CPO bukan hanya untuk minyak goreng, tetapi untuk banyak kebutuhan spt sabun
dan detergent. CPO dikenakan PE segitu tinggi sehingga eksport menjadi tidak
menarik. Yg menjadi pertanyaan apakah pabrik di dalam negri mampu mengelolah
CPO yg dihasilkan kebon dalam negri? Dgn harga yg spt saat ini 3400-an akan
membuat kebon di Malaysia semakin jaya sedang dari Indo sulit masuk ke pasar
krn adanya PE apalagi harga naik diatas 3600 maka kebon di Indo kurang
berminat masuk pasar kecuali harga melonjak tinggi hingga diatas 4000 yg
akan membuat kebon dalam negri melakukan eksport krn setelah dipotong PE 25%
masih akan lebih tinggi dibanding saat ini. Untuk PPN turun 10%, jawabannya
seperti kalimat ketiga diatas.

2008/2/5, bernanke20551 <[EMAIL PROTECTED]>:
>
>   Pajak export naik progressif max 25% sedangkan PPN turun 10% ...
> ahirnya yang untung bukannya perusahaan perkebunan yang export ?
>
> 
>

Kirim email ke