Saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menjadi fokus perhatian pelaku pasar karena serunya kabar konsorsium Goldman Sachs, Farallon dan Robert Kuok akan melepas 17% sahamnya di harga minimal Rp 1.200.
Suryadi Candra Kasih, Head of Research PT eTrading Securities, Senin (27/4/2009) dalam previewnya mengatakan dengan harga jual sebesar itu, maka investor akan menjual sahamnya di harga minimun Rp 1.200 atau 20% lebih tinggi dari harga penutupan Jumat (24/4/2009) dan 9% di atas harga IPO Rp 1.100. Pemegang saham Adaro tidak ada yang mayoritas. Pemegang saham terbesarnya adalah PT Tripuro Investindo 13,34% dan PT Persada Capital Investama 11,01%. Pemegang saham lain yang jumlahnya di atas 5% adalah Garibaldi Thohir 7,8%, Goldman Sachs 9,94%, Citibank/Saratoga 14,93%, PT Trinugraha Thohir 7,8% dan UBS-Atticus Investments 5,74%. Sementara Direktur/Corporate Secretary Adaro, Andre Johannes Mamuaya ketika dihubungi detikFinance Senin (27/4/2009) mengatakan aksi tersebut adalah kepentingan pemegang saham sehingga manajemen tidak bisa memberikan komentar. "Saat ini tidak ada informasi material, itu urusan pemegang saham," kata Andre. --- In [email protected], "bejwatch" <peter.law...@...> wrote: > > > Kalo benar, hari ini offer dikosongin aja dong.... he he he > > > --- In [email protected], Data Saham <datasahamku@> > wrote: > > > > > > jangan jual ADRO di bawah 1.200... > > > > > > JAKARTA: Konsorsium Goldman Sachs, Farallon, Citi, dan konglomerat > > Robert Kuok berencana menjual 17% saham atau 5,44 miliar saham > > perusahaan tambang batu bara PT Adaro Energy Tbk pada harga minimal > > Rp1.200 per saham. > > > > > > > > > > Seorang manajer investasi yang mengetahui proses penjualan saham itu > > (placement) mengatakan proses penjualan saham perusahaan tambang batu > > bara terbesar kedua tersebut di Indonesia itu tengah berlangsung. > > Apabila dikalkulasi, total penjualan 17% saham Adaro tersebut mencapai > > Rp6,53 triliun. > > > > > > > > > > "Penjualan saham Adaro diperkirakan rampung pada awal bulan depan. > > Konsorsium penjual meminta harga minimal Rp1.200 per saham," ujarnya > > kepada Bisnis pada akhir pekan lalu. > > > > > > > > > > Beberapa calon pembeli dari China, India, Jepang, Korea, dan Eropa > > menyatakan berminat membeli saham perusahaan tambang batu bara > > tersebut. "San Miguel juga dikabarkan berminat membeli saham Adaro." > > > > > > > > > > Robert Kuok, konglomerat Malaysia yang menduduki peringkat ke-97 orang > > terkaya dunia versi majalah Forbes tahun lalu, diperkirakan memiliki > > saham Adaro melalui Atticus Investments Pte Ltd. > > > > > > > > > > > > Sekretaris Perusahaan Adaro Andre Mamuaya mengaku mendengar dari media > mengenai penunjukan Goldman dalam penjualan saham itu. > > > > > > > > > > Indonesia Country Manager Goldman Sachs (Singapore) Pte Charles > Gunawan > > menolak berkomentar. "Wah saya tidak bisa komentar. Hubungi saja > > komunikasi perusahaan kami di Hong Kong," tuturnya. > > > > > > > > > > > > Premium 20% > > > > > > > > > > Jika mengacu pada harga minimal Rp1.200, berarti konsorsium penjual > > meminta harga premium 20% dibandingkan dengan harga penutupan saham > > Adaro pada Jumat pekan lalu di posisi Rp1.000 per saham. Dengan harga > > penutupan itu, kapitalisasi pasar Adaro mencapai Rp31,98 triliun. > > > > > > > > > > Analis PT Optima Securities Ikhsan Binarto mengatakan harga penjualan > > di atas Rp1.200 berarti premium atau lebih tinggi dari harga perdana > > saat Adaro mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia Rp1.100. > > > > > > > > > > > > Harga jual hanya sedikit lebih tinggi dari harga perdana karena harga > pasar juga masih lebih rendah. > > > > > > > > > > "Kalau pasar kondusif bisa saja harga saham Adaro naik ke level > Rp1.200 > > pada bulan depan [saat proses penjualan ini diharapkan tuntas]." > > > > > > > > > > Berdasarkan data Bloomberg, rasio harga saham dibandingkan dengan laba > > bersih per saham (price to earning ratio/PER) Adaro kini mencapai > 18,37 > > kali, paling mahal dibandingkan dengan PER saham perusahaan tambang > > batu bara lainnya. > > > > > > > > > > PER PT Bumi Resources Tbk, yang berkapitalisasi pasar Rp25,03 triliun, > > pada Jumat pekan lalu hanya 3,59 kali, termurah dibandingkan dengan > PER > > emiten batu bara lainnya. > > > > > > > > > > Saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk, yang berkapitalisasi pasar > Rp15,82 > > triliun, pada akhir pekan lalu diperdagangkan dengan PER 6,39 kali, > > sedangkan PER saham PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk mencapai 11,60 > > kali. > > >

