Bung Wahyu, Hari baik (hujan sudah mulai turun), bulan baik (Bukan November kelabu)semoga ini merupakan salah satu "batu loncatan" alias stepping stone agar ada PERUBAHAN untuk Pelaut Indonesia. Hukumnya = WAJIB alias MUST. Kalau belum secara keseluruhan ya tekadkan dalam diri kita masing masing untuk berubah kearah yang lebih baik.
Sebetulnya tanpa harus mengatakan MAAF (kita ini suka terlalu banyak minta maaf) seharusnya kita mahfum alias maklum. Bisa bersikap dewasa, hati boleh panas kepala tetap dingin. Dan ini semua tentunya untuk kepentingan kita kita juga. SGC dan juga ada usaha individu lain (Misalnya JIMS nya Capt.Ferry) akan berusaha berdirinya pusat pelatihan yang akan mendukung kegiatan offshore seperti AHTS simulator, DP Training, HUET BOSIET dan lain lain yang direkomendasi dan di approve oleh OPITO. Marilah kita dukung dan doakan agar segera terlaksana. Biaya juga harus dipikirkan. Kalau dokter bisa dapat Kredit Profesi kenapa Pelaut tidak. How and Why nya coba kita pikirkan. Untuk Pelaut yang punya induk mungkin nggak masalah. Tapi kalau yang single fighter bagaimana ? Menurut informasi yang saya terima untuk proyek TKI ke Jepang, ada pendanaan dari Bank (entah yang mana) untuk memberi kredit pelatihan dll sebanyak rp20jt perorang (?) Kalau saya cukup 1juta deh perorang karena kurang lebih itulah modal kita. Atau paling top 2 juta untuk ongkos Mustering termasuk medical check up dll. Mengenai Diploma/Pendidikan formal. Seperti yang Pak Sajogo dari AMNI Semarang katakan: kita ini mau nyetak Pelaut siap lulus atau siap kerja. Siap lulus berarti teori melulu, siap kerja ya banyak prakteknya seperti program P3B dulu. Hanya 2.5 tahun. Tapi nggak ada embel2 D3 nya kan ? Saya lebih cenderung kita menghidupakn lagi program lama P3B tanpa embel2 D3. Cetak Perwira Profesioanl yang siap masuk dipasar. Kalau mau D3 nya ya kembali ke kampus satu semester lagi. APPMI sudah menangkap juga peluang untuk Pelaut D3 misalnya mengambil S1 dan rencananya bekerja sama dengan UT. Entah perkembangannya sampai sekarang bagaimana. Saya rasa ini yg terbaik. Belajar jarak jauh akan menghemat biaya dan waktu. Program yang diluncurkan BP3IP dan Trisakti juga bagus. Tinggal kita pilih yg mana. CIMA: Saya secara pribadi juga tidak begitu bangga dengan prestasi CIMA selama ini. Yang jelas antar anggauta saling sikut (biasalah kalau masalah perut kawan jadi lawan). belum ada kode etik. Kalaupun ada biasanya aturan ada kan utk dilanggar. Pada kesempatan lain mungkin saya akan menjelaskan berapa banyak sih pendapatan Manning Agent. Sehingga tahu kenapa ada Manning agent yang "terpaksa" minta uang dari Pelaut. Termasuk juga soal kesejahteraan dan lain lain. Saya rasa cukup balasan renungan ini sampai disini dahulu. Saya yakin Pelaut Indonesia akan selalu dan bertambah Jaya. Bagaimana anda ? Maukan ikut bersama didalamnya ? Selamat Salam dari Klender Budiman/YBBN --- In [email protected], wahyudi mardaris <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Hai Semua > > Terbit aja sebuah keinginan untuk mengeluarkan unek unek di minggu pagi ini, maaf sebelum nya kepada semua pihak, ini hanya brainstroming tanpa itikad untuk nyengol sana, nyengol sini > For Pak Budiman. Senang nya pak ya, kita punya fasilitas cangih untuk pelatihan pelaut, smoga bisa dimamfaatkan dengan maksimal apalagi aad bulai nya disna jadi di harapkan transfer tehnologi nya bisa lebih