingkai penjajahna kafir 
penjajah indunesia jawa. Mereka ini tidak mahu lagi berjuang menjaga 
maruah Bangsa dan Negeri Aceh seperti yang telah dilakukan oleh 
sederet para Asy-Syahid termasuk Tgk. Ilyas Leubei, Tgk. Abdullah 
Syafie, Tgk, Ishak Daud, Tgk. Dr. Zubir Mahmud, Tgk. Raman Paloh, 
Tgk. Said Hanan, Tgk. Sofyan Ibrahim Tiba, Ibunda kita Cut Nurasikin, 
dan segenap mereka yang telah syahid dalam proses perjuangan suci 
tersebut.

Mereka para pengkhianat tersebut sudah tidak mahu lagi mengikut jejak 
para syuhada yang telah syahid tersebut. Bahkan pengkhianat ini turut 
menghina sikap memilih syahid yang telah ditunjukkan oleh para 
syuhada ini. Para pengkhianat tersebut secara implisit sanggup 
menyebutkan bahawa mereka para pengkhianat ini tidak lagi mahu 
memilih cara yang telah ditempuh oleh mereka yang telah syahid 
tersebut. Maka para pengkhianat ini dengan menjual nama Bangsa dan 
Negeri Aceh dan darah serta nyawa para pejuang yang telah terkorban 
syahid, memilih jalan untuk berganding bahu dengan kafir penjajah 
indunesia jawa sehingga terwujudnya perjanjian pengkhianatan 
perjuangan iaitu MoU Helsinki.

Malah para pengkhianat ini merasakan dirinya sebagai hero atau 
pahlawan perjuangan Gerakan Aceh Merdeka melebihi mereka yang telah 
mati dan terkorban syahid dalam perjuangan. Malah lebih keji lagi 
perbuatan para pengkhianat ini, dimana sebahagian mereka ada yang 
sanggup menginjakkan kaki di atas kuburan para syuhada ini untuk 
mengumumkan pencalonan mereka untuk meraih pangkat di bawah kekuasan 
kafir penjajah indunesia jawa, misalnya seperti yang dilakukan oleh 
Nasruddin Abubakar untuk mengumumkan dirinya dalam pencalonan 
pemilihan sebagai bupati jawa di Aceh Timur. Sudah tentu seandainya 
Asy-Syahid Tgk. Ishak daud dapat bangkit dari kuburnya, maka 
Nasruddin Abubakar akan ditebas dan dicincang halus karena menghina 
kesucian perjuangan yang telah dilakukan oleh Asy-Syahid Tgk. Ishak 
Daud sehingga menyerahkan nyawanya dalam perjuangan menentang kafir 
penjajah indunesia jawa dan bukan hanya beliau mahu hidup dan 
mengharap pangkat di bawah kekuasaan kafir penjajah indunesia jawa.

Perbalahan diantara para pengkhianat ini juga wujud dalam bentuk 
perebutan kuasa dengan jalan timbulnya propaganda, pemecatan dan 
pergeseran. Diantaranya adalah tersisihnya Bakhtiar Abdullah,  
ditempatkan Zakaria Saman, tersingkirnya Irwandi Yusuf, putar belit 
Muzakir Manaf dan Sofyan Daud.

Semua ini mengapa terjadi? Jawabnya adalah sangat ringkas, kerana 
mereka bukan lagi bercita-cita untuk mengusir dan menghalau kafir 
penjajah indunesia jawa dari Bumi Aceh. Mereka sibuk dan masing-
masing bermimpi untuk mendapat pangkat dan kuasa terhadap Negeri dan 
Bangsa Aceh. Semua itu sebab mereka nampak bahawa mendapat kuasa 
pangkat di atas Negeri dan Bangsa Aceh walaupun masih di bawah 
kekuasaan kafir penjajah indunesia jawa adalah ibarat menunggu durian 
runtuh di dalam hutan yang penuh dengan sarang nyamuk dan pacat. 
Walaupun digigit nyamuk dan diisap darahnya oleh pacat, penunggu 
durian itu akan tetap mengharap durian runtuh dari pohonnya. Begitu 
juga para pengkhianat ini, tidak pernah memikirkan dan terus berusaha 
untuk membersihkan ladang durian itu sehingga tiada lagi nyamuk dan 
paacat menetap di sana

Lebih ironis lagi, kelompok pengikut Malik Mahmud dan Zaini Abdullah 
telah sanggup menggunakan seekor anjing boldok (julukan yang 
diberikan oleh Saudara Ria Ananda dan sudah sangat popular dikalangan 
pengguna mailing list dan internet berkenaan dengan Aceh) tua jawa 
Ahmad (baca Mamat) Sudirman yang menetap di Sweden untuk menyalak dan 
menggonggong ke atas setiap Bangsa Aceh yang cuba menentang dan terus 
menentang kedua pengkhianat ini dan pengikutnya. Cuba kita bayangkan, 
sebelum lagi para pengkhianat ini diberikan kuasa oleh kafir penjajah 
indunesia jawa untuk menjadi kakitangan kafir penjajah indunesia jawa 
ke atas Negeri dan Bangsa Aceh, para pengkhianat ini sudah bersekutu 
dengan seekor anjing boldok liar jaw atua Mamat Sudirman itu.

Yang menjadi lebih aneh kita baca, wujud pula tulisan yang 
disampaikan oleh Husaini Daud @ Ali Al-Asytar @ Muhammad Al-Qubra 
penyebar ajaran syiah di kalangan Bangsa Aceh, telah memuji kehadiran 
anjing boldok tua Mamat Sudirman dengan tulisannya yang memikat konon 
ikut serta dalam membatu perjuangan Bangsa Aceh melalui pemeliharanya 
Malek Mahmud dan Zaini Abdullah. Anjing boldok Mamat Sudirman itu 
sudah dipandang sebagai umpama permata di antara kaca-kaca yang tajam 
di antara keturunan kafir penjajah jawa indunesia yang lain. Husaini 
Daud sudah lupa dengan sejarah perjuangan endatu Bangsa Aceh 
dahulunya ketika menentang dan mengusir kafir penjajah belanda dari 
Bumi Aceh. Seorang kafir arbi laknatullah Snouck Horgronje telah 
dihantar ke Bumi Aceh untuk mematahkan taktik dan semangat perjuangan 
endatu kita menentang kafir penjajah belanda. Antara cara yang 
ditempuh adalah dengan mengaku dirinya sebagai orang yang telah 
menganut agama Islam dan alim dalam berbagai perkara agama Islam. 
Maka ada segelintir Bangsa Aceh pada masa itu yang telah terpengaruh 
dan tertipu dengan muslihat si Snouck Horgronje laknatullah itu.

Begitu juga pada hari ini dengan wujudnya seekor anjing boldok jawa 
tua Mamat Sudirman itu. Anjing boldok tua ini telah berhasil merasuk 
ke dalam tubuh pengkhianat Malik Mahmaud dan Zaini Abdullah serta 
pengikutnya. Sementara si anjing boldok tua Mamat Sudirman itu 
sebenarnya seekor anjing boldok yang sengaja dikirim oleh pihak kafir 
penjajah indunesia jawa melalu jarak jauh dan atas dasar kerelaannya 
sebagai keturunan anjing boldok dari pulau jawa berusaha melakukan 
berbagai tindakan yang dapat menghancurkan dan melemahkan perjuangan 
Bangsa Aceh menentang kafir penjajah indunesia jawa. Anjing boldok 
Mamat Sudirman ini merupakan anjing boldok yang cuba menciptakan 
kondisi "kontra intelijen" untuk mencari informasi dan rahasia-
rahasia di kalangan Bangsa Aceh yang terus menentang kafir penjajah 
indunesia jawa. Malah Irwandi Yusuf sendiri sebelum menjadi 
pengkhianat perjuangan pernah terpedaya dengan pembawaan dan muslihat 
anjing boldok Mamat Sudirman itu, sehingga ia menganggap anjing 
boldok itu sangat istimewa dalam perjuangan Bangsa Aceh dan sanggup 
menyentuh tangannya di rumah Zaini Abdullah pada hari acara 
perkawinan anak Zaini Abdullah.

Lain lagi ceritanya tentang para pengkhianat lain yang juga 
mencalonkan dirinya untuk mendapat kuasa ke atas Negeri dan Bangsa 
Aceh sebagai wakil kafir penjajah indunesia jawa seperti Malik Raden-
Sayed Fuad Zakaria, Humam-Hasbi, Tamlicha Ali-Harmen Nuriqman, Djali 
Yusuf-Syuqas Rahmatillah, Azwar Abubakar-Nasir Djamil, Iskandar 
Hoesin-Saleh Manaf, dan Ghazali Abbas-Shalahuddin Alfata, dll.. Para 
pengkhianat ini memang sudah seumur hidupnya menjadi pengkhianat 
kepada perjuangan Bangsa Aceh dalam mengusir kafir penjajah indunesia 
jawa. Para pengkhianat ini memang tidak pernah tertarik dan malah 
membenci perjuangan Bangsa Aceh dalam mengusir dan memerangi kafir 
penjajah indunesia jawa. Para pengkhianat ini terus menjadi sekutu 
sejati kafir penjajah indunesia jawa dan menggantungkan hidupnya dan 
keluarganya dari menjadi sekutu dan pengemis kepada kafir penjajah 
indunesia jawa. Para pengkhianat ini memang sudah tidak ada ubatnya 
lagi untuk menyembuhkan mereka supaya tidak terus menjadi pengemis 
atau "abdi dalem" kepada kafir penjajah indunesia jawa. Darah daging 
dan keturunan mereka sudah sangat berhutang budi menjadi "abdi dalem" 
kepada kafir penjajah indunesia jawa. Mereka tidak menyedari bahawa 
kafir penjajah indunesia jawa sebenarnya hidup di atas kekayaan dan 
limpahan rahmat Allah Taala di atas dan di dalam perut Bumi Aceh.

Maka saya serukan kepada generasi baru Bangsa Aceh, marilah kita 
teruskan perjuangan Gerakan Aceh Merdeka untuk mengusir kafir 
penjajah indunesia jawa dari Bumi Aceh dengan pandangan yang positif 
dan mempunyai keyakinan diri. Jangan sekali-kali kita merasa diri 
kita milik kafir penjajah indunesia jawa itu. Jangan sekali-kali kita 
merasa terikat dan tergantung hidup kita kepada kafir penjajah 
indunesia jawa itu. Jangan sekali-kali kita mengaku bahawa kita 
sebangsa dan setanah air dengan kafir penjajah indunesia jawa itu. 
Kafir penjajah indunesia jawa itu adalah pendatang haram ke Negeri 
kita Aceh. Kafir penjajah indunesia jawa itu adalah musuh kita Bangsa 
Aceh.

Sebagai informasi, dua hari yang lepas saya menerima pesanan SMS yang 
mengajak saya untuk menghadiri "Halal Bil Halal" masyarakat Aceh di 
suatu tempat pada hujung minggu yang akan datang. Dengan serta merta 
saya jawab SMS itu "Tolong sampaikan bahawa saya tidak akan datang 
dalam acara tersebut kalau ada indon, Aceh yang mengaku indon, yang 
pro indon dan MoU Helsinki, sebab indon itu adalah musuh Bangsa Aceh. 
Siapa ketua acara tersebut?". Sampai hari ini pertanyaan saya itu 
belum dibalasnya.

Pertanyaan dan pernyataan tersebut saya kemukakan kerana saya sangat 
membenci kafir penjajah indunesia jawa dan membenci istilah "Halal 
Bil Halal" yang digunakan oleh keturunan kafir penjajah indunesia 
jawa atau yang mengaku dirinya "indon". Dalam setiap acara mereka itu 
selalunya penuh dengan maksiat dan sama sekali tidak mendidik kepada 
kebaikan. Saya tanyakan "siapa ketua acara tersebut", sebab pernah 
satu ketika acara yang seperti itu pernah diadakan di tempat yang 
sama dan ketua pelaksana itu adalah juga seorang pengkhianat yang 
cuba mencari kehidupan pribadinya di luar negeri dengan jalan 
mengemis dan mengadakan acara yang seperti ini dan mengundang wakil 
atau konsul kafir penjajah indunesia jawa dalam acara tersebut. 
Harapan pengkhianat ini adalah sudah tentu ada "udang di balik peyek".

Balasan SMS itu juga saya sampaikan dengan cara tersebut, sebab orang 
yang mengundang saya itu dengan menggunakan istilah "Halal Bil 
Halal", masih saya lihat belum memahami apa-apa mengenai halal dan 
haram dan tidak mempunyai semangat perjuangan dan kekeluargaan Bangsa 
Aceh yang sebenarnya dan isterinya masih sangat bangga dengan 
menyebut dirinya "indon" dan gaya hidupnya, pakaiannya juga sama 
tarafnya dengan gaya hidup kafir penjajah indunesia jawa.

Saya harap balasan SMS itu menjadikan rakan tersebut berfikir dan 
memahami apa sebab saya memberi balasan SMS seperti itu. Bagi saya 
pribadi dan keluarga, saya tidak mengharapkan persahabatan yang 
kental dengan mereka yang mengaku dirinya Aceh tetapi cara dan gaya 
hidupnya sama dengan kafir penjajah indunesia jawa dan apalagi jika 
mereka ini tidak menerima nasihat yang kita berikan. Saya dan 
keluarga saya tidak mempunyai kepentingan apa-apa dengan contoh-
contoh barang yang seperti itu.

Lon harap bak Bansa Atjeh mandum, bek galak that djeut keu lamiet 
djawa. Pumardeka keudeh fikiran droe teuh geutanjoe Bansa Atjeh dan 
bek sabe ek djipeungeut lek kaphe djawa indunesia njan. Bek gadoh 
djak meungaku droe njang kaphe djawa indunesia njan tuan geutanjoe. 
Njan meunjoe lagei njan makna djih geutanjoe LAMIET DJAWA. Koh keudeh 
hubungan geutanjoe ngon kaphe peundjadjah indunesia djawa njan. Djak 
tameusaho rame-rame talet "bui uteun" njan lam nanggroe geutanjoe. 
Meunjoe hana mardeka fikeran, pajah bak tausaha untok tapumardeka 
nanggroe geutanjoe.

Bek sjhit bangga djak meurakan ngon eungkong puteh njang teuka u 
nanggroe geutanjoe. Njan eungkong puteh njan mandum na keupeuntengan 
pribadi djih dan agenda teuseulubong di likot djih.

Sekian dan wassalam.
----------



--- In [email protected], Mustafa Abubakar <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> SI AMAT BOLDOK TUA SUDIRMAN SUDAH TIDAK MUNCUL LAGI DI MAILING LIST 
INI. KEMANA GERANGAN DIA MENCARI TULANG?
>    
>   APA ADA PERSIAPAN UNTUK PERGI KE ACEH BERSAMA SI MALEK MARMUD 
PADA 19 NOVEMBER 2006 INI?
> 
>               
> ---------------------------------
> Sekarang dengan penyimpanan 1GB
>  http://id.mail.yahoo.com/
>



Kirim email ke