Buat Rekan2 yang mempunyai anak kecil antara 1-2 tahun perlu
waspada n mudah2an bisa jadi pengalaman yang berharga buat kita.
Semoga generasi yang akan datang adlah generasi yang sehat jasmani dan rohani.
Amieen....

Salam Pelaut



----- Pesan Diteruskan ----
Dari: Ba Gabang <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: radio dakta Bekasi <[EMAIL PROTECTED]>
Terkirim: Senin, 4 Agustus, 2008 06:27:28
Topik: [dakta_radio] STABILO HARI INI:PENYAKIT KAWASKI



Senin, 4 Agustus 2008


.
PENYAKIT KAWASAKI.., APA ITU..?
Tulisan ini bagabang copy dari www.kompas.com 29 Juli 2008 | 11:37 WIB


HARI masih pagi saat sebuah mobil mewah meluncur dengan kencangnya di jalan
bebas hambatan di Eropa. Tiba-tiba mobil menghantam tepi jalan dan
terbalik. Saksi mata yang melihat menduga si pengemudi mabuk. Polisi
datang dan menemukan si pengemudi seorang gadis berusia 19 tahun,
meninggal. 
Hasil otopsi menunjukkan gadis itu mendadak kena serangan jantung koroner 
sehingga tak dapat lagi mengontrol mobilnya. Ternyata, data rekam medisnya 
menunjukkan, ia pernah terkena penyakit k awasaki saat berusia 2 tahun tanpa 
disadari oleh dokter maupun keluarganya.

Tragedi
serupa dialami Joni, bayi lucu yang berusia 8 bulan. Sudah lebih 10
hari ia demam dan ibunya sudah berganti dokter. Akhirnya ketahuan bahwa
ia menderita penyakit k awasaki . Sayang sudah terlambat. Katup jantungnya 
mengalami kerusakan parah dan nyawanya tak tertolong lagi.
Apakah itu penyakit kawasaki (PK)?
PK ditemukan oleh Dr Tomisaku Kawasaki di Jepang tahun 1967 dan saat itu 
dikenal sebagai mucocutaneous lymphnode syndrome. Untuk menghormati penemunya, 
maka dinamakan penyakit k awasaki . Di Indonesia, banyak di antara kita yang 
belum memahami penyakit
yang berbahaya ini, bahkan di kalangan medis sekalipun. Hal inilah yang
menyebabkan diagnosis acap terlambat dengan segala konsekuensinya. 
Penampakan
penyakit ini juga dapat mengelabui mata sehingga dapat terdiagnosis
sebagai campak, alergi obat, infeksi virus, atau bahkan penyakit
gondong. Penyakit yang lebih sering menyerang ras Mongol ini terutama
menyerang balita dan paling sering pada anak usia 1-2 tahun. Bahkan,
penulis pernah menemukan PK pada seorang bayi berusia 3 bulan yang
menderita demam selama 18 hari. 
Angka kejadian per tahun di Jepang tertinggi di dunia, yaitu berkisar 1 kasus 
per 1.000 anak balita, disusul Korea dan Taiwan . Di Amerika Serikat berkisar 
0,09 (pada ras kulit putih) sampai 0,32 (pada keturunan Asia-Pasifik) per 
seribu balita.  Di Indonesia, penulis menemukan kasus PK sejak tahun 1996, tapi 
ada dokter yang menyatakan sudah menemukan sebelumnya. 

Indonesia baru resmi tercatat dalam peta penyakit k awasaki dunia setelah 
laporan seri kasus PK dari Advani dkk diajukan pada simposium internasional 
penyakit kawasaki ke-8 di San Diego , AS, awal tahun 2005. Diduga, kasus di 
Indonesia 
tidaklah sedikit dan menurut perhitungan kasar, berdasarkan angka
kejadian global dan etnis di negara kita, tiap tahun akan ada
3..300-6.600 kasus PK.

Namun kenyataannya kasus yang terdeteksi
masih sangat jauh di bawah angka ini. Sekitar 20-40 persen-nya
mengalami kerusakan pada pembuluh koroner jantung. Sebagian akan sembuh  namun 
sebagian lain terpaksa menjalani hidup dengan
jantung yang cacat akibat aliran darah koroner yang terganggu. Sebagian
kecil akan meninggal akibat kerusakan jantung.
Penyebab PK hingga saat ini belum diketahui, meski diduga kuat akibat suatu  
infeksi, namun belum ada bukti yang meyakinkan. Karena itu cara pencegahannya 
juga belum diketahui.  Penyakit ini juga tidak terbukti  menular.

Gejala awal
Gejala
awal pada fase akut adalah demam yang mendadak tinggi dan bisa mencapai
41° C. Demam berfluktuasi selama setidaknya 5 hari tetapi tidak pernah
mencapai normal. Pada anak yang tidak diobati, demam dapat berlangsung
selama 1-4 minggu tanpa jeda. Pemberian antibiotik  tidak
menolong. Sekitar 2-3 hari setelah demam, mulai muncul gejala lain
secara bertahap yaitu bercak bercak merah di badan yang mirip seperti
pada penyakit campak. 

