Kejadian ini dialami oleh pacar saya yang sedang berkerja di Humpus.
Baru kerja di perusahaan ini kurang lebih selama 3 bulan, sebelumnya
bekerja di Samin.
Pihak perusahaan Humpus mendapat telp dari kerabat ayahnya yang
mengabarkan ayahnya sakit keras di lampung.(orangtuanya sudah bercerai
sejak dia masih bayi), Selama ini ia ikut dengan ibunya di bekasi
(setelah lulus 2007, otomatis dia menjadi tulang punggung keluarganya).
Ada keinginan untuk bersilaturahmi dengan ayahnya (jika ia memutuskan
untuk bersilaturahmi menengok ayahnya yg sakit maka ia harus untuk
turun sebelum masa kontraknya habis)
Pihak Humpus mengatakan jika turun sebelum waktunya maka harus
membayar ganti tiket PP dan harus membayar 35 juta.
Ck..ck
pilihan yang sulit, disatu sisi tidak punya uang untuk
membayar sebanyak 35 jt karena dia harus membiayai kuliah adiknya.
Tapi disisi yang lain, ingin menengok ayahnya, walaupun selama ini
dibesarkan oleh ibunya dan dapat dihitung dengan jari jumlah pertemuan
dengan dengan ayahnya.
Yang ingin saya TANYAKAN.
Apakah benar harus membayar sejumlah uang jika kita pulang sebelum
habis kontrak. Karena dia bercerita tidak ada "AKAD" pembayaran dalam
kontrak kerja jika pulang sebelum waktunya.
Apakah ini pemerasan gaya baru?!
Semoga saja, ayahnya mengerti mengapa anaknya tidak bisa pulang.
Semoga bisa diambil hikmahnya dari kejadian ini.
------------------------------------
Moderator tdk bertanggung jawab atas kebenaran isi dan/atau identitas asli
pengirim berita. Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/pelaut/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/pelaut/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/