askum... numpang lewat nih, kalo menurut untung rugi.. siapa yang merasa di untungkan dan siapa yang merasa dirugikan, sirik tanda tak mampu, selama untuk membangun kenapa tidak. mungkin juga sudah banyak yang membentuk komunitas mess ini dan itu, tetapi gagal karena ini dan itu, kan semua akan memahami dengan sendirinya enak ngumpul dengan pelaut asal ini atau asal itu. salam dari pelaut asal sabang-aceh keturunan padang.. mau jadi saudagar tapi gak mampu.. ckak2kakz humor biar agak ceria gituloh
Pada Sen, 18 Okt 2010 22:23 WIB Nursan San menulis: >tanggapan yang cukup baik.dan mudah-mudahan dapat di pahami maknanya.khususnya >saya pribadi.so many thanks brother......maju terus pantang >mundur.......peaceee deh. > >--- Pada Sen, 18/10/10, Raka Raki <[email protected]> menulis: > >Dari: Raka Raki <[email protected]> >Judul: [pelaut] (Tanggapan) Kesatuan Pelaut Toraja >Kepada: [email protected] >Tanggal: Senin, 18 Oktober, 2010, 4:36 AM > > > > > > > > > > > > > > > > > > Dear All > > > >Di Republik Indonesia bebas mendirikan organisasi apapun asalkan tidak > >bertentangan dengan ideologi > >Pancasila. Amerika Serikat yang katanya negara demokrasi,nyatanya Indonesia > >lebih demokrasi. > >Tetapi menyikapi masalah organisasi Profesi,mungkin lebih tepat kalau tidak > >membawa-bawa Etnis,karena > >di Indonesia masalah etnis merupakan isu yang sangat krusial dan sensitif. > >Kasus Blowfish contohnya,awalnya adalah masalah sepele dan biasa,pengunjung > >datang ke kafe,ga dapat tempat duduk,terus berantem sama security,kebetulan > >kedua pihak berbeda etnis. Maka jadilah bentrokan > >di jalan Ampera. > >Saya juga tidak bisa menyalahkan Bapak Ferry Saleh. Ide untuk mendirikan KPT > >timbul barangkali karena > >sudah matinya KPI dan tidak ada lagi organisasi Profesi Kepelautan yang bisa > >menjembatani kepentingan antara pengusaha,pemerintah dan pekerja. > >Sebenarnya formula yang tepat adalah membentuk sebuah organisasi baru yang >bisa > >menampung aspirasi pelaut seluruh Indonesia tanpa mengatasnamakan etnis. >Sebuah > >organisasi yang bisa mempersatukan dan membawa perubahan bagi kesejahteraan > >pelaut seluruh Indonesia. > >Kita lihat kenyataan sekarang,pelaut Indonesia sudah terkotak-kotak oleh > >Alumni,Mess,Angkatan dan Suku. Banyak kita jumpai di kantor perusahaan >tertentu > >manager crewing nya adalah dari suku A atau dari alumni B,maka sudah pasti > >pelaut-pelaut dari suku dia dan dari alumni dia saja yang akan dia panggil. > >Parahnya lagi para broker pun ikut-ikutan demikian,main suku juga. Kalau >pelaut > >seperti ini,mau seperti apa wajah pelaut Indonesia? Lantas bagaimana nasib > >pelaut(para Rating) yang tidak punya alumni,tidak punya mess dan tidak punya > >suku? > > > >Terima kasih. > > > >Salam. > > > >[Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > >[Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ 1. Moderator tidak bertanggung jawab atas kebenaran isi dan/atau identitas asli pengirim berita. 2. ATTACHMENT akan dibanned, krmkan ke pelaut-owner atau upload ke FILE. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/pelaut/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/pelaut/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
