Semoga bisa jadi bahan renungan buat 
para Orang tua......agar menjadi lebih bijak dan arif.
Kesempatan tidak akan datang dua kali

Salam/Mursalin AR



----- Pesan Diteruskan ----
Dari: **echie** - <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: dakta radio <[EMAIL PROTECTED]>; Departemen Perdagagan <[EMAIL 
PROTECTED]>; mediabaca <[EMAIL PROTECTED]>; english _ ourclass <[EMAIL 
PROTECTED]>
Terkirim: Selasa, 8 Juli, 2008 17:36:28
Topik: [dakta_radio] Fwd: "Pa, kalau ada waktu, tolong baca keras2 ya..!"


Pada suatu malam Budi, seorang eksekutif sukses,
seperti biasanya sibuk memperhatikan berkas-berkas
pekerjaan kantor yang
dibawanya pulang ke rumah,
karena keesokan harinya ada rapat umum yang sangat
penting dengan para pemegang saham. 
Ketika ia sedang asyik menyeleksi dokumen kantor
tersebut, Putrinya Jessica datang mendekatinya,
berdiri tepat disampingnya, sambil memegang buku
cerita baru. 
Buku itu bergambar seorang peri kecil yang imut,
sangat menarik perhatian Jessica, 
"Pa liat"! Jessica berusaha menarik perhatian ayahnya.
Budi menengok ke arahnya, sambil menurunkan
kacamatanya, kalimat yang keluar hanyalah kalimat
basa-basi "Wah,. buku baru ya Jes?"
"Ya papa" Jessica berseri-seri karena merasa ada
tanggapan dari ayahnya.
"Bacain Jessi dong Pa" pinta Jessica lembut
"Wah papa sedang sibuk sekali, jangan sekarang deh"
sanggah Budi dengan cepat.
Lalu ia segera mengalihkan perhatiannya pada
kertas-kertas yang berserakkan didepannya, dengan
serius..
Jessica bengong sejenak, namun ia
belum menyerah.
Dengan suara lembut dan sedikit manja ia kembali
merayu 
"pa, mama bilang papa mau baca untuk Jessi" 
Budi mulai agak kesal, "Jes papa sibuk, sekarang Jessi
suruh mama baca ya"
"Pa, mama cibuk terus, papa liat gambarnya lucu-lucu"
"Lain kali Jessica, sana! papa lagi banyak kerjaan"
Budi berusaha memusatkan perhatiannya pada
lembar-lembar kertas tadi, menit demi menit berlalu,
Jessica menarik nafas panjang dan tetap disitu,
berdiri ditempatnya penuh harap, dan tiba-tiba ia
mulai lagi. 
"Pa,.. gambarnya bagus, papa pasti suka"
"Jessica, PAPA BILANG, LAIN KALI!!" kata Budi
membentaknya dengan keras.
Kali ini Budi berhasil, semangat Jessica kecil
terkulai, hampir menangis , matanya berkaca-kaca dan
ia bergeser menjauhi ayahnya 
"Iya pa,. lain kali ya pa?"
Ia masih sempat mendekati ayahnya dan sambil menyentuh
lembut tangan ayahnya ia menaruh buku cerita
di
pangkuan sang Ayah. 
"".
Hari demi hari telah berlalu, tanpa terasa dua pekan
telah berlalu namun permintaan Jessica kecil tidak
pernah terpenuhi, buku cerita Peri Imut, belum pernah
dibacakan bagi dirinya. 
Hingga suatu sore terdengar suara hentakan keras
"Buukk!!" beberapa tetangga melaporkan dengan histeris
bahwa Jessica kecil terlindas kendaraan seorang pemuda
mabuk yang melajukan kendaraannya dengan kencang
didepan rumah Budi.
Tubuh Jessica mungil terhentak beberapa meter, dalam
keadaan yang begitu panik ambulance didatangkan
secepatnya.
Selama perjalanan menuju rumah sakit, Jessica kecil
sempat berkata dengan begitu lirih 
"Jessi takut Pa, Jessi takut Ma, Jessi sayang papa
mama" 
Darah segar terus keluar dari mulutnya hingga ia tidak
tertolong lagi ketika sesampainya di rumah
sakit
terdekat.
Kejadian hari itu begitu mengguncangkan hati nurani
Budi, Tidak ada lagi waktu tersisa untuk memenuhi
sebuah janji. 
Kini yang ada hanyalah penyesalan. 
Permintaan sang buah hati yang sangat sederhana.. pun
tidak terpenuhi. 
Masih segar terbayang dalam ingatan budi tangan mungil
anaknya yang memohon kepadanya untuk membacakan sebuah
cerita, kini sentuhan itu terasa sangat berarti sekali
",...papa baca keras-keras ya Pa, supaya Jessica bisa
denger" 
kata-kata Jessi terngiang-ngiang kembali.
Sore itu setelah segalanya telah berlalu, yang tersisa
hanya keheningan dan kesunyian hati, canda dan riang
Jessica kecil tidak akan terdengar lagi, Budi mulai
membuka buku cerita peri imut yang diambilnya perlahan
dari onggokan mainan Jessica di pojok ruangan. 
Bukunya sudah tidak baru lagi, sampulnya sudah usang
dan koyak. Beberapa coretan tak berbentuk menghiasi
lembar-lembar
halamannya seperti sebuah kenangan indah
dari Jessica kecil. 
Budi menguatkan hati, dengan mata yang berkaca-kaca ia
membuka halaman pertama dan membacanya dengan suara
keras, tampak sekali ia berusaha membacanya dengan
keras, Ia terus membacanya dengan keras-keras halaman
demi halaman, dengan berlinang air mata. 
"Jessi dengar papa baca ya"
selang beberapa kata,.. hatinya memohon lagi
"Jessi papa mohon ampun nak"
"papa sayang Jessi" 
Seakan setiap kata dalam bacaan itu begitu menggores
lubuk hatinya, tak kuasa menahan itu Budi bersujut dan
menangis memohon satu kesempatan lagi untuk mencintai.
Seseorang yang mengasihi selalu mengalikan kesenangan
dan membagi kesedihan kita, Ia selalu memberi
PERHATIAN kepada kita karena ia peduli kepada kita..
ADAKAH "PERHATIAN TERBAIK" ITU BEGITU MAHAL BAGI
MEREKA ?
BERILAH "PERHATIAN TERBAIK" WALAUPUN ITU HANYA SEKALI.
Bukankah kesempatan untuk memberi perhatian kepada
orang-orang yang kita cintai itu sangat berharga ?
DO IT NOW!
Berilah "PERHATIAN TERBAIK" bagi mereka yang kita
cintai..
LAKUKAN SEKARANG !! KARENA HANYA ADA SATU KESEMPATAN
UNTUK MEMPERHATIKAN DENGAN HATI KITA.
 
  
 
    


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan situs lowongan kerja - Yahoo! Indonesia Search.
http://id.search.yahoo.com/search?p=lowongan+kerja&cs=bz&fr=fp-top

Kirim email ke