simple aja alasannya..

perusahaan sudah expect earning decline di atas 50%..

jadi faktor depresi (bukan resesi) sudah fully factored to the stock price.

Jadi berita jelek seperti GDP minus pun asal tidak terlalu dalam sudah
termasuk berita bagus.

Tinggal kita pilih aja..perusahaan yang bakalan survive (still profit) di
tengah badai ini bakalan surive dengan memberi kita gain berlipat.

2008/10/31 Kusni <[EMAIL PROTECTED]>

>  Naiknya DOW malam ini memang menimbulkan TANDA TANYA.  Dow tetap naik
> ditengah banyaknya bad news. Satu-satunya good news cuma penurunan suku
> bunga yang sudah expected jauh-jauh hari. Bandingkan dengan minggu lalu,
> waktu Dow ngotot turun sampai seluruh kepala negara di dunia ikut
> kelimpungan.
>
> Faktanya:
>
>    1. GDP US mengkerut, jelas-jelas resesi.
>    2. Kasus credit default swap yang kabarnya sampai 50 T usd itu masih
>    belum jelas benar ujung pangkalnya. Apa benar sudah beres seluruhnya dengan
>    "rencana" bail out pemerintah USD dan uni eropa? Padahal dana yang
>    disediakan kan cuman sedikit
>    3. Beberapa perusahaan besar sudah mengumumkan PHK besar2an. Walaupun
>    Amerika negara padat modal, tapi PHK mengindikasikan "modalnya sudah mulai
>    menipis"
>    4. PEnurunan suku bunga jadi 1%, bagi kaum bearish bisa saja diartikan
>    :"span untuk menurunan suku bunga tinggal 1% lagi, sedang duit pemerintah
>    sudah habis buat bail out"
>
>
>
> Salam
> Kusni
>
> --- In obrolan-bandar@yahoogroups.com, Andi Wahyudi <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
> >
> > Selama 3 minggu terakhir, pembantaian di Dow dilakukan selalu di hari
> Jumat malam.
> >
> > Tanya kenafa
> >
> >
> >
> > New Email names for you!
> > Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and
> @rocketmail.
> > Hurry before someone else does!
> > http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
> >
> 
>

Kirim email ke