Korekse, krisis subprime tdklah sesederhana macetnya KPR biasa ala Indonesia.
Subprime adalah kredit yg diberikan kepada golongan masyarakat yg sesungguhnya kemampuan financial nya rendah (mencicil), krn resiko lbh tinggi tentu bank2 memberi rate yg lbh tinggi pd kredit subprime ini. Sialnya bank2 menjadi tll pede memberi kredit subprime dan byk developer jg menggunakan fasilitas ini utk mendongkrak kredit besar2 an. Akibatnya orang2 yg kalo survey kelayakan kreditnya benar tdk mungkin memperoleh kredit jadi mudah dpt kredit. Belum ditambah produk turunan dr subprime mortgage ini, efek beragun aset dll. Efek ini lantas dibeli lembaga2 keuangan2 raksasa. Ketika masyarakat kesulitan mencicil rumah, akhirnya nilai surat berharga td anjlok, dan bank2 pun mencatat rugi besar2an. Ini agak mirip dgn kasus kredit motor di Indonesia, begitu mudahnya org mengajukan kredit motor (perhatikan bahwa rate kredit motor jauh lebih besar drpd mobil) sehingga saat ini mulai banyak kredit motor yg macet. Bahaya serupa jg ada di kartu kredit, untungnya BI tanggap setelah melihat bank2 jor2an menawarkan kartu kredit, dan thn lalu menaikkan batas pembayaran min menjadi 10% dr tagihan dan menentukan minimum penghasilan seseorang utk dpt diberikan kartu kredit mengacu pd UMR setempat. Salam, jon castello <[EMAIL PROTECTED]> wrote: subprime mortgage mungkin terjadi akibat kenaikan suku bunga AS yang terus -meneruss sehingga mau tidak mau harga jual rumah juga harus dinaikan, untuk ,enutupi kerugian akibat kenaikan suku bunga. karena harga naik, maka masyarakat tidak mampu membeli rumah, yang mengakibatkan kredit macet luar biasa ini. saat ini AS kelimpungan (atau mungkin pura - pura kelimpungan, bikin resesi - resesi-an agar dollar melemah supaya produknya bersaing dengan china) karena kredit macet dan defisit perdagangan yang makin besar, pengangguran makin tinggi da berbagai masalah lainnya.. untuk mengatasi itu, maka suku bunga secara tiba - tiba diturunkan dan mungkin bisa turun lagi agar dollar makin melemah.... AS ga bodoh, pastilah sebelumnya mereka (insider) sudah tau pasti suku bunga akan diturunkan, mereka tau pasti sudh jauh - jauh hari ambil tindakan, tapi pura - pura ga tau, pas bursa cras seduia, mreka pura - pura terlhat bingung... bedanya orang AS dan Asia (khususnya indo) kalau AS itu penuh persiapan dan planning orang indo cenderung reaktif liat aja hotel - hotel yang bookingnya kosong, tiba -tiba h-1 langsung penuh... AS ga sebodoh itu, tetap hati - hati... --------------------------------- Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.