Dear all seafarer's,
 
Ini persoalan klasik yang selalu jadi bahasan dan tidak pernah ada kesimpulan 
akhir, yang ada hanyalah putar-putar cerita pengalaman yang pernah dialami oleh 
rekan-rekan pelaut, ada yang merasakan manfaat, dan ada juga yang anti-pati 
terhadap keberadaan KPI, yang tidak merasakan feedback positive dengan 
keberadaan KPI pun jumlahnya sangat banyak, jadi ini semua terpulang kepada 
para pejabat yang berwenang di KPI; kita tahu setiap tahun milyaran rupiah 
masuk ke kas KPI, cuma mungkin KPI tidak membuka tentang keuangannya kepada 
Pelaut; sehingga kecurigaan semakin menjadi-jadi, karena kalau kita tahu berapa 
perusahaan yang ber_KKB dengan KPI, dan memasukkan Union kontribusi dalam 
jumlah besar; mungkin kita usulkan walaupun KPI adalah Organisasi Pelaut 
berafiliasi dengan ITF, coba kita mengusulkan untuk di AUDIT oleh KPK; siapa 
tahu bisa lebih transparant.
 
Gimana komentar rekan-rekan yang lain? Pak Budiman? Bung Doddi Crossanda?
 
Thanks,
DJ 


To: [EMAIL PROTECTED]: [EMAIL PROTECTED]: Sun, 8 Jul 2007 23:09:13 
-0700Subject: Re: [pelaut] Re: KPI adalah suatu wadah pelaut yg tak berguna






Dear Indonesian seafarers,
 
Bagaimanapun jeleknya kinerja organisasi kepelautan kita, namun harus dipahami 
bahwa kita butuh sebuah organisasi untuk menjembatani kepentingan kita dengan 
perusahaan. Memang, saya juga merasakan betapa anehnya KPI kita ini dalam 
menghidupi organisasi (atau mencari kehidupan dari organisasi?)
 
Dulu, sekitar tahun 1997 saya berangkat ke S,pore dan mendatangi perusahaan 
dari yang satu ke perusahaan lainnya. Hingga pada sebuah perusahaan offshore 
milik UK saya interview dan dinyatakan diterima. Tapi oleh personnel 
managernya, saya disarankan menandatangani kontrak dengan sepengetahuan union, 
sampai mereka rela membelikan tiket S'pore-Jakarta PP. Padahal sebelumnya saya 
tidak pernah berurusan dengan KPI.
 
Sebenernya apa sih yang kita mau dari sebuah organisasi yang kita harapkan?  
Kalau saya pribadi, saya berharap KPI memberikan prioritas pada:
 


Lobby lobby ke perusahaan asing, sehingga semakin banyak kesempatan kerja yang 
bagus terbuka untuk pelaut Indonesia

Memperkuat bargaining position dengan cara membentuk jaringan yang solid di 
semua pengerah tenaga kerja pelaut CIMA

Berupaya menentukan standard kelayakan bagi pelaut Indonesia dalam hal gaji, 
jam kerja dan kesejahteraan yang lain sesuai dengan konvensi ILO 147, atau 
menyesuaikan dengan konvensi yang berlaku. (Maritime Labour Convention 2006 
akan berlaku bila telah memenuhi persyaratan besar GRT negara yg telah 
ratifikasi)

Memberikan bantuan hukum bagi semua anggota yang menghadapi kasus di atas 
kapal, jadi ada balancing antara kepentingan pelaut dan perusahaan. Jangan 
sampai ada pelaut 'kacangan' yang semau gue merusak citra pelaut Indonesia, dan 
jangan ada perusahaan yang memperbudak pelaut Indonesia secara semena mena. 
Semua harus kembali merujuk peraturan.

Berlaku bersih, terbuka dan akomodatif.
Bagaimana KPI?
 
Jayalah Maritim Indonesia!!!  
----- Original Message ----From: syalaam <[EMAIL PROTECTED]>To: [EMAIL 
PROTECTED]: Sunday, July 8, 2007 4:48:16 PMSubject: [pelaut] Re: KPI adalah 
suatu wadah pelaut yg tak berguna

Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search that gives answers, not web links. 
 


_________________________________________________________________
Windows Live Spaces is here! It’s easy to create your own personal Web site. 
http://spaces.live.com/?mkt=en-id

Kirim email ke