Yang ini tentang RAHASIA MEEDE(Harta Karun VOC).
Dicomot dari : orangketiga.multiply.com/reviews/item/13





Apa-apa yang berbicara tentang keindonesiaan dan tentang sejarahnya barangkali 
harus menerima, bahwa mereka lebih banyak teronggok di pojok berdebu, jauh dari 
diperhatikan, apalagi diminati. Terutama dari generasi mudanya (“Sejarah? Nggak 
rame banget, “ ujar anak muda itu sambil mengunyah french fries, “secara udah 
jadul gitu…”). Tapi apa jadi salah mereka, jika kenyataannya nyaris tidak ada 
yang bisa diharapkan dari negara yang nyaris gagal ini? 

Untungnya, di antara kegersangan fikir dari sebuah negeri yang gentar untuk 
berharap, nama E.S. Ito muncul, yang pertama kali berkokok membangunkan lewat 
novel Negara Kelima. Kali ini novel keduanya, Rahasia Meede, kembali 
menggedor-gedor pintu besi berkarat yang mengurung rasa keindonesiaan kita, 
sekali lagi, dengan kisah action-thriller yang membelalakkan mata.

Rahasia Meede berkisah dalam banyak alur, yang nantinya akan berjalin-kelindan 
menuju klimaks. Barangkali terdengar seperti formula usang kisah tiga babak, 
namun di tangan peracik yang ahli, resep lama pun akan selalu menyegarkan. 
Alih-alih menjelentrehkan ringkasan kisahnya, saya rasa lebih tepat bila 
syaraf-ingin-tahu kita digelitik dari beberapa tanda tanya yang mengusik: 

Apa gerangan yang membuat Indonesia bisa begitu saja menerima persyaratan untuk 
menanggung utang perang Belanda di Konferensi Meja Bundar?
Ada apa di balik hukuman VOC yang begitu kejam terhadap Pieter Erberveld, orang 
Indo-Jerman yang dikenal dekat dengan pribumi?
Ada apa di balik kebangkrutan VOC?
Apa alasan Monas didirikan?
Bagaimana intelejen Indonesia bekerja?

Bukan rahasia lagi bahwa sejarah tidak pernah secerah yang ditulis di buku-buku 
pelajaran. Di dunia yang lebih abu-abu inilah tokoh-tokoh Rahasia Meede akan 
saling bersilang jalan. Di sebentang kanvas luas yang sebagian telah terlukis 
dan sebagian masih terselubung debu, bernama Indonesia.

Realisme Indonesia
Dedikasi E.S. Ito telah membuka sebagian selubung kanvas itu, dan sebagai 
penulis fiksi, ia melukis pula di atasnya. Usaha untuk membuka selubung kanvas 
menjadikan novel ini sebuah studi sejarah yang luar biasa, dengan riset yang 
tidak main-main. Dijalin dengan alur kisah yang kuat dan rampat padat, Rahasia 
Meede tidak pernah kehilangan momen untuk terus mengejutkan, atau setidaknya 
memaksa pembaca membuka halaman berikutnya.

Yang patut disoroti adalah keberanian untuk mengangkat hal-hal yang menjadi 
rahasia umum di dunia bawah tanah Indonesia: politikus oportunis, tentara yang 
berbisnis kotor (termasuk yang berprofesi jadi pembunuh keji) sampai dunia 
gelap para telik sandhi pasukan khusus. Jika selama ini kita merasa lebih 
“mengerti” bagaimana Amerika menjalankan dunia prosedural dan intelejen lewat 
film dan televisi, kali ini kita seperti dibolehkan mengintip dunia serupa yang 
lebih kelam di Indonesia. Kesemuanya diukir dengan guratan-guratan nan detil 
yang pastinya dibakari oleh semangat yang menderu-deru dan riset yang jitu. 
Suatu hal yang masih sangat langka di negeri ini




      
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search.  
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping

Kirim email ke