hallo dear ester boleh juga commentnya bravo buat kamu
--- ester vensy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> Semarang, 11 Januari 2005
>
>
>
> Shaloom�.
>
>
>
> Dear all friend�
>
>
>
> Maaf�saya baru online nih..cauz banyak banget
> pekerjaan yang harus saya selesaikan.
> Tau..tau..buka..eh banyak banget emailku..salah
> satunya ini, nih tulisan dari Jeng Lenni.
> Wah..bener..bener..bagus..and
> sangat..sangat..menyentuh kehidupan suami istri.
> Tulisan Jeng Lenni ini sampai saya cetak and saya
> sebarkan ke teman2 kantor, dan hasilnya mereka
> sangat senang sekali
> membacanya..sampai..sampai..jaga ujianpun teman
> sekantor saya bawa tulisan ini.
>
> Bahkan ada yg sampai di kirim ke calon suami teman
> saya. Kebetulan teman saya ini sebentar lagi mo
> maried, dia bela2in nelpon calon suaminya dipaksa
> untuk baca ini tulisan�wauw�surpise sekali..
>
>
>
> Sebenarnya tulisan ini bagus juga untuk dibaca oleh
> para suami2 tidak hanya untuk para istri saja.
> Adalah salah besar klo tulisan ini hanya
> diperuntukkan kaum wanita/istri saja. Karena
> bagaimanapun juga yang namanya sebuah perkawinan itu
> adalah berpasangan, antara suami dan istri.
>
>
>
> Dalam bukunya, Paul Subiyanto, Seri Inspirasi Suami
> Istri � MENUMBUHKAN COUPLE POWER �, beliau banyak
> menulis tentang petunjuk praktis yang dimaksudkan
> untuk �menggugah� para pasutri, bahwa ada hal2 yang
> perlu mendapat perhatian dalam hidup berkeluarga.
>
> Hal yang semestinya dialami oleh para suami-istri
> yang memilih hidup berpasangan. Mereka mesti
> menemukan kekuatan kekuatan dalam relasi untuk terus
> menerus ditumbuhkan dan ditimba sebagai inspirasi
> dalam menjalani hidup ini. Suami-istri yang mencoba
> mencari sumber kekuatan di luar relasinya dengan
> pasangan, jalannya pun akan terseok-seok bahkan tak
> jarang �rontok� di tengah jalan.
>
>
>
> Menumbuhkan Couple Power mencoba menggugah para
> pasutri untuk menoleh sejenak dan melihat bahwa
> mereka memiliki sumber kekuatan dalam relasi yakni
> couple power atau kekuatan pasangan.
>
>
>
> Perkawinan sedang menghadapi perubahan jaman yang
> begitu cepat dengan membawa tata nilai baru, pola
> perilaku dan gaya hidup baru, yang cenderung untuk
> kurang mempercayai lembaga perkawinan. Contoh2
> ambruknya perkawinan dan kehidupan suami-istri yang
> tidak bahagia dalam perkawinan, membuat kaum muda
> gamang untuk memasuki jenjang perkawinan. Sementra
> kebebasan untuk memilih apa yang terbaik untuk
> dirinya sendiri, serta tumbuhnya kemandirian baik
> secara finansial, sosial, dan emosional sebagian
> besar masyarakat yang mendapatkan pendidikan dan
> pekerjaan yang baik, membuat mereka merasa ragu
> apakah perkawinan itu suatu pilihan terbaik.
>
>
>
> Disini esther gunakan istilah Anda, agar lebih luwes
> dalan berbahasa, ok ??!!
>
>
>
> Berpasangan
>
>
>
> Ketika pria dan wanita mengambil untuk hidup bersama
> dalam ikatan perkawinan, maka hal ini bisa dimaknai
> bahwa Tuhan memanggil Anda untuk hidup berpasangan.
> Tugas Anda yang utama adalah saling membahagiakan
> pasangan, dengan memprioritaskan relasi sebagai hal
> terpenting dalam hidup Anda.
>
> Dalam relasi suami-istri, Anda belajar mengorbankan
> egoisme, mengendalikan diri, memberi dan berbagi,
> serta nilai-nilai yang lainnya.
>
>
>
> Menjadi Orangtua
>
>
>
> Setelah Anda dipanggil untuk hidup berpasangan dan
> belajar saling membahagiakan, Tuhan pun memanggil
> anda dan pasangan untuk tugas yang lebih mulia,
> yakni berpartisipasi dalam karya penciptanNya,
> menjadi orangtua bagi anak2 yang dititipkan Tuhan
> kepada Anda.
>
> Relasi Anda dengan pasangan ibarat lahan tempat
> benih2 ini akan tumbuh. Anda bisa bayangkan
> bagaimana jadinya jika benih ini jatuh pada lahan
> yang kering, berbatu, atau lahan penuh humus yang
> subur.
>
>
>
> Memilih Profesi
>
>
>
> Setiap orang akhirnya harus memilih profsi atau
> pekerjaan. Disamping sebagai sumber nafkah hidupnya,
> pekerjaan juga mesti dimaknai sebagai panggilan
> hidup. Artinya, Tuhan sudah memberi bakat dan
> kemampuan secara gratis untuk dikembangkan demi
> kepentingan dan tujuan mega proyekNya, yakni
> membaharui kehidupan di muka bumi ini. Pekerjaan dan
> profesi Anda semestinya dipahami dalam kerangka ini,
> bukan sekedar dorongan sempit egoisme saja.
> Penghasilan yang Anda dapat dari pekerjaan pun
> dipahami sebagai sesuatu yang bisa untuk
> membahagiakan keluarga dan orang lain.
>
>
>
> Panggilan hidup diatas ini saling terkait dan saling
> menunjang, tak mungkin bertentangan. Justru dengan
> memahaminya, Anda akan mudah membuat prioritas dalam
> hidup ini. Ambil contoh, pekerjaan Anda menyita
> energi dan waktu luar biasa sehingga anak2 dan
> pasangan terabaikan. Ini brarti panggilan Anda
> sebagai pasangan dan orangtua terabaikan, akibatnya
> panggilan Anda sebagai manusia pun mengalami
> kemerosotan. Hidup anda akan menjadi penuh makna
> jika Anda mampu menyeimbangkan panggilan hidup
> secara harmonis. Dan, Tuhan pun akan tersenyum
> bangga sambil mengacungkan dua jempolNya.
>
>
>
> Saling Membahagiakan
>
>
>
> Untuk bisa menumbuhkan Couple Power, saya akan
> membatasi pembicaraan pada panggilan sebagai
> pasangan. Sebagai orang yang dipanggil Tuhan untuk
> berpasangan sebagai umi-istri, tuhas utama Anda
> adalah bagaimana bisa saling membahagiakan.
> Perceraian pada umumnya dilakukan dengan alasan
> egoistis, �Aku tidak bahagia� atau �Aku tak
> mampu membahagiakan�. Perkawinan yang langgeng dan
> bertumbuh selalu dilandasi motivai untuk
> membahagiakan pasangan, ebaliknya orang yang
> mengejar kebahagiannya sendiri dan menuntut
> pasangannya untuk memberikan, justru akan berakhir
> dengan kehancuran. Hany orang bahagia yang bisa
> membahagiakan orang lain. Bagaimana mungkin orang
> yang tidak memiliki kebahagiaan akan bisa memberikan
> kebahagian kepada orang lain ? oleh sebab itu perlu
> digalinya kekuatan yang ada pada relasi kita dengan
> pasangan sehingga tugas utama untuk saling
> membahagiakan bisa dijalankan dengan baik.
>
>
>
> Anda Membutuhkan Pasangan
>
>
>
> Orang akan merasa bahagia bila kebutuhan
> emosionalnya terpenuhi, dan dalam pernikahan hanya
> pasanganlah yang bisa memenuhinya. Dengan kata lain,
> hanya pasanganlah yang bisa membahagiakan Anda.
> Demikian sebaliknya, hanya Andalah yang bisa
> membahagiakan pasangan.
>
> Persoalan yang sering muncul adalah, orang
> mendahulukan kepentingannya untuk terpenuhi
> kebutuhan emosionalnya. Padahl yang dilakukan
> semestinya, �karena saya membutuhkan bantuan
> pasangan untuk membahagiakan diri saya, maka
> terlebih dahulu saya akan membahagiakan pasangan
> saya�. Oleh sebab itu kenalilah kebutuhan2 emosional
> apa
=== message truncated ===
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - Easier than ever with enhanced search. Learn more.
http://info.mail.yahoo.com/mail_250
JALESVEVA YAYAMAHE
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/pelaut/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/