CPRO dgn kondisi harga sekarang sudah termasuk SANGAT UNDERVALUE. 
Meminjam istilah PHIL TOWN , maka CPRO termasuk saham yg lagi 
didiscount gede2an. Sebelum mengakuisisi DIPASENA , CPRO memiliki 
tambak udang (PONDS) sebanyak +/- 3.900 unit dengan menghasilkan EPS 
sebesar Rp 13 ( tiga belas rupiah ). DIPASENA yg diakuisisi itu 
terdiri dari PT WACHYUNI MANDIRA dan PT ARUNA WIJAYA SAKTI. PT WM 
memiliki sebanyak 4.709 PONDS sedangkan PT AWS memiliki 5.908 PONDS. 
Sampai saat ini PT WM PONDSnya sudah beroperasi sedangkan PT AWS 
mulai revitalisasi bulan JUNI 2008 selesai JUNI 2009. Dengan 
menggunakan metode YOSPRO kita dapat menghitung EPS yg dihasilkan 
oleh PT WM sebesar Rp 14 ( Empat belas rupiah) sedangkan PT AWS 
sebesar Rp 15 ( Lima belas rupiah ). Dengan demikian kita dapatkan 
EPS keseluruhan dari CPRO adalah sebesar Rp 42 ( Empat puluh dua 
rupiah) Dengan kondisi bursa yg kurang kondusif CPRO saat ini 
diperdagangkan dengan PER 12 kali. Jika kita menggunakan PER 12 maka 
kita dapatkan harga wajar CPRO adalah sebesar RP 504,--.
Analisis pergerakan saham CPRO:
Harga CPRO dalam beberapa bulan terakhir kelihatannya sengaja ditekan 
ke bawah. Ada beberapa asumsi yg dapat digunaka:
1. Bandar sengaja menekan harga supaya banyak yg cut loss sehingga 
bandar dapat barang bawah ( ASUMSI NEGATIF THINKING)
2. Bandar sengaja menekan harga ke bawah supaya yg pegang warrantnya 
untungnya NGGAK TERLALU BANYAK. INGAT CPRO mengeluarkan warrant 
sebanyak 4 seri : CPRO-W1,2,3,4. Coba bayangkan yg memegang warrant 
CPRO yg didapat dari IPO. Dengan diexercise harga sekarang setiap 
jenis warrant itu memberikan keuntungan sebesar 100%.

CPRO dengan harga sekarang memberikan peluang keuntungan yg 
menggiurkan. Cocok untuk investor.

Tulisan ini tidak memberikan rekomendasi beli. Keputusan investasi 
tergantung dari perhitungan masing2.

Kirim email ke