Kamis, 15 Nov 2007,
Tolak Tambah Produksi
OPEC Tanggapi Permintaan Menteri Energi Amerika
RIYADH - Desakan AS agar Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) mau
meningkatkan produksi tidak bergayung sambut. Sekjen OPEC Abdullah al-Badri
menegaskan tidak alasan yang kuat bagi organisasi tersebut untuk menambah
produksi saat ini.
"Kami belum melihat kebutuhan untuk menambah pasokan. Pasokan minyak di pasar
masih cukup. Tidak ada kekurangan," ujarnya dalam jumpa pers di Riyadh kemarin
(14/11) menjelang KTT OPEC akhir pekan ini. Jawaban itu sekaligus merespon
pertanyaan mengenai penurunan cadangan minyak beberapa minggu lalu di AS dan
Jepang.
Selasa lalu, Menteri Energi AS Samuel Bodman minta OPEC menyetujui awal pekan
ini menaikkan produksi guna mengatasi lonjakan harga maupun menyusutnya
cadangan minyak dunia. AS berharap kenaikan produksi diwujudkan dalam pertemuan
OPEC di Abu Dhabi awal bulan depan.
Para pejabat OPEC memastikan tidak akan pembicaraan soal kebijakan menaikkan
produksi dalam pertemuan di Riyadh pada 17-18 November nanti. Hal itu mungkin
baru dibicarakan dalam pertemuan formal di Abu Dhabi pada 5 Desember mendatang.
Menurut Badri, keputusan final soal produksi minyak akan diambil pada pertemuan
menteri OPEC 5 Desember nanti. "Kami (OPEC) akan beberkan angka-angka temuan
kami kepada para menteri. Keputusannya bergantung pada mereka," katanya.
"Tetapi, saya ingin sampaikan kepada Menteri Energi (AS) bahwa kami tidak
melihat kelangkaan suplai saat ini," lanjutnya.
Dia juga menegaskan, sejauh ini tidak ada alasan harga minyak mencapai USD 100,
seperti yang terjadi pekan lalu. Dia terus menyalahkan kemacetan kilang, isu
geopolitik, dan melemahnya dolar AS sebagai pemicu lonjakan harga. Padahal,
pertengahan Agustus lalu harga minyak dunia di bawah USD 70 per barel.
"Tidak ada alasan fundamental sehingga harga minyak mendekati USD 100. Kami
juga tidak ingin campur tangan dengan kebijakan di negara-negara konsumen,"
terangnya. "Kami frustrasi dan kecewa dengan anggapan bahwa kami (OPEC) terkait
(dengan lonjakan harga minyak)," lanjut dia.
Harga minyak dunia kembali rebound dan menunjukkan tren stabil. Dalam
perdagangan siang kemarin, harga light sweet crude di New York untuk pengiriman
Desember berada di level USD 91,43 per barel. Pada penutupan perdagangan Selasa
lalu, harga minyak berkisar USD 91,17 per barel. Itu berarti lebih rendah
dibandingkan minggu lalu yang menembus USD 98,62 per barel.
Harga minyak Brent North Sea juga stabil. Kemarin, harga Brent North Sea crude
untuk pengiriman Desember berada di level USD 89,14 per barel di pasar London
atau naik USD 31 sen dibandingkan sehari sebelumnya. Selasa lalu, harga minyak
jenis ini anjlok USD 3,15 menjadi USD 88,83 per barel. Padahal, pekan lalu
mencapai rekor USD 95,19 per barel. (AFP/Rtr/erm)
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com