cepat.saya rasa ada betul nya saran bapak (CIMA) untuk lebih konsen ke COP yg blm ada penyelengara nya,karna saya pikir dengan menyelengarakan COP yg sudah ada ijin nya akan agak seret turun nya karna inin menyangkut "Harkat hidup orang banyak" dan kalau boleh nambahin, blm ada pendidikan di kita yg lebih spesifik ke OFFSHORE, padahal banyak hal yg ada disana dan juga lagi BOOMING saat ini dengan harga minyak yg merangkak ke US $100 per barrel > About UNIVERSITAS MARITIME HANGTUAH BATAM. Perijinan dari DIKNAS sudah turun 3,4 bulan yg lalu, Infrastruktur juga tidak akan banyak masalah karna UMHTB akan mengambil alih semua inrastruktur apa yg sekarang dikenal dengan POLITEHNIK batam, berlokasi di daerah yg dikenal dengan nama Simpang FRANGKI. Namun saat ini rasa nya terlalulu tinggi harapan kita para pelaut terhadap Uni ini untuk memajukan para pelaut pemula ataupun yg ingin menambah ilmu melanjutkan pendidikan. karna dari fakultas fakultas ug disiapkan disana terlihat kosentrasinya berbeda dengan katakan lah AMI, PLP, STIP or SPM yg selama ini menjadi pesantren nya para pelaut walaupun Univ ini membawa nama UNIVERSITAS MARITIME. tapi saya tidak/belum menemukan fakultas yg diperuntukan mencetak pelaut,bahkan untuk KETATALAKSANAAN an pun tidak. Ini mungkin karna tidak terwakili nya para pelaut dalam manajemen Universitas disana.ABOUT AGENCY (BROKER) entah mengapa setiap mendengar kata broker ini > yg timbul adalah konotasi negatif. tidak dapat dimungkiri ini karna ulah sebagiaan orang yg bergelut di dunia ke agenan juga.seperti di setiap bidang kehidupan yg lain nya sebanyak yg baik pasti juga ada yg buruk. Begitu juga di ke agenan ini.walaupun sebenarnya praktek ke agenan adalh suatu yg wajar dan legal dalam dunia maritim, lihat tetangga kita di sangir utara (philipino) hampir 90% pelaut disana disalurkan agen,bahkan bulai bulai dari British, Irland dan negara nagera bpecahan unisoviat sana juga mengandalkan agen untuk menyalurkan mereka. Namun ke agenan disana tidak hanya menyalurkan dan putus hubungan seperti sebagian besar ke agenan di indonesia.Mereka bahkan sampai ke taraf menegosiasikan gaji agar kita(pelaut) dapat gaji yg lebih memuaskan yg otomatis berefek ke pendapatan mereka karna mereka dapat sekian persen dari gaji kita.Mereka (agency) juga take care of us as long as we in the sea.sewaktu kita punya masalah dengan company merekalah > yg jadi mediator dari pihak kita. Dan yg lebih indah lagi saya kenal sebuah agen di kroatia sana yg juga take care of sailor family saat suami ada dilaut. NAH mengapa kita tidak bisa seperti mereka karna DAYA TAWAR KITA PELAUT INDONESIA sangat lemah. pertama dari individu masing masing, jika daya tawar/daya saing kita kuat kita tidak akan pernah membutuhkan ke agenan ini untuk menyalurkan kita,karna company lah yg akan meng approach kita dan kita tinggal pilh.Kalo begitu BULAI dan PHILIPINO semua hebat dong Jawab nya TIDAK JUGA, just like us sebanyak yg pintar sebanyak itu juga yg HOW HOW, tapi mereka punya apa yg kita belum punya yaitu PERSATUAN. Ibarat sapu lidi satu, satu batang lidi akan dengan mudah di patah kan, saya tantang anda untuk mematah kan se ikat lidi yg sudah di satukan, butuh usaha lebih bukan.Buruh kereta api punya SEKAR (serikat pekerja) yang berhasil Mengubah UU dinegara ini Begitu juga denga buruh telekumunikasi nah mengapa kita > Pelaut yg saya yakin dalam jumlah jauh lebih besar dari kedua sekar di atas TIDAK BISA MENGUSULKAN SEBUAH ATURAN YANG BERPIHAK KE KESEHJAHTERAAN PELAUT. capek rasanya jika kembali membahas KPI, bahkan KPI pun ada 2. so what next ? milis ini saya rasa sudah sebuah arah yg benar tinggal meningkat kan ke tangga berikut nya.............. oh ya jika belum bisa dlm skala besar bersatu lah dulu dalam skala kecil sambil terus memperjuangkan kesatuan pelaut indonesia.oh ya se ingat saya bung moderator juga bergergerak di bidang ke agenan bukan, mungkin bisa di buka ke di milist ini mengapa kebanyakan (READ CAREFULLY kebanyakan not mean ALL) keagenan di indonesia tidak/belum bisa memperjuangkan kesehjahteraan pelaut > > Cheers all > NAUYANAM AVASHABHAVI JIVANAM ANAVYASHABAHI > > Regards > WMARDARIS > 1902 /T > > ----- Original Message ---- > From: bbudiman <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Sent: Sunday, November 4, 2007 6:47:28 AM > Subject: [pelaut] Kunjungan ke Semarang Growth Center > > > > > > > > > > > > > > Rekan Pelaut semua, > > > > Selamat hari Minggu, > > > > Dipagi hari ini saya ingin menceritakan hasil kunjungan ke Semarang. > > Tujuan utama adalah memenuhi undangan Semarang growth center. situsnya > > bisa anda buka di www.sgc6.com cuma sayangnya tidak ada versi bahasa > > Inggrisnya. > > > > Hasilnya: > > > > 1. SGC mempunyai fasilitas komplit sesuai STCW95 malah lebih tetapi > > belum semuanya didayagunakan. Ini karena masalah perijinan saja. CIMA > > mengusulkan agar SGC berkonsentrasi menyelenggarakan COP yang saat ini > > blm ada seperti FAST RESCUE BOAT. Juga yang diminta pasar offshore > > seperti HUET BOSIET DP dan lain lain. Menyelenggarakan pendidikan dan > > sertifikasi yang belum ada seperti Sertifikat Juru Listrik. Juga > > mengantisipasi keperluan POST SEA TRAINING yang lagi trend diluar sono. > > > > 2. Dengan keberadaan pihak asing disana saya yakin akan menambah nilai > > plus untuk pemasaran. > > > > 3. Menambah fasilitas penginapan sehingga peserta terutama yang dari > > luar kota bisa tinggal disana. > > > > 4. Membuat jadwal pelatihan yang sifatnya tetap seperti iklan > > transportasi. Kami jalan biar dengan satu penumpang. Dengan jadwal > > tetap Pelaut tahu kapan akan ada Training yang diinginkan dan tidak > > usah ragu Programnya tidak jalan hanya karena pesertanya kurang. Saya > > yakin kalau sudah terjadwal pesertanya akan banyak. > > > > 5. Yang paling penting adalah cepatnya Ijazah keluar terutama di > > internet. Jangan sampai ijazah lambat hanya karena direkturnya datang > > tiap hari Sabtu. Kalau perlu ijazahnya yang dikirim ke Jakarta bukan > > direkturnya yang ke Semarang. > > > > Di Semarang kita sudah punya SGC, mudah mudahan akan ada dikota kota > > besar lainnya dimana konsentrasi Pelaut berada. Batam ? (Entah > > bagaimana kabar Universitas Maritim disana) > > > > Tapi paling tidak sekarang kita harus dan penyelenggara harus berusaha > > agar fasilitas ini tidak mubazir. > > > > Banyak yang sudah terpikirkan oleh saya untuk mendayagunakan fasilitas > > ini. Mudah mudahan dan dengan dorongan dan doa rekan rekan Pelaut > > semua terutama para Pelaut muda, kita akan menjadi pelaut yg > > (lebih)Profesional dst dst. > > > > Sekian laporan kunjungan CIMA semoga bermanfaat dan tentunya saran dan > > komentar kami nantikan. > > > > Lunpia dan Bandeng Presto menanti anda. Kepada yang berminat silahkan > > kirim email anda dan akan kami kirimkan lewat attachment. > > > > Sekali lagi selamat berhari Minggu > > > > Salam dari Klender > > Safety First alias Utamakan Keselamatan > > > > > > > > > > > > > > > <!-- > > #ygrp-mkp{ > border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:14px 0px;padding:0px 14px;} > #ygrp-mkp hr{ > border:1px solid #d8d8d8;} > #ygrp-mkp #hd{ > color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:bold;line-height:122%;margin:10px 0px;} > #ygrp-mkp #ads{ > margin-bottom:10px;} > #ygrp-mkp .ad{ > padding:0 0;} > #ygrp-mkp .ad a{ > color:#0000ff;text-decoration:none;} > --> > > > > <!-- > > #ygrp-sponsor #ygrp-lc{ > font-family:Arial;} > #ygrp-sponsor #ygrp-lc #hd{ > margin:10px 0px;font-weight:bold;font-size:78%;line-height:122%;} > #ygrp-sponsor #ygrp-lc .ad{ > margin-bottom:10px;padding:0 0;} > --> > > > > <!-- > > #ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;} > #ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;} > #ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, sans-serif;} > #ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;} > #ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;} > #ygrp-text{ > font-family:Georgia; > } > #ygrp-text p{ > margin:0 0 1em 0;} > #ygrp-tpmsgs{ > font-family:Arial; > clear:both;} > #ygrp-vitnav{ > padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;} > #ygrp-vitnav a{ > padding:0 1px;} > #ygrp-actbar{ > clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;} > #ygrp-actbar .left{ > float:left;white-space:nowrap;} > .bld{font-weight:bold;} > #ygrp-grft{ > font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;} > #ygrp-ft{ > font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666; > padding:5px 0; > } > #ygrp-mlmsg #logo{ > padding-bottom:10px;} > > #ygrp-vital{ > background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;} > #ygrp-vital #vithd{ > font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;} > #ygrp-vital ul{ > padding:0;margin:2px 0;} > #ygrp-vital ul li{ > list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee; > } > #ygrp-vital ul li .ct{ > font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;} > #ygrp-vital ul li .cat{ > font-weight:bold;} > #ygrp-vital a{ > text-decoration:none;} > > #ygrp-vital a:hover{ > text-decoration:underline;} > > #ygrp-sponsor #hd{ > color:#999;font-size:77%;} > #ygrp-sponsor #ov{ > padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;} > #ygrp-sponsor #ov ul{ > padding:0 0 0 8px;margin:0;} > #ygrp-sponsor #ov li{ > list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;} > #ygrp-sponsor #ov li a{ > text-decoration:none;font-size:130%;} > #ygrp-sponsor #nc{ > background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;} > #ygrp-sponsor .ad{ > padding:8px 0;} > #ygrp-sponsor .ad #hd1{ > font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;} > #ygrp-sponsor .ad a{ > text-decoration:none;} > #ygrp-sponsor .ad a:hover{ > text-decoration:underline;} > #ygrp-sponsor .ad p{ > margin:0;} > o{font-size:0;} > .MsoNormal{ > margin:0 0 0 0;} > #ygrp-text tt{ > font-size:120%;} > blockquote{margin:0 0 0 4px;} > .replbq{margin:4;} > --> > > > > > > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com > JALESVEVA YAYAMAHE Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/pelaut/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/pelaut/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