Namun gejala batuk pilek yang dominan pada campak biasanya ringan atau bahkan 
tidak ada pada
PK. Gejala lain yang timbul adalah kedua mata merah, tapi tanpa kotoran
(belekan), pembengkakan kelenjar getah bening di salah satu sisi leher
sehingga kadang diduga  penyakit gondong (parotitis),
lidah merah menyerupai stroberi, bibir juga merah dan kadang
pecah-pecah, telapak tangan dan kaki merah dan agak membengkak. Kadang
anak mengeluh nyeri pada persendian. Pada fase penyembuhan terjadi
pengelupasan kulit di ujung jari tangan serta kaki dan kemudian timbul
cekungan berbentuk garis melintang pada kuku kaki dan tangan (garis
Beau). 
 Penderita PKharus dirawat inap di rumah sakit dan mendapat pengawasan dari 
dokter
ahli jantung anak. Komplikasi yang paling ditakutkan adalah pada
jantung (terjadi pada 20-40 persen penderita) karena dapat merusak
pembuluh nadi koroner. Komplikasi ke jantung biasanya mulai terjadi
setelah hari ke 7-8 sejak awal timbulnya demam.  

Pada
awalnya dapat terjadi pelebaran pembuluh ini kemudian bisa terjadi
penyempitan bagian dalam atau sumbatan. Akibatnya aliran darah ke otot
jantung terganggu sehingga dapat menimbulkan kerusakan pada otot
jantung yang dikenal sebagai infark miokard. Pemeriksaan jantung
menjadi hal yang sangat penting termasuk EKG dan ekokardiografi (USG
jantung). Kadang  ultrafast CT scan, MRA (Magnetic Resonance Angiography)
maupun kateterisasi jantung diperlukan pada kasus yang berat.
Pemeriksaan laboratorium untuk penyakit ini tidak ada yang khas. 

Biasanya jumlah sel darah putih, laju endap darah dan C Reactive protein  
meningkat pada fase akut. Jadi diagnosis ditegakkan  atas dasar gejala dan 
tanda klinis semata sehingga  pengalaman dokter sangat dibutuhkan. Pada fase 
penyembuhan,  trombosit darah  meningkat dan ini akan memudahkan terjadinya 
trombus atau bekuan darah yang menyumbat pembuluh koroner jantung.

Pengobatan
 Obat
yang mutlak harus diberikan adalah imunoglobulin secara infus selama
10-12 jam. Obat yang didapat dari plasma donor darah ini ampuh untuk
meredakan gejala PK maupun menekan risiko kerusakan jantung, tapi harga yang 
mahal menjadi kendala. Harga satu gram berkisar Rp 1 juta. Penderita PK 
membutuhkan imunoglobulin2 gram per kg berat badannya. 

Sebagai
contoh, anak yang berat badannya 15 kg misalnya membutuhkan 30 gram
atau seharga sekitar Rp 30 juta. Penderita juga diberikan asam salisilat untuk 
mencegah kerusakan jantung dan sumbatan pembuluh koroner. Jika
tidak ada komplikasi anak dapat dipulangkan dalam beberapa hari. Pada
kasus yang terlambat dan sudah terjadi kerusakan pembuluh koroner perlu
rawat inap yang lebih lama dan pengobatan yang intensif guna mencegah
kerusakan jantung lebih lanjut.

Jika dengan obat-obatan tidak berhasil, kadang diperlukan operasipintas koroner 
(coronary bypass)  atau
bahkan, meskipun sangat jarang, transplantasi jantung.

Kematian dapat
terjadi pada 1-5 persen penderita yang umumnya terlambat ditangani dan
puncaknya terjadi pada 15-45 hari setelah awal timbulnya demam.
Meskipun demikian, kematian mendadak dapat terjadi bertahun-tahun
setelah fase akut. PK juga dapat merusak katup jantung (terutama katup
mitral) yang dapat menimbulkan kematian mendadak beberapa tahun
kemudian. Kemungkinan kambuhnya penyakit ini adalah sekitar 3 persen.
Pada
penderita yang secara klinis telah sembuh total sekalipun, dikatakan
pembuluh koronernya akan mengalami kelainan pada lapisan dalam yang
memudahkan terjadinya penyakit jantung koroner pada usia dewasa muda
kelak. Jika ditemukan serangan jantung koroner akut pada dewasa muda,
mungkin perlu dipikirkan kemungkinan pernah terkena PK saat masih
anak-anak. Kiranya kita semua perlu mewaspadai penyakit ini agar tidak
menimbulkan korban lebih lanjut.

Pada tanggal 26 Juli 2008 telah
resmi didirikan Perkumpulan Orang Tua Penderita Kawaski Indonesia
(POPKI) yang pertama dan satu-satu nya di Indonesia. POPKI dibina
langsung oleh pakar Kawaski Indonesia Dr. Najib Advani, Sp. A (K),
MMed.Paed dan POPKI sendiri diketuai oleh ibu Soeyanny A. Tjahja (Ibu
Aui). 

POPKI atau Kawasaki Center berada di RS. Omni
International Alam Sutera, Serpong Tangerang di Lt. 3. . Apabila ada
dari pembaca, rekan-rekan atau lainnya ingin menjadi anggota POPKI
dapat menghubungi langsung RS. OMNI International Alam Sutera di
021-5312 9208.

Penulis: Dr Najib
Advani, SpA (K), MMed (Paed), Dosen FKUI, Dokter Spesialis Anak
Konsultan Jantung,  Ketua Unit Koordinasi Kerja Jantung Anak pada
Ikatan Dokter Anak Indonesia, dan peneliti penyakit kawasaki. Penulis
buku Mengenal Penyakit Kawasaki


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com     


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

------------------------------------

JALESVEVA YAYAMAHEYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/pelaut/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/pelaut/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke