Catatan moderator: - Laen kali pake huruf kecil
MBAH. TOLONG DISEBARLUASKAN. YANG KRISIS ADALAH USA & EROPA BUKAN INDONESIA. INDONESIA TERKENA DAMPAK ITU PASTI. TAPI DAMPAK SEBNARNYA DAN SEHARUSNYA TIDAK BESAR JADI KALAU ADA YANG MENYARANKAN BELI DOLLAR ITU KESALAHAN BESAR BISA JADI. MASA KITA MAU DISURUH MEMBELI MATA UANG NEGARA YANG SEDANG MENGALAMI MUSIBAH SUPER BESAR. KERUGIAN BANK2 DI USA KABARNYA US$1,4 TRILIUN DOLLAR, BAHKAN ADA YANG BILANG SAMPAI US$2,5 BAIL OUT CUMA us$ 700 MILIAR ITUNGAN KASAR MASIH KURANG US$700 YANG NGAJAK YA MAU NGAJAK MATI. KALAU NGAJAK PEGANG KAS BOLEHLAH. MASA NGAJAK PEGANG DOLLAR JADI PERSEPSI US$ KUAT ITU HARUS DIPIKIRULANG LAGI SAAT INI. MUNGKIN SUATU SAAT KUAT LAGI TAPI SEKARANG MESTINYA MELEMAH, JUGA TERHADAP RUPIAH. ORANG INDONESIA HARUS PERCAYA DIRI. DOLLAR SINGAPORE, HONGKONG JUGA MESTINYA GAK KUAT, KARENA PENGARUH FINANSIAL DI KEDUA NEGARA ITU JUGA BESAR. On 10/9/08, jsx_consultant <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Baca 5 langkah pemerintah stabilkan pasar: > > http://www.detikfinance.com/read/2008/10/09/180557/1017880/6/5-langkah- > pemerintah-stabilkan-pasar > > Ada satu langkah lagi yg tidak diumumkan (rahasia negara jangan > dibocorin ama pak Adler yah, ini buat milis OB doang). > > - Kalo IHSG turun lagi, SUSPEN lagi.... hehehe... > > > > >