*kira kira apa ya alasannya bei tidak dibuka
1. takut kalo bursa efek indonesia anjlok karena dow
ama regional turun
Faktanya : setelah hari raya idul fitri ihsg turun
juga mengikuti regional dan dow kalo kata pak erry
pada saat itu bilang karena market itu rasional jadi
udah pasti di adjustment
Saran: apa mau nunggu dow ama regional rebound baru
bursa efek indonesia di buka, okelah kalo satu hari
bisa rebound kalo sampe sebulan tidak buka bukankah
tidak bijak bila mensuspend bursa efek indonesia
selama itu
2. memberi kesempatan yang pake margin untuk top up
dana karena kalo tidak bakal di forced sell
Faktanya: sulit sekali memberikan kesempatan untuk top
up dana karena likuiditas di perbankan saja sudah
sedemikian tingginya, mungkin baru bisa setelah jual
aset untuk menutupi kewajiban top up margin
Saran: seperti yang pernah diinformasikan bahwa pasar
itu didominasi oleh fear and greed, nah yang greed ini
beli saham pake margin, sekarang sedang fear takut
harga turun dan disuruh top up margin, bijaknya sih
jangan mempergunakan margin dulu pada kondisi sekarang
3. memberi kesempatan untuk yang buy back merencanakan
pembelian dan menyediakan dana
kalo ini ga bisa komentar
4. menyelamatkan muka pemerintah
kalo ini sebaiknya tidak usah khawatir toh bursa di
seluruh dunia juga turun*
Re: Balasan: Re: [obrolan-bandar] CUMA TUTUP BURSA??
TANGGUNG BANGET
Posted by: "Bandar Bola" [EMAIL PROTECTED]
Thu Oct 9, 2008 9:52 pm (PDT)
Saya baca pendapat teman2 di OB dan di luar mengenai
suspensi BEI koq banyak
yang setuju BEI di-suspend ya. Saya cenderung
sependapat dengan Bp. Agus
Harimurti untuk tidak setuju suspensi yang lamanya
tidak menentu ini.
Kalo menurut saya apa yang dilakukan oleh BEI dengan
men-suspend bursa dalam
jangka waktu tidak tentu adalah tindakan yang tidak
bertanggung jawab.
Setuju aturan main yg sudah dibuat, setuju asing boleh
beli saham di BEI,
tapi tidak setuju kalo mereka mau jual dengan murah;
ibaratnya setuju kawin,
tapi kalo bunse tidak mau tanggung jawab dan langsung
jabang bayinya
di-aborsi saja. Analogi lain, mau main sepak bola,
tapi supaya tidak kalah
ama Brasil, bolanya di-umpetin wasit, tunggu sampai
pemain Brasil ketiduran,
baru bolanya dikeluarkan.
Keputusan untuk meliberalisasi market dengan membuat
rambu2 dan aturan2
untuk membuat pasar menjadi efisien itu khan keputusan
mereka2 juga. Kita
sebagai investor cuma ikut aturan yang sudah dibuat,
lha koq pas ada
kesempatan langka seumur hidup untuk bisa beli bisnis
bagus dan perusahaan
bagus di negeri sendiri, koq malah kesempatan itu
ditutup ya?
Pak EF sendiri pernah bilang bahwa index bakalan ke
3500 akhir tahun ini,
dan selalu rekomendasi untuk main jangka panjang dan
beli di saat harga
murah, lha koq sekarang ada kesempatan seperti itu
malah kesempatan itu
kelihatannya ditutup? Waktu beliau ngomong index
bakalan ke 3500 itu saja
sudah mendatangkan cemooh, karena tidak etis, koq ya
wasit ngomongin ramalan
skor akhir pertandingan bola, aya aya wae...
Saya sendiri terhadap BEI dan Bapepam sudah tidak
percaya lagi. Mereka itu
buat peraturan2 yang kadang2 tidak logis dan kadang2
aneh. Memang agak sulit
untuk memastikan mereka membuat regulasi yang benar2
bagus, kalo banyak
dugaan bahwa mereka juga main saham (ibarat main bola
dan jadi wasit
sekalian...) . Makanya saya sangat respek dengan
pengakuan dari Pak Danny
Eugene yang mengaku mainnya tidak di BEI, tapi di NYSE
(tapi bukan TLK dan
IIT khan ya Pak Danny, j/k...). Saya sich tidak begitu
percaya kalo
keputusan suspensi itu untuk menyelamatkan investor
kecil, karena dari
dahulu kala sampai sekarang yang namanya regulator
selalu mengatasnamakan
investor kecil untuk membuat peraturan yang sama
sekali tidak menguntungkan
investor kecil (ini ibaratnya pemerintah yang dari
dulu suka sekali
mengatasnamakan rakyat kecil untuk membuat peraturan
yang sebenarnya tidak
menguntungkan rakyat kecil). Kadang2 ironis juga ya,
kalo harga saham
dimainin pake perlu di-suspend segala, tapi kalo harga
kentang atau beras di
pasar pada jebluk, nggak ada tuch istilahnya pasar
kentang di-suspend.
Keputusan suspensi BEI ini adalah keputusan politik,
untuk face-saving
mukanya pemerintah (kalo pasar kentang mah nggak ada
yg ngurusin lah ya...).
Lucu juga ya, katanya makro fundamental ekonomi
Indonesia kuat, tapi
mempertanggung jawabkan omongan itu dengan membuka BEI
secara normal saja
nggak berani. Dari dulu juga orang tahu bahwa harga di
market itu tidak
selalu mencerminkan kondisi fundamental perusahaan,
nah sekarang disuruh
tanggung jawabkan omongan itu nggak berani.
Bagi saya sangat jelas, yang namanya harga di pasar
modal secara jangka
pendek tidak ada hubungannya dengan penciptaan
kekayaan atau kemiskinan
secara real. Dan karena harga di market itu bisa
irasional, maka saya sama
sekali tidak kuatir market BEI mau ke berapa juga.
Jauh lebih real pengaruh
harga pasar valuta dengan kesejahteraan masyarakat,
dan toch pasar valuta
tidak pernah di-suspend, karena BI sudah punya
mekanisme sterilisasi untuk
menyeimbangkan supply dan demand. At the end, yang
namanya harga itu banyak
faktor persepsi-nya, makanya suspensi di pasar valuta
itu sangat tabu,
karena dapat merusak persepsi mengenai ketersediaan
valuta di market.
Suspensi yang efektif cukup 1-2 jam saja dan harus
dibarengi dengan
sosialisasi ke masyarakat umum, bahwa harga tidak
normal murahnya, silakan
yang punya dana jangka panjang untuk beli saham
perusahaan2 yang dirasa
bagus saat ini, baik langsung maupun via Fund Manager
reksadana. Setelah
sosialisasi dilakukan, suspend dibuka deh, dan
perusahaan2 seperti Jamsostek
kasih contoh yang baik dengan beli barang bagus di
harga murah. Masak mau
buka suspend tunggu Dow dan regional market normal
dulu, wah logika berpikir
kayak begitu mah payah bener.
Bagi saya, jangankan BEI mau ke 1000, mau balik ke 100
juga so be it. Saya
tetap akan beli bisnis atau perusahaan2 yang
fundamentalnya tidak
terpengaruh banyak dengan krisis ini di harga yang
sangat murah. Bukankah
seharusnya cara berpikir Jamsostek seperti itu? Masak
berani invest belasan
trilyun waktu index di 2800, tapi nggak berani beli
perusahaan bagus dengan
harga murah di index 1000?
Atau jangan2 ini semua adalah bukti bahwa sebenarnya
BEI itu adalah kasino
tempat permainan yang namanya Money Game digelar.
Kalo benar Jamsostek berani beli dari market di index
2800, jangan2 itu
belinya dari bandar yang mau cuci gudang, dan sekarang
giliran Jamsostek
yang cut-loss di index 1000-an untuk dijual ke bandar
lagi (toch bagi
management Jamsostek ini khan bukan duitnya, dan masih
bisa nge-les sebagai
resiko investasi).
Atau emiten buy-back pake uang perusahaan dari bandar
yang cuci gudang di
harga mahal, sekarang giliran bandar cari barang lagi
di harga murah.
Kalo benar ini yang terjadi, shame on you, para
regulator BEI, karena
sebenarnya Anda tahu apa yang terjadi tapi Anda tidak
melakukan apa yang
seharusnya Anda lakukan untuk menjaga kredibilitas dan
integritas bursa.
Just my 2 cents, jangan ada yang tersinggung ya...
Regards,
Bandar Bola
NB:
1. Posisi cash vs stock saya selalu terjaga di angka
persentase tertentu,
sehingga market mau ke mana juga saya selalu punya
dana untuk rebalancing
portofolio saya.
2. Saya sama sekali tidak ada posisi short, baik
naked-short maupun
terhadap saham2 long-term portfolio saya; karena bagi
saya naked short itu
saat ini illegal, dan jual saham bagus di harga murah
sama dengan melecehkan
akal sehat.
2008/10/10 Agus Harimurti <agus.harimurti@ yahoo.co.
id>
> Nggak bozz....gue nggak mau jualan...sudah clean up
sejak bulan
> april....
>
> Menurut gue bursa ditutup gak ada pengaruhnya hanya
menambah kecemasan dan
> menunjukkan ketidakkonsistenan. ..Buktinya minggu
lalu bursa sudah disuspend
> selama 4 hari selama libur lebaran....Yang terjadi
begitu buka menurut gue
> bukan (minimal belum) penurunan tapi HANYA
PENYESUAIAN dari libur lebaran
> yang seandainya buka pasti akan merah meriah....
>
> Jadi kalaupun senen/selasa/ rabu...Bursa dibuka
pasti akan turun juga selama
> kebutuhan likuiditas global belum selesai....Yang
repot kan pemilik
> reksadana gak bisa redeem karena bursanya
tutup....Sekalinya buka langsung
> jebol gak karu-karuan (lihat aja nanti)....Kalau
dibuka turunnya bertahan 5%
> sehari maka masih bisa jualan....Kalau ditutup pas
buka...Akumulasi
> penurunan selama bursa tutup akan terjadi dalam
sehari atau malah satu sesi
> dan bisa jadi cuma sejam....
>
>
>
>
>
> .
>
>
>