_____ From: nala Sent: Wednesday, November 07, 2007 9:41 AM
assalammualaikum ww, salam sejahtera Yth mas Harry, Terimakasih atas segala perhatian dan bantuannya untuk Grease agar dapat ditindak lanjuti. ( siapa lagi yang akan menyusul ? ) mas Harry, sebenarnya, dalam benak impian saya bukan penyelesaian yang seperti ini yang saya inginkan. tapi, dapat terbentuknya wadah "sapu lidi" guna menghimpun warga semua pelaut Ind. baik itu yang perwira maupun non perwira. Rekan Nala dan para pelaut sekalian. Saya sangat mendukung apa yang diangkat oleh rekan Nala ini, yang penting memang "wadah sapu lidi" WSL inilah yang harus dipikirkan bersama. Jangan lagi teraung saat dicubit, tapi disaat berlimpah serasa dunia punya sendiri. Disekolah kita diajarkan prinsip WSL ini, dan diceritakan dengan contoh yang konkrit didepan sekolah. Tapi inilah dia manusia, tersadar kalau telah merasakan. Masihkah kita akan membiarkan diri kita selalu dipinggir jurang dan berjuang sendiri? Atau kita berbuat sesuatu, incase sesuatu terjadi nanti? Ini adalah pilihan. pilihan ada ditangan kita masing2. Ini saran saya, jika betul lakukan, kalau tidak biarkan saja seperti angin lalu. Memang gua pikirin. Manusia adalah makluk lemah, pasti disuatu saat akan membutuhkan orang lain, membutuhkan bantuan orang lain. Seperti contohnya disaat sakit, atau disaat keluarga yang ditinggalkan menerima musibah dan kitanya mungkin berada dibalik bumi, berbeda bujur 180 derajat dengan tempat dimana keluarga mendapat musibah. Sudahkah anda siap dengan keadaan ini, incase terjadi? Jawaban anda, andalah yang tentu mengetahuinya. Sekarang, jika saja anda sendiri yang mendapat musibah, yang tidak dapat diduga kapan dan dimana terjadi. Sudah adakah teman karib yang dapat ikut memikirkannya. Biasanya ini dilakukan oleh kesatuan alumni seadanya dan insidentil. Cobalah merenung, bertanya kepada ombak yang ber-kejar2an, apakah saya akan begini terus? Perlukan saya bantuan orang lain disuatu saat. Siapa yag dapat membantu memikirkan ini? Semua ini tentu prinsip WSL lah yang sangat berarti. Kini, apa kita memerlukan WSL? Kalau ya, sebaiknya dirundingkan bersama, beri tanggapan, beri rsponse, ya paling tidak "saya nggak memerlukannya" karena saya bisa bekerja dan gaji saya sudah cukup besar. Mungkin Tuhan telah bosan, melihat tingkah kita, yang selalu ........................ kata Ebit. Salam ElCapitano
