Dari awal memang sudah disebutkan bahwa buy back tidak untuk melawan pasar.
http://www.detikfinance.com/read/2008/10/10/150807/1018236/6/buy-back-bumn-jangan-melawan-pasar Jumat, 10/10/2008 15:08 WIB *Buy Back* BUMN Jangan Melawan Pasar *Angga Aliya ZRF* - detikFinance *Jakarta* - Rencana pembelian saham kembali alias *buy back *yang akan dilakukan beberapa emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tertunda. Pasalnya, otoritas bursa memutuskan untuk kembali menutup perdagangan di BEI hari ini. Untuk itu, Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil menghimbau agar rencana *buy back* disiapkan lebih matang lagi dan tidak melawan pasar saat kondisi pasar buruk sekali. "Kita lihat lagi kondisi pasar, yang penting kita beri kesempatan mereka untuk *buy back* secara sukarela. Yang jelas kita tidak mungkin melawan pasar kalau kondisi pasar parah sekali seperti sekarang ini," jelasnya usai shalat Jumat di Gedung Garuda, Jakarta, Jumat (10/10/2008). Dengan tutupnya pasar, menurutnya ini kesempatan bagi emiten BUMN untuk mengakaji lebih matang tentang rencana *buy back* yang akan mereka lakukan. Ia menambahkan, saat ini seluruh BUMN sedang membuat laporan internal yang harus segera dilaporkan kepada Kementrian BUMN. "Paling cepat *buy back* bisa dilakukan Senin, ketika pasar dibuka kembali," imbuhnya. Pemerintah sendiri tidak memiliki target pelaksanaan *buy back* tersebut. Ia mengatakan, *buy back* tetap harus berpegang teguh pada prinsip tidak melawan pasar, karena tidak akan ada hasilnya. "Kalau misalnya pasar oke, kita *buy back*, kan bisa mnciptakan *market confidence*. Tapi kalau pasarnya speperti ini terus kita coba tahan, bisa tergulung kita," tuturnya. Ia juga meminta para BUMN yang akan *buy back* membuat SOP internal yg bagus. Pada harga berapa mereka masuk, supaya tidak ada konflik kepentingan. "Jangan sampai ada orang dalam yang punya saham juga, kalau dia *buy back*sahamnya sendiri kan bukan *buy back* namanya," pungkasnya. *(ang/ir)* http://www.antara.co.id/arc/2008/10/13/meneg-bumn-tegaskan-buy-back-bukan-untuk-melawan-pasar/ 13/10/08 14:11 Meneg BUMN Tegaskan "Buy Back" Bukan Untuk Melawan PasarJakarta (ANTARA News) - Menneg BUMN Sofyan Djalil menyatakan program pembelian kembali (buy back) saham BUMN tidak untuk melawan pasar, tetapi memberikan harapan dan kepercayaan kepada pelaku pasar bahwa saham BUMN sangat layak dikoleksi. Sofyan Djalil mengemukakan hal itu di Jakarta, Senin, terkait dimulainya "buy back" oleh 9 BUMN di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan saham sesi I Senin. Menurut catatan, sembilan BUMN yang mendaftarkan program "buyback" ke Badan Pengawas Pasar Modal-Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) adalah Aneka Tambang, Batubara Bukit Asam, Wijaya Karya, Semen Gresik, Jasa Marga, Adhi Karya, Perusahaan Gas Negara, Timah, Telkom. Sofyan menjelaskan, dana yang disiapkan seluruh BUMN tersebut mencapai sekitar Rp6 triliun, masing-masing tergantung kemampuan perusahaan. "Pelaksanaan "buy back" tidak akan jor-joran bahwa semua yang dijual harus dibeli. Tetapi mereka akan membeli secara teratur, dan terukur. Kapan waktunya... tanya mereka (BUMN Tbk)," katanya. Sementara itu Dirut PGN, Hendi P Santoso mengatakan, menyiapkan dana maksimal Rp450 miliar untuk program pembelian kembali (buy back) saham di pasar modal. "Dana untuk buy back Rp450 miliar dialokasikan dari pos laba ditahan (return earning) tahun lalu," kata Hendi. Ia berpendapat, program buy back merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menahan penurunan harga pada perdagangan di bursa saham. "Jadi tidak akan mengganggu kinerja operasional perusahaan," ujarnya. Sedangkan Dirut Jasa Marga, Frans Sunito juga mengatakan siap "buy back" dengan menyiapkan dana Rp300 miliar. "Maksimal Rp300 miliar, dari internal kas perusahaan," kata Frans. Menurut Sofyan Djalil, pada intinya program "buyback" bukan kewajiban, tetapi kesempatan bagi BUMN maupun emiten di pasar modal untuk menambah kepemilikan saham perusahaan. Kondisi seperti sekarang ini harga saham BUMN di pasar sedang dalam posisi rendah. "BUMN sudah positif ikut program ini, karena harga saham BUMN sangat murah, jadi kalau anda pegang saham BUMN saat ini ya... `hold` (tahan--red) saja," ujarnya. (*) COPYRIGHT (c) 2008 http://www.sinarharapan.co.id/berita/0810/14/uang03.html *Menneg BUMN: "Buy Back" Kesempatan Berinvestasi* Jakarta-Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil mengungkapkan, sejumlah perusahaan BUMN menyatakan telah siap melakukan buy back saham perusahaannya sebagai upaya membantu pemerintah menghadapi dampak krisis financial global. "Sudah ada beberapa BUMN menyatakan siap melakukan buy back dengan memberikan permintaan meski masih melihat harga pasarnya terlebih dahulu. Ini membuktikan saham BUMN cukup bagus," katanya seusai acara halalbihalal di Gedung Garuda, Senin (13/10). Namun demikian, ia mengatakan perusahaan BUMN tetap harus mengikuti prosedur dalam proses buy back tersebut. Menurutnya, program buy back bukan untuk melawan pasar tetapi memberikan harapan dan kepercayaan kepada pelaku pasar bahwa saham BUMN itu layak dibeli. "Buy back bukan kewajiban, melainkan kesempatan untuk berinvestasi," tuturnya. Ia juga mengatakan, kondisi pasar saat ini merupakan kesempatan langka yang jarang sekali terjadi. Pada intinya, lanjut dia, seluruh BUMN diberikan kesempatan untuk melakukan buy back karena harga saham sedang bagus. Dari sejumlah BUMN yang menyatakan siap, total nilai buy back diperkirakan mencapai sekitar enam triliun. Sejumlah perusahaan BUMN yang menyatakan siap di antaranya PT Timah, PT Bukit Asam, PT Aneka Tambang, PT Wijaya Karya, PT Adikarya, PT Jasa Marga, PT Perusahaan Gas Negara, dan PT Telkom. Terpisah, Presiden Direktur PT Jasa Marga Frans Sunito menyatakan, pihaknya siap buy back dengan menyiapkan dana Rp 300 miliar. "Maksimal Rp 300 miliar, dari internal kas perusahaan," kata dia. Ia juga mengharapkan buy back yang dilakukan hampir bersamaan dapat mendorong kenaikan harga saham. "Saat ini harga saham Jasa Marga sudah di bawah nilai buku (book value). Sudah turun hingga 50 persen, jadi saatnya untuk membeli kembali," katanya. (ellen piri) 2008/10/29 JsxTrader <[EMAIL PROTECTED]> > Wow..., Tbumi bigger than pemerintah???..., please. > > > >>TBUMI saja tak berani melawan market, apalagi pemerintah. > > > > > > ------------------------------------ > > + + > + + + + + > Mohon saat meREPLY posting, text dari posting lama dihapus > kecuali diperlukan agar CONTEXTnya jelas. > + + + + + > + +Yahoo! Groups Links > > > >

