Sebenarnya yang saya ungkapkan dalam tulisan saya  bukan untuk bernostalgia, 
karena apa yang sudah terjadi di masa silam biarkanlah sudah menjadi sejarah. 
Que sera, sera. Apa yang sudah terjadi, terjadilah, dan kita tidak mungkin 
memutar balik jarum jam sejarah. Kawan2 saya yang tewas dalam kapal RI Hang 
Tuah ketika dibom oleh pesawat bomber Permesta di pelabuhan Balikpapan toh 
tidak akan hidup kembali.
Hanya saya ingin membuat perbandingan betapa lainnya situasi saat ini dengan 
saat saya masih muda. 40 atau 50 tahun lalu, tidak terbayang seorang perwira 
dengan ijazah Masinis-C akan mendapat kesulitan melamar pekerjaan.
Akhirnya kembali lagi kita introspeksi diri, ada apa dengan asosiasi pelaut 
kita ? Mengapa tidak mampu menjembatani supply and demand untuk manpower pelaut 
?, ada supply dengan kualifikasi ATT-I masa tidak ada demand dari any 
perusahaan untuk itu ?, ATT-I ni bukan oiler atau wiper !,  rasanya mustahil. 
ATT-I atau ANT-I termasuk perwira dengan kualifikasi high value, tidak 
ditempatkan di kapal pun mereka qualified untuk mendapat posisi sebagai port 
engineer / port captain.


--- Pada Sel, 2/11/10, Ferdinand Damima <[email protected]> menulis:

Dari: Ferdinand Damima <[email protected]>
Judul: Re: Bls: [pelaut] Re: toooolllllllllooooooong
Kepada: [email protected]
Tanggal: Selasa, 2 November, 2010, 12:51 PM







 



  


    
      
      
      Betul bro,



Karena sejarah masa lalu ada kita sekarang, drpada kita sibuk mikir cm cari 
chan 

aja, skali2 buat refreshing, 



salalmmm



________________________________

From: "[email protected]" <[email protected]>

To: [email protected]

Sent: Sat, October 30, 2010 10:32:14 PM

Subject: Re: Bls: [pelaut] Re: toooolllllllllooooooong



Biarkan aja, bagus juga dpt masukan dari sesepuh ttg kehidupan org kpl zaman 

dulu. 



Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
Teruuusss...! 



-----Original Message----- 

From: Jotham wenas <[email protected]> 

Sender: [email protected] 

Date: Sun, 31 Oct 2010 01:07:45 

To: <[email protected]> 

Reply-To: [email protected] 

Subject: RE: Bls: [pelaut] Re: toooolllllllllooooooong 



Koq skarang pada bernostalgia? 

Mari kita sudahi saja topik ini, kita cari topik lain utk kemajuan pelaut. 

Content nostalgia cukuplah 10%? 



Jotham 



----- Original Message ----- 

From: salman farisi <[email protected]> 

Sent: 30 October 2010 09:33 

To: [email protected] 

Subject: Re: Bls: [pelaut] Re: toooolllllllllooooooong 



Usia lanjut dan internet doesn't mix ?, ho ho ho ! Nanti dulu teman2. Di 
Bandung 

saya ada kenalan, namanya Pak Omar Gunawan, usianya lebih tua dari saya 
setahun, 

pensiunan teknisi elektronika di Angkatan Darat, aktif di radio amatir (call 

letter YB1AO) sejak muda,  sekarang aktif chatting dan browsing di dunia cyber. 

Boleh di cek, mereka yang doyan ngebrik di udara pasti mengenal beliau. 



Saya cuma kebetulan dimiliterisasi ALRI karena situasinya dulu begitu, kapal2 

PELNI dicat abu2, dipasangin senapan mesin 12,7 dan kanon anti serangan udara, 

fungsinya bergantian antara angkut penumpang umum dan jadi transporter militer. 

Semua pelautnya kena wajib militer. Selama 8 tahun militerisasi (1958-1965), 

kapal2 PELNI aktif dalam operasi penumpasan PRRI/Permesta (tanda kehormatan 

Satyalancana Sapta Marga), TRIKORA/Pembebasan Irian Barat (Satyalancana Satya 

Dharma), Dwikora/Konfrontasi Malaysia (Satyalancana Wira Dharma). 



Cuma itu saja, tidak lebih. 

Salam !. 



--- Pada Jum, 29/10/10, salman farisi <[email protected]> menulis: 



Dari: salman farisi <[email protected]> 

Judul: Re: Bls: [pelaut] Re: toooolllllllllooooooong 

Kepada: [email protected] 

Tanggal: Jumat, 29 Oktober, 2010, 8:54 PM 



Umur saya sekarang ? 72 tahun. Berlayar sejak tahun 1957 sebagai leerling 

matrose (calon kelasi) di Koninkljike Paketvaart Maatschapij (KPM) yang 

belakangan menjadi PELNI. Tahun 1959 dimiliterisasi ke ALRI dengan pangkat 

Kelasi II, melayani senapan mesin 12,7 yang dipasang di atas anjungan. 



Pensiun sebagai boatswain. Tahun 1969 oleh perusahaan disekolahkan ke KUTIP 

(Kursus Ulangan dan Tambahan Ilmu Pelayaran), tetapi suratan takdir saya adalah 

sebagai bintara ; chief petty officer, bukan perwira. Balik ke kapal tetap 

sebagai bosun, tidak lebih tidak kurang. 



Salam ! 



--- Pada Kam, 28/10/10, @oLandsiboLang <[email protected]> menulis: 



Dari: @oLandsiboLang <[email protected]> 



Judul: Re: Bls: [pelaut] Re: toooolllllllllooooooong 



Kepada: [email protected] 



Tanggal: Kamis, 28 Oktober, 2010, 9:43 PM 



40 tahun lalu???? 



Skarang umurnya 65 tahun ya pak?? 



Ya gmana bapak mau lulus ujian, wong ga tau apa2 alias ga sekolah, gmana mau 

jawab soal ujian. 



Bapak ini ada2 saja, ckckck 



-The Outsider- 



-----Original Message----- 



From: "salman" <[email protected]> 



Sender: [email protected] 



Date: Thu, 28 Oct 2010 09:45:34 



To: <[email protected]> 



Reply-To: [email protected] 



Subject: Bls: [pelaut] Re: toooolllllllllooooooong 



Jaman memang sudah berubah, teman2 !. 



40 tahun lalu ketika saya masih berlayar, jangankan perwira senior seperti 
AMK-C 

(= ATT-1 sekarang), perwira yunior macam AMK-IS (= ATT-IV sekarang) sejak masih 

ujian saja sudah jadi rebutan perusahaan pelayaran !. 



Waktu jaman itu rasanya tidak terbayang seorang AMK-C jadi penganggur !. Masa2 

itu, segala macam tingkatan ijazah perwira pasti diincar perusahaan. Saya punya 

kawan di Bandung seorang marconis berijazah Telegrafi kelas III, malam2 

disusulin oleh personalia perusahaan dari Surabaya dibawain uang kontan 
seamplop 

tebal dibujuk untuk segera naik menggantikan marconis dari Surabaya yang tiba2 

minta cuti mendadak. 



Tapi memang lulus dari ujian perwira ketika itu rasa2nya suuulitnya ora main2 
!, 

saya 3 x jeblok dari KUTIP ; waktu itu masih di Melawai, akhirnya yaah pensiun 

sebagai boatswain saja, cuma wis kenyang 5 benua 7 samudra saja, captain2 saya 

di PELNI ada yang cuma sampai Hong Kong saja ; Jepang saja tidak tahu. 



--- In [email protected], "Capt.Redi Dasman" <rdas...@...> wrote: 



> 



> Terus berdo'a, berusaha 



[The entire original message is not included] 



[Non-text portions of this message have been removed] 



[Non-text portions of this message have been removed]



[Non-text portions of this message have been removed]





    
     

    
    


 



  







[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

1.      Moderator tidak bertanggung jawab atas kebenaran isi dan/atau identitas 
asli pengirim berita.
2.       ATTACHMENT akan dibanned, krmkan ke pelaut-owner atau upload ke FILE.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/pelaut/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/pelaut/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke