Kejayaan Pelaut Indonesia kembali mengulang sebagaimana tahun 70-an, dimana 
bukan lagi Pelaut cari kerja tetapi Pelaut yang dicari oleh pekerjaan. Hal itu 
dipengaruhi oleh meningkatnya harga minyak mentah dunia, dimana tenaga Pelaut 
banyak diserap pada sektor jasa offshore (pengeboran lepas pantai), dimana 
perusahaan-perusahaan jasa offshore berani menggaji Pelautnya dari gaji 
terendah USD60 per hari hingga USD750 per hari (USD1800-USD22500 per 
bulan). Perusahaan-perusahaan dengan gaji rendah mulai ditinggalkan Pelautnya, 
perusahaan-perusahaan pelayaran bonafit mulai turun gunung untuk dapat memenuhi 
kebutuhan tenaga Pelaut dengan mendatangi sekolah-sekolah pelayaran. Sedangkan 
untuk perusahaan pelayaran domestik masih tetap diminati bagi mereka yang tidak 
mengikuti standard STCW (artinya mungkin tidak memenuhi standard 
sertifikasi dan standard komunikasi), serta bagi mereka yang memang punya 
keinginan untuk berlayar di kolam susu saja. Kini
 saatnya Pelaut Indonesia ditantang untuk mampu bercatur di kancah pasar 
Global, dimana persaingan dengan Pelaut-Pelaut dari negara-negara lain akan 
mempertaruhkan kemampuan, standarisasi, upah/gaji, dan loyalitas.

--- On Fri, 16/5/08, ihwan_spm <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: ihwan_spm <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [pelaut] lapangan pekerjaan
To: [email protected]
Date: Friday, 16 May, 2008, 9:43 PM






saya adalah anak yang baru sekolah di sekolah menengah pelayaran di
cilacap, jadi butuh informasi lowongan pekerjaan bagi yang sudah
lulus. tolong dong pelaut indonesia kami beri informasi lowongan
pekerjaan bagi calon pelaut kami 
terimakasih

 













Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke