|
| | Source: http://www.detiknews.com/read/2008/12/24/111935/1058833/103/negara-neraka-satu-satunya-di-dunia
Jakarta - Mayoritas rakyat Indonesia bakal menjadi
‘penghuni neraka’. Kisarannya diprediksi mencapai 60%-80%. ‘Calon
penghuni neraka’ itu terdiri dari golongan putih (golput) yang tidak
mau mencoblos dalam Pemilihan Umum (pemilu), serta para ‘ahli hisap’
(perokok). Warga macam itu ‘sudah didaftarkan’. Tinggal menunggu fatwa,
maka ‘resmi’ sudah julukan sebagai ‘ahli neraka’. Walah walah walah !
Ini
mungkin ‘negara neraka’ satu-satunya di dunia yang bakal masuk The
Guinnes Book of Records. Sebab hanya dalam hitungan bulan, dua
‘kebiasaan’ warga negeri ini bakal diharamkan. Haram untuk dilakukan.
Label
haram pertama akan ditempelkan pada ‘kebiasaan’ rakyat yang tidak
menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan eksekutif dan legislatif. Tak
disoal alasan rakyat itu karena yang dipilih suka korupsi, gampang
umbar janji dan tidak amanah. Label itu ‘digebyah-uyah’, diberlakukan
sama bagi setiap warga Negara Indonesia.
Cap haram yang kedua
bakal disandangkan pada perokok. ‘Ahli hisap’ yang jumlahnya
‘naudzubillah’ itu akan diberi sanksi sama. Rokok akan diharamkan,
tidak dihitung itu merupakan lahan untuk berburu rezeki atau bakal
menimbulkan efek domino, menyeret sektor lain ambruk bareng-bareng.
Yang
mendaftarkan golput haram adalah Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. Dia
menyarankan organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU),
Muhammadiyah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjatuhkan ‘vonis’
haram bagi rakyat yang tidak mau nyoblos (nyontreng). Sedang rokok
‘haram’ selentingannya menjadi agenda utama dari MUI yang bakal
bermusyawarah di bulan Januari 2009.
Membayangkan bakal
datangnya ‘neraka’ akibat melanggar ‘yang diharamkan’, maka sudah
terbentang ‘neraka-neraka kubro (kecil)’ yang akan memperpuruk keadaan.
Di tengah kota lapak-lapak penjaga sektor riil agar tetap bergerak akan
bertumbangan bak terkena radiasi nuklir. Sedang di jalur pantai utara
(pantura) yang menjadi sentra tembakau, tangis menyayat kemungkinan
akan berubah menjadi jeritan pilu.
Yang paling parah terkena
dampaknya adalah Jawa Timur. Sejak Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Madura
sampai Jember hingga Banyuwangi para petani tembakau dan cengkeh akan
‘kaing-kaing’ karena kehilangan mata pencarian inti. Sedang Kota Kediri
serta Kudus Jawa Tengah bakal berubah jadi kota mati karena mayoritas
penduduknya yang hidup sebagai pelinting rokok akan kehilangan
pekerjaan.
Mengharamkan golput dan rokok belum ‘tentu’ membawa
ke neraka di kehidupan nanti, tapi hampir pasti telah memberi kepastian
menciptakan ‘neraka’ dunia. Rakyat bawah teraniaya. Kehilangan
pendapatan, lapar perut dan ‘lapar’ aktivitas yang kemungkinan
membuatnya gelap mata untuk melakukan protes khas wong cilik. Dan
ngamuk dengan gaya ngawur bukan sesuatu yang muskil terjadi.
Memang
secara etimologis, halal dan haram tidak menakutkan. Kata itu merujuk
pada arti boleh dan tidak boleh, sah dan ilegal, suci dan tidak suci,
serta keramat dan tidak keramat. Tapi jika kata itu dilambari keimanan,
maknanya benar-benar menyeramkan. Soalnya halal merupakan jalan menuju
surga yang dijanjikan, sedang haram berdampak siksa di neraka jahanam.
Haram dan halal dalam konteks ini memang untuk hukum Tuhan.
Tapi
benarkah MUI akan ‘melaunching neraka baru’ di bulan Januari 2009
nanti? Ulama adalah ‘pengemong hati’. Dia penjaga batin. Dia simbol
kearifan. Dia bukan ‘tukang pecat’ dan ‘tukang agitasi’ yang bersifat
duniawi.
Jadi kalau sampai para ulama itu melakukan tindakan
‘mengharamkan’ golput dan rokok, itu artinya kadar batin mereka belum
betul-betul ulama. Batin mereka tergradasi menjadi umara (penguasa) dan
mungkin di bawah umara, hingga tindakan dan kebijakannya semakin
menyakiti umat yang sedang sakit. Adakah MUI akan melakukan tindakan
segegabah itu? Mudah-mudahan tidak. | |
| |
|
|
Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat.Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang!