Salam Samudra.
 
Bung Budiman.
Kurang PD tersebut, menurut saya, lebih banyak karena sudut pandang atau membiasakan diri. Memang dalam dunia pendidikan kita, anak didik tersebut terbiasa hanya "provided" saja. Hanya menerima saja apa yang dititahkan oleh guru. Hanya mengerjakan PR kalau akan dinilai hasilnya. Kebiasaan begini terbawa terus, bahkan seumur hidup. Saya juga pernah sekapal dengan perwira yang menolak dipromosi.
 
Sudut Pandang yang provided ini seharusnya dirubah menjadi yang "given". Paling tidak terbiasa dengan sharing terhadap apa saja yang ada didepan. Memang menjadi seorang yang given atau sharing ini kadang sangat susah. Lihat saja dalam diskusi atau rapat apa saja, jarang yang mau sharing pendapat. Kadang yang bicara hanya yang itu-itu saja.
 
Karena bung Budiman juga terlibat dalam pembinaan pelaut (walau pendidikan swasta), saya mengharapkan dan menyarankan, supaya atmosphere kelas agak dirubah, dari siswa sebagai pendengar menjadi yang partisipatif. Setiap siswa seharusnya terlibat aktif, terutama dalam berfikir atas setiap masalah dalam kelas. Juga dalam penyelesaian soal-soal misalnya.
 
Kepada rekan yang masih berada di samudra, saya juga menyarankan, supaya iklim partisipatif ini dibangun dikapal. Sehingga perwira remaja dapat dengan cepat menyiapkan diri untuk menerima estafet selanjutnya.
 
Bagi perwira remaja, marilah biasakan diri untuk ikut secara aktif dalam semua hal yang mungkin dikerjakan, apa lagi hal yang baru. Biasakanlah diri generalis, seorang yang merasa lingkungan kerjanya adalah juga tanggunggjawabnya, be allert. Jauhkan diri dari berfikir dan bertindak yang bukan partisipatif. Jangan sekali-kali bilang: "itu bukan tugas saya" terutama terhadap hal yang akan mengganggu operasi kapal apalagi yang berakibat atas keselamatan jiwa, kapal, barang dan lingkungan hidup. Biasakan berfikir terhadap apa yang dilihat, dan bertanya dalam hati, kenapa begitu ya, kenapa bukan begini.
 
Anda mau tidak mau harus mengikuti prosedur perusahaan yang baku, yang sudah tentu merefer ke ISM Code. Prosedur tersebut bukanlah harga mati, dapat dirubah, tentu merubahnya harus ikut prosedur perubahan. Kalau anda dapat menemukan hal yang menyimpang dari prosedur baku dan lebih efektif serta lebih baik, adalah sesuatu yang sangat baik. Tapi sebelum anda bertindak seperti temuan anda, maka prosedure harus dirobah dulu.
 
Kalau, seseorang telah menempatkan dirinya selalu partisipatif, InsyaAllah tidak akan gamang lagi jika dipercaya melaksanakan tugas yang lebih tinggi.
 
Demikain tanggapan saya terhadap kurang PD ini, maaf jika tidak sesuai.
 
Yalesveva Jayamahe
ElCapitano
----- Original Message -----
From: YBBN
Sent: Friday, February 03, 2006 6:12 AM
Subject: [pelaut] HASIL SURVEY BIMCO/ISF MANPOWER 2005

Salam Pelaut,

 

Dari hasil survey diatas, masih terlihat bahwa secara umum pasar akan kekurangan tenaga Perwira dan kelebihan tenaga bawahan (Support).

Dari pengalaman dilapangan, khususnya di Indonesia hal ini sudah terasa. Iklan lowongan kerja banyak mencari Perwira, terutama Management Level. Ini adalah kesempatan bagi semua Pelaut Indonesia terutama Perwira agar jangan terlena dan terus mempersiapkan diri. Saya turut senang sekarang sudah banyak Perwira termasuk Perwira Mesin yang sudah banyak mengenal computer alias tidak gaptek lagi. Ini adalah hasil nyata dari perkembangan dan antisipasi 10 tahun terakhir. Kekurangan mendasar menurut saya adalah kurangnya rasa PERCAYA DIRI. Contoh kecil, dari pengalaman penerimaan cadet tahun lalu, mereka yang hasil tes bahasa Inggrisnya bagus ternyata gagal karena ketika tatap muka dengan orang asing langsung blank. Mari kita pelajari fenomena ini dan dengan segala kebesaran hati menerimanya sebagai fakta dan bagaimana memperbaikinya. Saya yang kebetulan juga didaulat untuk aktip dibidang Peningkatan Mutu Pendidikan Pelaut Swasta, merasa sangat berkepentingan.

Baru baru ini, bekas cadet saya yang tidak diragukan kemampuannya, menolak untuk menjadi Mualim I. Belum lagi menyikapi surat resmi dari Jepang yang mempertanyakan hal yang sama kepada pemegang ANT I yang belum siap jadi Nakhoda. Ini tentunya tidak bersifat umum. Tapi marilah kita bersama sama menanggulangi masalah ini. Paling tidak sumbang saran positip dan berdiskusi secara santun. Sudah lelah rasanya kita (Pelaut) selama ini tidak ada yang memperhatikan, yang berkepentinganpun umumnya tidak mengetahui permasalahan Pelaut. Ya jelas “ora mudeng”

Masih panjang cerita ini, silahkan disambung.

 

Salam

Budiman   



JALESVEVA YAYAMAHE



SPONSORED LINKS
Bali indonesia hotel Bali indonesia Indonesia hotel
Bali indonesia vacation Bali indonesia travel


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke