--- On Wed, 10/29/08, immel <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: immel <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [H W] Bahagiakah pasangan yg menikah hanya krn cinta
To: [EMAIL PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Date: Wednesday, October 29, 2008, 11:04 AM











dari milis tetangga,
------------ --------- -
Bahagiakah pasangan yg menikah hanya krn cinta?
Barangkali kisah ini bisa menjadi renungan bagi kita, 
utamanya yang ingin berumah tangga :
Alkisah, seorang pemuda miskin bernama Yogi Prasetyo, 
berasal dari Purwokerto, Jawa Tengah.
Keluarganya hanyalah keluarga sederhana, kalau tidak bisa 
disebut miskin. Ayahnya sehari-hari bekerja sebagai tukang 
jahit di desanya.Karena kegigihannya, Yogi berhasil kuliah 
di FE
UGM walaupun dengan biaya seadanya.
Semasa semester 4 di kampus, Yogi jatuh hati pada seorang 
gadis bernama Ayu Wulaningrum, juga sama-sama kuliah di
fakultas yang sama.Ayu adalah putri seorang bupati 
ternama di daerah Yogyakartadan juga masih keturunan 
keraton.
Walaupun secara ekonomi mereka jauh berbeda, namun tidak 
menghalangi keduanya untuk saling mencintai. Ayah Ayu yang 
mengetahui putrinya begitu mencintai pemuda dari keturunan 
biasa, tak mampu mencegah gelora cinta putrinya. Maka 
begitu keduanya telah lulus, pernikahan keduanyapun 
diselenggarakan dengan megah.
Pesta besar-besaran digelar untuk mengiringi pernikahan 
putrinya.
Ayah Yogi yang tak punya banyak harta, hanya bisa 
memberikan bantuan sumbangan pakaian, sprei, sarung 
bantal, yang semuanya ia buat dan ia jahit sendiri khusus 
untuk pernikahan putranya.
Bahagiakah Ayu bersanding dengan Yogi? Ternyata 
kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama.
Tibalah saatnya malam pengantin tiba. Mereka berduapun 
memasuki peraduan dengan bahagia.
Namun, ketika Yogi membuka pakaiannya dan tinggal memakai 
celana kolor, berteriaklah Ayu dengan keras, sebelum 
akhirnya pingsan tak sadarkan diri. Semua penghuni rumah 
dari kerabat dan keluarga Ayupun berdatangan melihat 
kejadian itu.
Yogi masih dalam kebingungan dan mencari tahu kenapa 
istrinya histeris dan pingsan. Dilihatnya celana kolor 
yang ia pakai.
Aduh, Yogi lupa kalau celana kolor itu jahitan ayahnya, 
dibuat dari kain bekas wadah tepung terigu.
Di tengah celana kolor itu masih terpampang jelas tulisan, 
"BERAT BERSIH 25 KG".
Jangan terlalu serius dong bacanya he..he..he.. ....

 
. 
 














      

Kirim email ke