--- In [email protected], boyz® <m457...@...> wrote:
>
> sama aja kayak pertanyaan: kenapa BOZZ belanja, harga malah turun...
> 
> kenapa big fund keluar, harga malah naik?
> itulah beda-nya antara "smart money" dengan dgn "big money" biasa.
> Big money biasa cuma punya analisa saham dan analisa market aja, ga punya
> strategi untuk selalu advance dalam segala hal, termasuk "saat keluar".
> 
> smart money (namanya aja udah smart, dinamain gitu ya karena smart lah,
> hehe...) dari awal udah ada yg namanya *plan*, *strategy*, *scenario*, atau
> apalah namanya... tapi intinya udah punya rencana.
> 
> dari sebelum masuk, udah dipikirin. What (sahamnya apa), where (broker2),
> when (timing)... how ...
> begitu jg saat masuk fase "mark up", udah dipikirin dari sebelumnya (walau
> kadang2 pakai pola lama).
> Sampai saat menuai... exit strategy udah direncanain jugalah when and
> how-nya.
> 

Penjelasan dari P. Boyz di atas adalah detail utk membedakan antara big player 
dan BD...
Kesamaan di antara mereka adalah big money.
Bicara smart atau tidak itu sudah hukum alam, selalu ada 2 sisi berlawanan di 
dunia ini.

Simple case, selama ini kita sering bicara ttg GL.
Sebenarnya buat saya mereka itu bukan BD tapi masih taraf big player yg mampu 
menguasai pergerakan saham xxxx pada waktu tertentu.

Sedangkan BD, ini memang agak rumit, apalgi dilihat dr view seorg trader.
Karena bicara target waktu maupun harga, BD seringkali lebih panjang dan 
terencana.
Simple case adalah "back door listing" dari DOID.

Selama ini untuk memudahkan komunikasi di OB, kelihatan semua di-"pukul rata" 
pokoknya semua bisa jadi "Bandar", sesuai dengan nama waroeng-nya atau 
tongkrongannya saat ini, hehehe....

Buat saya; tdk penting tahu atau kenal dg seorang, se-gerombolan, se-kampung, 
dst..."bandar";  yg lbh penting adalah kita dapat MANFAAT atau tidak?


> Salam,
> 
> 


Kirim email ke