UNSP masa kalah sama supir GZCO... :)
JAKARTA (Bisnis.com): Permintaan karet alam (natural rubber) dari China meningkat, tetapi pasokan agak berkurang karena pengaruh El Nino yang menurunkan produksi getah karet. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Asril Sutan Amir mengakui permintaan karet dari China meningkat sehingga harga komoditas tersebut terus bergerak naik. "Produksi sedikit berkurang, tetapi permintaan terutama dari China meningkat sehingga terus mendorong harga karet," ujarnya kepada Bisnis, hari ini. Dia menjelaskan terjadi penurunan produksi karet, terutama di Thailand sejak Februari tahun ini, karena adanya gugur daun yang diperkirakan akan berlangsung hingga Mei mendatang. Hal tersebut, lanjutnya, juga dialami Indonesia sehingga harga karet terus naik yang didorong juga oleh peningkatan harga minyak mentah yang masih berada di atas US$80 per barel. Faktor lain, kata dia, jika nilai tukar rupiah menguat, maka produsen tidak mau menjual dengan harga murah. Beberapa harga produk yang terkait karet naik a.l. carbon black sebesar 13% pada kuartal I/2010 dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, steel cord naik sebesar 13%, karet alam naik hingga 38%, sedangkan tire cord naik hanya 1%. Gapkindo menyatakan harga karet akan terus bertahan tinggi di atas US$3 per kg menyusul penurunan produksi karet dari Indonesia, Thailand dan Malaysia sebagai produsen terbesar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), harga karet sepanjang Maret lalu rata-rata US$3,43 per kg. Menurut Asril, penurunan produksi karet tersebut disebabkan curah hujan yang cukup tinggi sejak awal tahun ini. "Supply [pasokan] karet ketat, otomatis harga masih terus bertahan tinggi." Forex Trading & Forum, Free Forex Robot , Free Forex Ebook