Mantan Orang Kaya Dunia Masuk Tahanan 


Tokyo, Kamis - Yoshiaki Tsutsumi (70), yang pada tahun 1987 lalu 
memiliki 70 perusahaan dengan 35.000 pekerja dan termasuk dalam salah 
satu orang kaya dunia dengan kekayaan 21 miliar dollar AS, hari Kamis 
(3/3) ditahan atas tuduhan pemalsuan laporan keuangan dan terlibat 
dalam perdagangan orang dalam (insider trading). Tsutsumi terancam 
hukuman lima tahun penjara.

Media Jepang melaporkan, Tsutsumi yang merupakan pemilik dari 
imperium kereta api dan pengembang ini ditahan guna pemeriksaan lebih 
rinci atas tuduhan pemalsuan laporan keuangan yang dilakukan Seibu 
Railway. Tsutsumi dicurigai menyetujui pemalsuan laporan, termasuk 
juga menyetujui penjualan saham miliknya kepada perusahaan kereta api 
itu sebelum kasus ini terungkap.

Pihak Kejaksaan Distrik Tokyo yang menangani kasus ini menolak 
berkomentar. Jika kasus ini terbukti, Tsutsumi bakal meringkuk selama 
lima tahun dalam penjara. Tsutsumi kemarin diambil petugas dari salah 
satu kamar hotel miliknya di Tokyo.

Saham Seibu Railway telah dihapus (delisted) dari Bursa Saham Tokyo 
pada 17 Desember lalu setelah seorang operator kereta api regional 
mengakui bahwa pihaknya memberikan laporan palsu kepada para pemegang 
saham selama beberapa tahun ini. Tindakan ini sebagai bagian dari 
perdagangan orang dalam guna mendongkrak harga saham.

Tsutsumi mewarisi kekayaan dari ayahnya, Yasujiro Tsutsumi, yang 
berhasil membangun imperium bisnisnya menyusul kekalahan Jepang dalam 
Perang Dunia II. Keluarga ini memiliki perusahaan kereta api, 
pengembang termasuk Hotel Prince di Tokyo yang tadinya milik keluarga 
Kekaisaran Jepang, serta perusahaan helikopter. Dia juga memiliki tim 
bisbol, Seibu Lions, dan sukses menyelenggarakan olimpiade musim 
dingin di Nagano, Jepang Tengah, tahun 1998.

Majalah Forbes menempatkan nama Yoshiaki Tsutsumi sebagai salah satu 
orang kaya dunia selama empat tahun berturut-turut sejak tahun 1987, 
dengan aset bernilai 21 miliar dollar AS. Tahun 2004, dia masuk 
urutan 159 orang kaya dunia dengan aset 3 miliar dollar AS. Tsutsumi 
berhasil mengembangkan bisnisnya karena kedekatannya dengan partai 
politik yang berkuasa.

Tsutsumi mengundurkan diri sebagai pimpinan dari seluruh imperium 
bisnisnya, termasuk perusahaan pribadinya, Kokudo, sebagai tanggung 
jawab menyusul mulai terbongkarnya sejumlah skandal dalam 
perusahaannya. Manajemen satu orang yang diterapkan Tsutsumi dinilai 
sebagai penyebab kejatuhannya. (Reuters/AFP/ppg)









------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/Tcy2bD/SOnJAA/cosFAA/zMEolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 



----------------------------------------------------------

    IMQ - THE REAL TIME DATA AND BUSINESS NEWS SERVICE

----------------------------------------------------------


 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/obrolan-bandar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke