Jan. 7 (Bloomberg Multimedia) -- The Federal Reserve is likely to keep interest rates low for a longer period than traders anticipate as U.S. inflation remains subdued and the economy grows less than its potential, an analysis shows.
http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=20601109&sid=a_oY46gAxhHA&pos=10 --- In obrolan-bandar@yahoogroups.com, Hendri Cendra Arcan <han...@...> wrote: > > http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/12/21/13462564/Bagaimana.Nasib..Dollar.AS.2010 > > > Senin, 21 Desember 2009 | 13:46 WIB > KOMPAS.com - Pada akhir 2009 kita melihat fenomena penguatan dollar AS > terhadap mata uang utama lainnya. Apakah penguatan dollar AS tersebut > akan menjadi tren di 2010 atau hanya sementara saja? > > Dollar AS telah tertekan cukup lama hampir sepanjang tahun 2009 karena > mulai pulihnya perekonomian baik di AS maupun di luar AS. Stimulus > besar-besaran yang dikucurkan oleh pemerintahan negara-negara dunia > sangat membantu negara-negara yang terpuruk perekonomiannya untuk > keluar dari keterpurukannya. Investor pun mulai mencari dan menanamkan > dananya ke investasi yang menawarkan imbal hasil yang lebih besar > dibandingkan dengan dollar AS. > > Di pasar keuangan, nilai produk-produk investasi bergerak naik. Indeks > saham, komoditas, dan mata uang ber-yield tinggi, semuanya berada di > level atas. Sentimen investor telah berkembang menjadi positif > terhadap pemulihan ekonomi. > > Data-data fundamental ekonomi yang telah dirilis tahun 2009 > menunjukkan peningkatan walaupun masih belum stabil. Dimulai dari > kawasan uni Eropa yang sudah mulai lebih dahulu keluar dari resesi. > Jerman dan Perancis, dua negara dengan perekonomian terbesar di Uni > Eropa, telah keluar dari resesi pada akhir kuartal ke-2 disusul oleh > Jepang juga keluar dari resesi pada akhir kuartal ke-2. Keseluruhan > uni Eropa telah berhasil keluar dari resesi pada kuartal ke-3 demikian > pula dengan AS yang pertumbuhan GDP-nya pada kuartal-3 sangat luar > biasa. > > Dengan pertumbuhan GDP yang sudah positif dan didukung dengan > data-data fundamental ekonomi lainnya yang sudah mulai membaik, > sekarang muncul wacana kapan pemangku kebijakan mulai melakukan exit > strategy untuk menarik stimulus. > > Bank sentral Australia sudah menaikan suku bunganya sebanyak 3 kali > menjelang akhir 2009. Total kenaikan sebesar 75 basis poin menjadi > 3,75 persen. Di Eropa, kepala bank sentral Eropa, Trichet sudah > melemparkan wacana untuk menarik stimulus. Dan di AS pun muncul wacana > yang sama. Banyak analis memperkirakan Federal Reserve akan > mempercepat kenaikan suku bunga AS yang kemungkinan terjadi pada > pertengahan 2010 dengan mempertimbangkan kondisi sektor tenaga kerja > yang laju penghentian tenaga kerjanya mulai turun drastis. > > Data Non Farm Payroll terakhir menunjukkan penurunan yang luar biasa > pada laju penghentian tenaga kerja tersebut, dari minus111 ribu orang > pekerja pada bulan Oktober menjadi hanya minus11 ribu orang pekerja > pada bulan November. > > Wacana tersebut sempat membuat dollar AS menguat terhadap mata uang > dunia. Tapi apakah penguatan dollar AS ini akan berlanjut di 2010? > > Dalam rapat kebijakan terakhir 2009, Federal Reserve masih > mengeluarkan pernyataan yang sama seperti rapat sebelumnya yaitu > mempertahankan suku bunga rendah untuk waktu yang belum ditentukan. > Tapi pernyataannya lebih optimistik dibandingkan sebelumnya dengan > menambahkan bahwa perekonomian terus membaik dan penurunan dalam pasar > tenaga kerja sudah berkurang. > > Tampaknya bank sentral AS ini masih akan menunggu perkembangan > data-data ekonomi hingga pertengahan tahun 2010 sebelum memutuskan > untuk menaikkan suku bunganya. > > Pemerintah AS sampai akhir 2009 juga masih mempertahankan beberapa > stimulus dan bahkan memperpanjangnya hingga tahun 2010. Beberapa > stimulus yang diperpanjang antara lain, TARP, sektor perumahan, sektor > lapangan pekerjaan dll. Hal ini menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi > yang ada sekarang masih belum stabil dan masih menyimpan resiko > ekonomi dapat kembali masuk ke lubang resesi. Menurunkan tingkat > pengangguran yang tinggi menjadi isu utama di 2010. > > ECB juga tampaknya masih akan mempertahankan suku bunga untuk > sementara waktu. Dalam konferensi pers menanggapi keputusan suku bunga > yang terakhir, Presiden ECB, Jean Claude Trichet tidak memberikan > indikasi untuk menaikan suku bunga dalam waktu dekat tapi sudah > memberikan indikasi untuk menarik sebagian stimulusnya. > Sementara Inggris masih tertinggal dibandingkan AS dan uni Eropa. > > GDP Inggris masih negatif yang berarti belum keluar dari resesi > sehingga kemungkinan masih mempertahankan kebijakan moneter yang > longgar untuk waktu yang lebih lama. Satu hal yang bagus dari Inggris > adalah data jumlah orang yang mengklaim tunjangan pengangguran > mengalami penurunan tajam yang menandakan pasar tenaga kerja mulai > membaik. > > SNB (Bank sentral Swiss) akan menarik stimulus dengan menghentikan > pembelian obligasi perusahaan di 2010. Banyak analis memperkirakan SNB > kemungkinan akan mulai menaikkan suku bunga pada akhir 2010. > > Bank sentral Jepang (BOJ) masih bergulat dengan ancaman deflasi yang > melanda Jepang sehingga kemungkinan BOJ belum akan menaikkan suku > bunga di 2010. Selain itu BOJ juga menghadapi penguatan yen yang cukup > tajam terhadap dollar AS yang sangat mengganggu perekonomian Jepang > yang sebagian besar bergantung pada ekspor. > > BOJ pada Desember 2009 mengadakan rapat darurat untuk mengatasi hal > ini dan menghasilkan kebijakan dengan menawarkan likuiditas sebesar 10 > triliun yen untuk masa 3 bulan dengan bunga 0,1 persen kepada > perbankan. Langkah ini mampu membuat yen melemah terhadap dollar AS. > > Bank sentral Australia (RBA) yang sudah menaikkan suku bunga pada 2009 > hingga tiga kali tampaknya mulai melunakkan kebijakan kenaikan suku > bunganya untuk awal 2010. Pejabat RBA mengatakan bahwa suku bunga yang > ada sekarang sudah kembali normal yang memberikan pesan ke pasar bahwa > kenaikan suku bunga di 2010 tidak akan terlalu agresif. > > Perubahan kebijakan bank sentral, apapun itu, masih menunggu > perkembangan data-data fundamental ekonomi pada kuartal I dan II. > Kestabilan kenaikan angka-angka data fundamental ekonomi inilah yang > ditunggu para pengambil kebijakan untuk menaikkan suku bunga ataupun > menarik stimulus. (AT/Senior Research & Analyst Monex) > > > > > Editor: Edj > > Sumber : www.mifx.com >