http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

Stockholm, 26 Oktober 2006

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.


MASIH PEMALSU LABEL DR.ZAINI ABDULLAH MENGAKU BISNISMEN DI MALAYSIA 
DAN DI NORTH RYDE NSW, AUSTRALIA TERNYATA TERORIS.
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.


MASIH TENTANG PEMALSU LABEL DR.ZAINI ABDULLAH YANG MENGAKU BISNISMEN 
DI MALAYSIA DAN DI NORTH RYDE NSW, AUSTRALIA TERNYATA TERORIS.

Nah akhirnya terbaca dan terlihat dengan jelas orang yang memakai 
bermacam label palsu Warwick Aceh alias Puteh Sarong alias Teungku 
Awe Geutah alias Salamah Maun alias Mustafa Abubakar alias Dr. Zaini 
Abdullah yang memakai internet milik TPG Internet Pty Ltd.[ 
202.7.166.169], 65 Waterloo Road, North Ryde NSW 2113, Australia 
sudah menggelupur, tidak ada seorangpun yang berani maju dan 
menolongnya, sebentar lagi ia akan menggelupur di daerah sekitar 
North Ryde NSW 2113, Australia dibekuk oleh pihak keamanan Pemerintah 
Australia. Mengapa?

Karena orang yang memakai bermacam label palsu Warwick Aceh alias 
Puteh Sarong alias Teungku Awe Geutah alias Salamah Maun alias 
Mustafa Abubakar alias Dr. Zaini Abdullah adalah memang termasuk 
kelompok yang dilarang di Malaysia.

Tidak akan ada seorangpun yang akan berani dekat dan menolong orang 
penipu dan pemalsu nama Dr. Zaini Abdullah ini. Pihak Pemerintah 
Australia sudah mencium kegiatan terorismenya orang pemalsu nama Dr. 
Zaini Abdullah di Malaysia dan di Australia.

Tidak ada orang Acheh dan bangsa Acheh yang terlibat gerakan 
terorisme di Malaysia dan di Australia, kecuali orang ini yang pura-
pura memperjuangkan Acheh. Rakyat dan bangsa Acheh di Acheh 
mengetahui kegiatan kelompok yang dilarang atau diharampakan di 
Malaysia ini sudah menyusup ke Acheh dan keluar Malaysia, termasuk ke 
Australia. 

Mana berani orang  penipu dan pemalsu nama Dr. Zaini Abdullah ini 
menyatakan dirinya yang sebenarnya kepada rakyat dan bangsa Acheh 
bahwa ia benar dan jujur membela rakyat dan bangsa serta negeri 
Acheh. Namanya saja memakai nama palsu, bagaimana orang dan bangsa 
Acheh percaya kepadanya. 

Nah, karena orang penipu dan pemalsu nama Dr. Zaini Abdullah ini 
adalah termasuk salah seorang teroris dan termasuk salah seorang dari 
kelompok yang diharamkan di Malaysia, maka tidak berani secara 
terbuka dan jujur menyatakan dirinya dihadapan seluruh rankyat dan 
bangsa Acheh. Paling hanya teriak-teriak dengan meludahkan kata-kata 
kafir biadab saja, dari sejak tahun 2000 dulu sampai detik sekarang 
ini.

Rakyat dan bangsa Acheh baik yang ada di Acheh ataupun diluar Acheh, 
mana percaya kepada orang penipu dan pemalsu nama Dr. Zaini Abdullah 
ini. Di Australia saja memakai nama palsu dan pura-pura sebagai 
bisnismen sebagai alat penutup diri dan kedok mukanya saja. Padahal 
kegiatannya adalah kegiatan terorisme dan terus mengkafir-kafirkan 
orang Islam dan orang lainnya, persis kelakuan kelompok yang dilarang 
atau diharamkan di Malaysia itu.

Nah sekarang, tidak ada lagi yang bisa dilakukan dan disembunyikannya 
lagi oleh orang penipu dan pemalsu nama Dr. Zaini Abdullah ini, 
selain hanya berteriak-teriak yang tidak ada gunanya. Semua orang 
Acheh yang ada didekatnya di Australia tidak akan ada yang berani 
mendekatnya karena takut dicap dan dianggap sebagai teroris oleh 
pihak Pemerintah Australia. Dan tentu saja, segala kegiatan orang 
penipu dan pemalsu nama Dr. Zaini Abdullah ini diawasi dan dibuntuti 
oleh pihak Keamanan Pemerintah Australia. 

Kemudian, soal saudara Otto Syamsuddin Ishak yang menulis TUPE pada 
17 Oktober 2006 di Koran Acehkita yang menuduh kepada Pimpinan Tinggi 
GAM dan Pimpinan Tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro yang 
tanpa fakta dan bukti hukum kuat sudah ditanggapi dalam 
tulisan "Pimpinan Tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro tetap 
menentukan putusan akhir" ( 
http://www.dataphone.se/~ahmad/061019.htm ) dan dipublikasikan di 
beberapa media massa elektronik, termasuk di Acehkita.com. Ternyata 
saudara Otto Syamsuddin Ishak tidak mampu untuk menanggapi balik atas 
tuduhan yang tanpa fakta dan bukti hukum kuat itu. 

Jadi, kalau orang penipu dan pemalsu nama Dr. Zaini Abdullah ini 
memakai alasan dan argumentasi tulisan TUPE yang dikarang oleh 
saudara Otto Syamsuddin Ishak, maka argumentasi yang dipakainya itu 
adalah argumentasi yang paling lemah dan paling keropos. Lihat saja 
fakta dan bukti hukumnya, mana ada lagi tanggapan balik yang 
dilambungkan oleh saudara  Otto Syamsuddin Ishak atas 
tulisan "Pimpinan Tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro tetap 
menentukan putusan akhir", karena memang saudara Otto Syamsuddin 
Ishak hanyalah sekedar ingin menjatuhkan dan menghancurkan GAM 
dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Stafnya.

Terakhir, dengan telah menggelupurnya orang penipu dan pemalsu nama 
Dr. Zaini Abdullah yang adalah salah seorang teroris dan salah 
seorang anggota kelompok yang dilarang di Malaysia, maka apapun yang 
diteriakkannya di mimbar bebas ini tidak lebih dan tidak kurang 
adalah hanya merupakan tiupan bau mulutnya saja yang tidak memiliki 
isi dan kekuatan sedikitpun juga. Dan tentu saja setiap rakyat dan 
bangsa Acheh tidak akan berani mendekatinya karena akan dicap sebagai 
anggota kelompok terlarang di Malaysia dan di Australia.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan 
kepada [EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi 
yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu 
yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah 
silahkan lihat di kumpulan artikel di HP 
http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah 
kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]
----------

Received: from [202.7.166.169] by web27113.mail.ukl.yahoo.com via 
HTTP; Thu, 26 Oct 2006 03:09:28 CEST
Date: Thu, 26 Oct 2006 03:09:28 +0200 (CEST)
From: "Dr. Zaini Abdullah" [EMAIL PROTECTED]
Subject: ANJING BOLDOK AMAT SUDIRMAN SUDAH HABIS BAHAN
To: Ahmad Sudirman <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED]

Anjing boldok amat sudirman sudah habis bahan menulis, dengan 
mengulang-ngulang dan memforwards isi emailnya yang sama.

Anjing boldok amat sudirman itu sudah kehilangan akal untuk menipu 
Bangsa Aceh yang masih kuat hatinya untuk terus memperjuangkan 
kemerdekaan Aceh. Anjing boldok amat sudirman juga sudah sangat 
merasa kecewa, karena Bangsa Aceh tidak terpengaruh dengan tipu 
dayanya yang diarahkan oleh malek maut & zaini boh labu.

Wahai anjing boldok amat sudirman, pernahkah kamu mendengar bait 
lagu "Pusara Tak Bernama"? Itulah ibaratnya Bangsa Aceh yang berjuang 
dengan segala kekuatan yang ada padanya dan tidak pernah terikut-ikut 
atau terpengaruh dengan pengkhianat yang telah menjual maruah dan 
negara Aceh kepada kafir penjajah indunesia jawa. Kamu wahai anjing 
boldok amat sudirman adalah anjing yang diberi makan oleh si malik 
maut & zaini boh labu, sehingga kamu terus menggonggong. Kamu anjing 
boldok amat sudirman juga bekerja untuk serdadu tni/polri.

Wahai anjing boldok amat sudirman, jangan cuba kamu menggertak Bangsa 
Aceh dengan tulisanmu melalui email. Sudah banyak Bangsa Aceh yang 
cuba kamu gertak melalui email kamu sebelum ini. Bangsa Aceh yang 
tidak pernah menjadi pengkhianat hanya berpegang pada 
prinsipnya "sekali lahir dan sekali mati". Jadi gertak anjing boldok 
seperti kamu lakukan tidak pernah ditakuti oleh Bangsa Aceh yang kuat 
prinsipnya.

Hanya anjing boldok tua yang menghabiskan sisa hidupnya di pasar-
pasar borong Sweden mencari tulang seperti kamu yang takut kepada 
gertak kerana takut tidak mendapat tulang.

Kepada Bangsa Aceh semua supaya dapat menilai si malek maut & zaini 
abdullah, yang berkawan dengan anjing boldok tua yang sekarang 
menghabiskan sisa hidupnya di Sweden yang berasal dari pulau jawa, 
amat sudirman, dengan menggunakan anjing boldok tua itu untuk 
menentang siapa sahaja Bangsa Aceh yang tidak menerima pengkhianatan 
yang telah dilakukan oleh malek mahmud & zaini abdullah itu serta 
konco-konconya yang lain terhadap cita-cita untuk memerdekakan Aceh 
dari penjajahan indunesia jawa. Kebanyakna mereka yang sudah menjadi 
pengkhianat ini sekarang hanya mahu memperkaya dirinya dengan 
mengharap wang yang diberikan oleh penjajah indunesia jawa melalu BRR 
dan pemberian wang atau proyek secara langsung melalui monyet Hamid 
Awaluddin dan Yusuf Kalla. Mereka sudah mengkhianati pengorbanan 
Bangsa Aceh untuk memperjuangkan kemerdekaan.

Untuk si anjing boldok tua amat sudirman, diharapkan supaya terus 
menghabiskan sisa tuanya di pasar-pasar borong Sweden untuk mencari 
tulang-tulang yang tumpah dari tong sampah di sana. Kalau kamu pulang 
ke rumah mertua kamu di Sumatra Utara katanya akan disiang oleh orang-
orang Mandailing dijadikan makanan anjing, sebab kamu telah memalukan 
Bangsa Mandailing dari keluarga isterimu itu, dengan cara membela 
anjing2 penjajah jawa dan pengikutnya.
----------



--- In [email protected], Mustafa Abubakar <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> BANGSA ACEH SEMUA,
>    
>   Malik Maut & Zaini sudah takut pada bayang-bayangnya sendiri. 
Terutamanya setelah Otto Syamsuddin menulis dan menerangkan 
tentang "surat tupe" yang selalu dimainkan oleh kedua pengkhianat 
perjuangan suci Bangsa Aceh.
>    
>   Sehingga dipergunalah anjing boldok tua amat sudirman untuk 
mengcounter tulisan tersebut dengan menerbitkan gambar-gambar palsu 
dua pengkhianat itu dan dua orang lagi pemakan daging babi dan 
peminum minuman keras yang sedang mencari kekayaan di Ace, melalu 
photo yang sedang duduk dan berdiri bersama Wali Negara Teungku 
Muhammad Hasan Di Tiro. Kalaupun photo itu betul, maka photo itu 
adalah Malek Maut & Zaini Abdullah memaksa dan mengancan Wali Negara 
yang sudah uzur dengan mengatakan bahawa kalau beliau tidak mahu 
duduk dan berdiri berphoto bersama mereka, maka utusan mereka yang 
menghantar makanan kepada Wali negara setiap hari, tidak akan lagi 
menghantar makanan dan keperluan ubat-ubatannya. Ini Bangsa Aceh 
semua perlu memahami apa yang sedang berlaku terhadap kehidupan Wali 
Negara di Sweden sekarang ini. Mereka telah mempergunakan Wali Negara 
yang telah uzur untuk kesenangan dan harapan mereka mendapat pangkat 
dan harta dari penjajah jawa.
>    
>   Zaini Abdullah sangat takut pada bayang-bayangnya sendiri kalau-
kalau ia gagal mengorbit adiknya untuk meraih pangkat dan harta yang 
dijanjikan oleh jawa penjajah.
>    
>   Si anjing buldok amat sudirman pula, juga takut pada bayang-
bayangnya sendiri. Anjing buldok ini mengatakan bahawa setiap orang 
yang menentang malek maut & zaini abdullah adalah orang-orang yang 
tidak dikenal oleh pengkhianat malek maut & zaini abdullah atau 
pemimpin tertinggi KPA (bukan GAM). Akan tetapi si amat boldok itu 
sangat takut dengan tulisan yang ditulis oleh orang yang konon tidak 
dikenal itu. Sehingga walaupun si amat boldok yang tua itu dengan 
kacamatanya yang tebal seperti punggung botol limun masih juga 
berusaha menopang matanya dengan batang korek api untuk menulis untuk 
melawan tulisan yang dibuat oleh orang yang katanya tidak terkenal 
itu. Ini menunjukkan si amat anjing boldok itu takut pada bayang-
bayangnya sendiri. Kalau katanya tidak dikenal dan terkenal, mengapa 
sibuk-sibuk dan takut membalasnya.
>    
>   Agaknya si amat boldok memahami bahawa "tulisan itu sama dengan 
pedang".
>    
>   Wahai amat anjing boldok, jangan kamu sangka perjuangan Bangsa 
Aceh untuk memerdekakan negeri Aceh tergantung di tangan dua orang 
pengkhianat itu. Bangsa Aceh tidak akan pernah mengikut ekor 
pengkhianat.
>    
>   Sebelum si malek maut & zaini abdullah menyatakan secara terang 
untuk berundur dari berkompromi dengan penjajah jawa dan seterusnya 
menyatakan perjuangan untuk memperjuangkan kemerdekaan negeri Aceh, 
maka penulis yang kamu katakan tidak dikenal oleh pemimpin 
pengkhianat itu akan terus menulis sehingga bergetar peler 
pengkhianat itu. Atau penulis yang kamu kata tidak dikenal oleh 
pemimpin pengkhianat itu, akan rela uzlah dibunuh syahid.
>    
>   Jadi jangan kamu anjing boldok cuba menggertak Bangsa Aceh yang 
bukan pengkhianat perjuangan.
>    
>   Hari ini saya ingin menyampaikan kepada semua Bangsa Aceh, bahawa 
si pengkhianat malek maut & zaini abdullah hanya mencari kesenangan 
hidupnyanya semata-mata. Paling kurang seramai 16 orang lagi pejuang 
GAM masih meringkuk dalam tahanan penjajah indunesia jawa, termasuk 
Tgk. Ismuhadi dan Irwan. Ini oleh si malek maut & zaini abdullah 
sudah tidak lagi dihiraukan dan bahkan ia telah bersetuju dengan si 
Hamid Awaluddin wakil jawa dengan melebel tahanan ini 
sebagai "kriminal". Inilah permainan pengkhianat dan penjajah yang 
rela membiarkan mereka yang masih disiksa dalam penjara oleh 
gerombolan penjajah.
>    
>   Bagi penjajah jawa indunesia, semua Bangsa Aceh yang menentang 
penjajahan mereka akan dianggap kriminal. Bermakna malek maut & zaini 
abdullah juga golongan yang sama dengan indunesia jawa. Kalaupun 
mereka hanya berpegang pada MoU yang telah ditandatanganinya di 
Helsinki, semua tahanan penjajah jawa dari Bangsa Aceh wajib 
dilepaskan. Akan tetapi 16 orang dari mereka masih belum dilepaskan. 
Bangsa Aceh wajib berfikir, apa yang telah dan sedang dibuat oleh 
malek mahmud & zaini abdullah dan konco-konconya? Hanyalah mengemis 
wang, kenderaan, rumah, dll dari penjajah jawa di atas darah dan 
penderitaan Bangsa Aceh.
>    
>   Ingat hai amat anjing boldok, gertakmu tidak akan mampu 
menggoncangkan penulis yang kamu kata tidak dikenal oleh pemimpin 
pengkhianat itu, sehingga kamu semua mengaku semua kesalahan dan 
kesilapanmu dan berundur dari perbuatanmu semua untuk mencari 
kesenangan di atas darah, nyawa dan penderitaan Bangsa Aceh.
>    
>   PENJAJAH JAWA WAJIB KELUAR DARI BUMI ACEH
>   ACEH WAJIB DIMERDEKAKAN
>   TIDAK ADA PILKADA
>   TIDAK ADA GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR JAWA DI ACEH
>   ACEH AKAN DIPIMPIN SENDIRI OLEH BANGSA ACEH
>   DI BAWAH NEGARA ACEH MERDEKA
>   ANJING BOLDOK TETAP ANJING BOLDOK (AMAT SUDIRMAN)
> 
> Mustafa Abubakar <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
>             TAPUMARDEKA DJIWA DJOH GOHLOM TAPU MARDEKA FIZIK
>   
>   Assalamualaikum wrt. wbt.
>   
>   Bismillahirrahmanirrahim.
>   
>   RANUEB SIGAPU
>   
>   Awai phon that lon utjap seulamat keupada mandum geutanjoe njang 
ka siuroe tapeuleupah puasa geutanjoe. Tameulakei bak Po beuseuleusoe 
tapeuabeh puasa bak buleun sutji njoe, Insja Allah.
>   
>   Teuma lon tuan lakei meuah sjit beu rajok that sabab ka dua uroe 
njang ka u likot ka hana lon tuan peutroh haba sapue pih keu mandum 
sjeudara rakan mansaboh donjan dalam donjan maja njoe. Njoe sabab 
“keyboard” computer ulon tuan kana masalah batjut lam dua uroe 
njan. Aleh kareuloh bak gram teuh tateumuleh tateugon teuga-teuga 
that. Alhamdulillah njoe ka normal keulai.
>   
>   Watei tadjak saweu rakan-rakan mandum rata sagoe, djeut takalon 
bahwasadjih rajok that seumangat mandum sjeudara geutanjoe njan keu 
mardeka nanggroe geutanjoe Atjeh meutuah njan. Hana meusidroe pih 
njang peugah hana galak keu mardeka nanggroe geutanjoe dari iblih si-
pai djawa. Mungken njang djaweub hana galak keu mardeka nanggroe 
Atjeh meutuah geutanjoe, mungken keulompok njang ka djipeutamong 
iblih si-pai djawa lam tuboh djih. Atawa djeuneh njang ka 
djipeutamong iblih si-pai djawa njan, lam tuboh djih kadjiduek iblih-
iblih rata sagoe tuboh rakan iblih njan. Djitjako matjam tjara. 
Djipeugah djibri pangkat lek iblih si-pai djawa, djipeugah djibri 
beulandja lek iblih si-pai djawa, djipeugah djibrie keuseunangan 
hudep lek iblih si-pai djawa, djipeujakin lek iblih si-pai djawa, 
bahawa deungon djimeurakan ngon iblih si-pai djawa keuh baro djeut 
djimeuudep ateuh rhueng donjan njoe. Djipeugah lek iblih si-pai 
djawa, meunjoe hana djimeurakan ngon iblih si-pai djawa, djih akan
>  deuk, keuluarga djih akan deuk sjit, hana peng ngon djipeusikula 
aneuk djih, hana peng ngon djibloe moto mangat, hana peng ngon 
djipeugot rumoh geudong mangat bak djiduek. Matjam peukara dum 
djitjako lek iblih si-pai djawa njan bak geulunjueng djih. Njan 
keulompok njang kadjitamong iblih si-api djawa lam tuboh djih.
>   
>   MEUNJOE DJIWA HANTOM MARDEKA HANA PUE HARAP FIZIK MARDEKA
>   
>   Saboh lagei lom teuma djeh njang rajok that seumangat nanggroe 
Atjeh beumardeka dari iblih si-pai djawa. Meukeusud djih nanggroe 
Atjeh bu bibeuh dari iblih si-pai djawa. Iblih si-pai djawa njan 
mandum beudjibeu’ot gaki mandum dari nanggroe Atjeh. Njoe lon tuan 
boh nan deungon “Mardeka Fizik”. 
>   
>   Saboh peasan laen takalon bak laen sagoe njang kadjeut keu 
peunjaket njang kadjiduek bak keulompok njan teuma. Njoe di keulompok 
njoe teuma seumangat untok mardeka fizik dari iblih si-pai djawa 
kadjipeutalo lek sipheut mardeka djiwa. Pue makna “Mardeka 
Djiwa”? Njoe njang hana djimuphom atawa djipeukeurabei lek 
keulompok njoe. Atawa di keulompok njoe hana troh djiseumike traoh 
bak peukara njoe. Atawa sabab katrep that djirhah ulei (brain 
washing) lek iblih si-pai djawa, seuhinggai di keulompok njoe hana 
troh le djiseumike keunan.
>   
>   Pue peukara njang djeut keu masalah teuma di raakan njoe mandum? 
Meunjoe taakalon silapeh njang tipeh, sang-sang peukara njoe handjeut 
keu masalah. Tapih meunjoe takalon dan taseumike deungon tjara njang 
tjukop lhok, seubeunar djih njoe keuh njang djeut keu peukara njan 
Nanggroe Atjeh meutuah njan hana mardeka-mardeka seutjara fizik.
>   
>   Pue tjonto teuma njang tameukeusud deungon hana mardeka djiwa? 
Pue sabab njan tjonto-tjonto lagei njan djeut keu peungaroh njang 
rajok njang djeut keu saboh beunteung (constrain) keu mardeka 
Nanggroe Atjeh seutjara fizik?
>   
>   Mungken lo njang hana seutudju meunjoe tatjeurita tjonto-tjonto 
njoe mandum. Djeh sabab utak katrep that djirhah lek filsafat hudep 
lek iblih si-pai djawa. Sipheut, darah, asoe, tjara hudep, norma-
norma hudep, tjara tapuphom agama, kabeh djitamong dan djipeukuto 
ngon pue njang djipeuruneo lek iblih si-pai djawa lawet njoe. Pue 
tjonto-tjonto njan teuma?
>   
>   Njoe watei lon tuan tjeurita meungeunai tjonto-tjonto njoe dum, 
tji maseng-maseng geutanjoe tanjong bak droe teuh, pue keuh tjonto-
tjonto njang lon tuan seubot njoe pue keuh na djiduek lam badan 
geutanjoe, na taamai lam hudep geutanjoe, na peungaroh teurhadap 
hudep keuluarga geutanjoe? Njan tji tilek maseng-maseng keudroe!
>   
>   Watei tapeugah droe teuh bahawa geutanjoe get that meuseumangat 
bak taneuk djak pumardeka Nanggroe Atjeh meutuah bak djaroe iblih si-
pai djawa, pue keuh seutjara “djiwa” geutanjoe ka mardeka?
>   
>   Gadoh tapeugah droe teuh galak teuh that dan meuseumangat that 
untok tapumardeka (seutjara fizik) Nanggroe Atjeh, tapih ho njang 
tadjak njan iblih si-pai djawa tapasoe lam bhep atawa lam kantong 
teuh. Pue miseu? Njan handjeut sagai geutanjoe soh bhep teuh meunjoe 
hana meuasoe ngon rukok Dji Sam Sue, Panamas, Gudang Garam, atawa 
merek njang laen-laen lam kantong teuh. Meunjoe kon merek njan sjit 
hana meurasa bak abah teuh. Meunjoe ka merek njan sjhit kamangat 
meurasa watei tapeudjahoi asap djih meugumpai-gumpai. Bahkan lheuh 
seumajang pih pajah hirup atra njan dilei meusikhan. Meunjoe han sang 
seumajang-seumajang njang kalheuh tapubuet hana seumpurna. Oh lheuh 
njan meutaapeusosah droe teuh teuk, tapeugah pakon Nanggroe Atjeh 
meutuah njoe hana mardeka-mardeka? Pane mardeka teuma, droe teuh 
digeutanjoe handjeut tapeudjioh sagai ngon peukara njang na hubongan 
ngon iblih si-pai djawa. Kakeuh di iblih si-pai djawa njan sabe lam 
tuboh geutanjoe. Meunjoe duek di lua nanggroe,
>  njan sjhit kaleungkap informasi, pat keude iblih si-pai djawa 
njang meukat ek linot njan. Atawa meunjoe na rakan woe u nanggroe, 
njan ek linot njan ilei peusan me meudua boh pak.
>   
>   Meunjoe tapeutrang seutjara kreuh batjut, seubeunar djih di 
endatu geutanjoe djameun get that geudjaga peukara njoe mandum. 
Geupeudjioh droe geuh atawa hana geudjak peugalak droe geuh keu 
peukara njang na meuhubongan ngon kaphe atawa ngon peundjadjah njang 
geuprang dari Nanggroe Atjeh. Sang meusilop tjupang kaphe atawa 
peundjadjah njan handjeut geukalon. Digeutanjoe djinoe kon lagei 
njan, malah tabri sokongan lom ngon tabri sumber modal keu kaphe 
atawa peundjadjh njan untok djiprang geutanjoe. Di geutanjoe djinoe 
pih meunjoe na ureung djak me ajat ngon hadih bak geutanjoe, njan 
ureung-ureung njan taaalakei sunjok lam mon tuha. Djeh sabab pue 
njang katapubuet njan kadjeut keu lazat hudep teuh.
>   
>   Meunan sjit meunjoe tadjak bak keude tadjak beulandja di lua 
nanggroe miseu djih. Njan meukon bak keude keuturunan iblih si-pai 
djawa atawa iblih njan meungaku droe iblih indonesia njan handjeut 
sagai. Padahai keude laen dum punoh ngon barang njan djeut tabloe lek 
geutanjoe. Njoe pue sabab? Sabab taanggap keuturunan iblih si-pai 
djawa atawa iblih indonesia njan saboh nanggroe teuh, saboh bansa 
teuh, saboh bahasa teuh, saboh nek tu teuh. Djeh tapike watei troh 
tadjak bak keude djih kadjeut tapeugah haba, “Hallo Mas, apa khabar 
Mas”. Njan kadjeut tapeugah haba njan meusigeutu ngon “Mas” 
njan. Oh lheuh njan “indo mie” , “strop mameh”, “kitjap 
ABC” produksi iblih si-pai djawa atawa iblih indonesia pih kadjeut 
tabloe di sinan. Handjeut sagai tapeudjioh tuboh teuh bak tasumpai 
ngon barang njang djipeugot lek iblih si-pai djawa njan. Kakeuh uroe-
uroe digeutanjoe handjeut tameuudep meunjoe hana tapasoe lam darah 
teuh barang njang djipeugot lek iblih si-pai
>  djawa njan. 
>   
>   Njoe meunjoe lon tuan tuleh kreuh batjut lagei njoe, euntreuk 
tjhit kana rakan njan bantah hana seutudju. Pane seutudju teuh teuma, 
djeh kataanggap njan keuturunan iblih si-pai djawa atawa iblih 
indonesia njan sjhit sjeudara atawa kaom nek tu teuh. Teuma pakriban 
taneuk djak surak Nanggroe Atjeh bu mardeka? Adak tapeugot abeh 
keureutah lam donja njoe matjam bagoe peurnjataan untok tapeugah droe 
teuh galak atawa meuseumangat untok mardeka, sampoe kiamat donja 
Nanggroe Atjeh han mardeka. Kakeuh tatjet ladju langet tutong.
>   
>   Meunan sjit meunjoe tatinggai takeuridja di lua nanggroe, meunjoe 
kon bak “accountant”, “solicitor” njang meuasai dari 
indonesia atawa laen-laen profesi njang meuasai dari indonesia untok 
talakei bantuan nasihat djih, njan handjeut atawa hana mangat badan 
teuh. Asai beuna asai dari indonesia, sangkilat keuh, keuturunan 
iblih si-pai djawa keuh, atawa iblih-iblih laen njang meungaku droe 
iblih indonesia, njan keunan tadjak tadjo. Teuma padjan ek 
tapumardeka Nanggroe Atjeh seutjara fizik, djeh djiwa geutanjoe 
keudroe hana lom mardeka!
>   
>   Meunan sjit, meunjoe tatinggai di lua nanggroe taneuk djak ikot 
lam keugiatan olah raga. Pat-pat njang na golongan njang meungaku 
droe iblih indonesia, keunan tadjak peusaho droe teuh. Pakon han 
tadjak meurakan ngon bansa-bansa laen keudeh. Pue meunjoe kon tadjak 
lam golongan njang meungaku iblih indonesia njan, handjeut tadjak 
ikot lam keugiatannya? Atawa geutanjoe tarasa minder atawa hana 
keumampuan untok tameurakan ngon bansa laen seulaen njang meungaku 
droe iblih indonesia?
>   
>   Meunan sjhit aneuk ngon inong keuluarga geutanjoe, meunjoe kon 
sadjan njang meungaku droe iblih indonesia handjitem meurakan. Atawa 
njoe sabab hana keumampuan untok djak meurakan ngon bansa laen njang 
kon kumpolan njang meungaku droe iblih indonesia? Bahkan djak 
seumajang pih, djeh keudeh bak “meuseudjid tempe” keudeh djak 
meukiblat droe. Pue handjeut tadjak keudeh bak laen meuseudjid njang 
kon meungaku droe golongan iblih indonesia?
>   
>   Di nanggroe sjhit kahana pue tapeugah le. Di aneuk muda Atjeh 
meunjoe hana peugah haba lagei gaja iblih si-pai djawa atawa iblih 
njan meungaku droe iblih indonesia sjhit hana hebat djipeugah atawa 
djianggap droe djih. Pakaian pih kaikot iblih-iblih njang meungaku 
droe iblih indonesia. Malah meungaku droe lom ho njang djak iblih 
indonesia. Tjara hudep pih kalagei tjara hudep iblih njang meungaku 
droe iblih indonesia. Asai ka djianggap droe djih kaja, ka bob ngon 
ureung gasien. Ureung gasien lam gampong kahangeudjeut meupeugah haba 
pih ngon iblih njan. Malah iblih njan keudroe kahana djitem le peugah 
haba ngon ureung gasien lam nanggroe. Meunjoe tapeugah tajue djak 
bantu ureung gasien lam nanggroe, njan ladju djidjaweub lagei 
“Sa’labah” djaweub, watei Nabi ngon sahabah geulakei beunantu 
dari wase kameng njang kadjimeuaneuk pineuk njang asai phon geudjok 
lek Nabi. Djadi bek tahireun pakon lagei musibah tsunami geupeuteuka 
lek Allah Taala u Nanggroe Atjeh? Njan
>  tapike-pike keudroe teuh atawa taakalon di seukeulileng droe teuh!
>   
>   Njang kahudep bak ikot iblih si-pai djawa tawa iblih indonesia di 
nanggroe njan pih saboh peasan. Asai kapeugah droe djak meurumpok 
iblih-iblih di pulau djawa, njan baho djiek leupah ulei. Meunan 
sjhit, pakat djak lom iblih si-pai djawa atawa iblih indonesia njan 
djak reusmi matjam keugiatan di Atjeh. Djeh meunjoe kon iblih njan 
njang koh pita reusmi keugiatan njan, njan hana hebat djikira. Mumat 
djaroe lom meuwa-wa ngon iblih njan dum. Njoe pue sabab? Njan di 
iblih-iblih di Atjeh njan na pue harap bak iblih njang teuka dari 
pulau djawa njan dum. Hana djisadari lek iblih-iblih di Atjeh njan 
dum bahawa iblih-iblih dari pulau djawa njan dum djimeuudep ngon 
djipadjoh bangke Bansa Atjeh dan djidjep darah Bansa Atjeh. Njang 
leubeh hajeu lom, njang ladom meungaku droe ulama di Atjeh tapih 
kameutuka ruman kadjeut keu iblih, djak djok lom bungong djaroe atawa 
peunghargaan keu iblih-iblih djawa atawa iblih-iblih indonesia.
>   
>   Keu baih agama pih hana pue le tatjeurita. Watei tapeugah lek 
geutanjoe, tjarong didjih bak peugah batja meukheurot Qur’an ngon 
kitab kuneng. Tapih bak duek dikeu geutanjoe, njan ulei-ulei teuot 
lagei mata geulungku ateuh geutanjoe. Njang inong Atjeh ladom pih 
meunan. Peugah haba kon le teuh. Han talo mubatjut pih. Arah droe 
hideh di rumoh droe di Batavia na lamiet si-pai djawa meusiploh droe 
di rumoh. Njan meunjoe taneuk nasihat bek sok pakaian lagei lamiet si-
pai djawa, tatakot kaahana djimeurakan le ngon geutanjoe. Pue teuma 
djisok? Djeh badjei oblong ngon siluwei Levis djeut djimeutuka-tuka 
ngon lakoe djih. “Kalau celana Levis abang tidak kering, pakai saja 
celana Levis adik!”. Njan keuh miseu hai tapeugah.
>   
>   Teuma njoe keuh tjonto taneuk djak peuseumangat droe teuh 
Nanggroe Atjeh bagah mardeka dari djaroe iblih si-pai djawa? Meunjoe 
lagei njoe adak kageujup sangka kala lek malaikat, Nanggroe Atjeh 
hana mardeka.
>   
>   Seubab lagei njoe keuh, maka handjeut keuhireun teuh. Djeh ladom 
njang meungaku droe peumimpen peurdjuangan pih ek djipeuramah lek 
iblih si-pai djawa “djak padjoh boh khuldi” keudeh u Helsinki.
>   
>   Njoe pue sabab? Djeh seumangat pumardeka Nanggroe Atjeh seutjara 
fisik hana djiikot seutjara seuimbang uleh seumangat pumardeka 
Nanggroe Atjeh seutjawa djiwa atawa spirit.
>   
>   PEUNUTOH
>   
>   Meunjoe geutanjoe Bansa Atjeh mandum rajok that tjita-tjita untok 
djak pumardeka Nanggroe Atjeh seutjara fizik, maka wadjeb geutanjoe 
mandum tapumardeka djiwa droe teuh bek le meusangkot paot deungon 
sigala djeuneh atawa rupa njang na hubongan deungon peukara njang boh 
naan droe iblih indonesia atawa iblih si-pai djawa.
>   
>   Njoe keuh keu “tazkirah” buleun Ramadhan njang djeut dan na 
keumampuan batjut bak ulon tuan. Meunjoe keupeukara djak proh masalah 
baih Qur’an njan pajah lon tuan akui bahawa ureung droe neuh mandum 
leubeh tjarong bak neuteurang meukheurot ngon hukom djih mandum. 
Sampoe djeut neuteurangkan “waw ek lheuk” pakriban beuntok djih. 
Malah ladom ureung droe neuh pih tjukop mahe bak neupuliek on kitab 
kuneng sambe neuseupet rukok Panamas, Dji Sam Sue atawa Gudang Garam 
ngon dua neuk aneuk djaroe wie neuh.
>   
>   Wassalam.
> 
> 
>       
> 
> Aceh Watch <[EMAIL PROTECTED]> 
menulis:                                                 
>     Kronologi Syahid Tgk. Ishak Daud 
> Minggu, 05 September 2004.
>   
>  
>                        *Kalau kita menerima OTONOMI buat aceh 
berarti kita telahpun mengakui pengekalan status kita sebagai bangsa 
terjajah"
> 
>       
> Panglima Operasi Gerakan Aceh Merdeka Wil Peureulak
> Tgk Ishak Daud
>   Sekitar 5.000-an personil TNI plus 16 unit kenderaan lapis baja 
Tank Amphibi (diantaranya; 4 unit Tank TNI pos PLN Kampung Aluë 
Batèë-Peudawa, 4 unit Tank TNI pos Kampung Beusa-Peureulak 
Barat, 3 unit Tank TNI pos Timbangan Peureulak (LLAJR), 2 unit Tank 
TNI pos di rumah pak Balah TNI Kavaleri di Kampung Seuneubôk 
Pidië-Peureulak Barat dan 3 unit Tank dari pos TNI lainnya, serta 
sejumlah Helikopter juga ikut patroli melalui udara), mereka 
melakukan operasi militer secara besar-besaran ke perkampungan 
penduduk di beberapa kecamatan di Acheh Timur. 
>   Berikut urutan pertempuran dari hari ke hari: 
> 
>   Selasa, 07 September 2004 pukul 09:00.
> 
>   Terjadi pertempuran pertama antara pasukan TNA vs TNI Kampung 
Babah Kruëng-Peureulak Timur, Acheh Timur. Ada korban di pihak 
TNI. 1 personil TNA syahid, 1 pucuk pistol Revolver dan 1 pucuk GLM 
rakitan milik TNA dirampas TNI. 
> 
>   Selasa, 07 September 2004 pukul 20:30.
> 
>   Terjadi pertempuran kedua antara pasukan TNA vs TNI Kampung Paya 
Kambuëk-Rantau Peureulak, Acheh Timur. Ada korban di pihak TNI. 
Pasukan TNA semuanya selamat. 
> 
>   Rabu, 08 September 2004 pukul 11:00.
> 
>   Pasukan TNI menembak 2 perempuan hingga tewas, Cut Rostina, 26 
th, (isteri Ishak Daud) warga Kampung Panggôi-Muara Dua, Acheh 
Utara. Keduanya ditembak hingga syahid di sebuah rumah warga di 
Lorong 5 Kampung Seuneubok Lapang, Aluë Niréh-Peureulak, Acheh 
Timur. Terdapat 7 lubang bekas tembakan di tubuhnya, Korban terus 
menerus ditembak TNI walaupun korban sudah syahid. Korban bukan 
ditembak dalam pertempuran. Korban ditembak tanpa perlawanan, tidak 
ada senjata atau barang bukti lainnya pada korban. Seorang lagi 
korban belum diketahui identitasnya. 
> 
>   Rabu, 08 September 2004 pukul 12:20.
> 
>   Terjadi pertempuran ketiga antara 20-an personil TNA (pasukan 
Ishak Daud) vs TNI di Teuladan Ateuëh Kampung Aluë ÃÂ"n-
Peureulak Timur, Acheh Timur. Pertempuran sengit berlangsung selama 
satu jam lebih, diketahui 14 personil TNI tewas dan sejumlah lainnya 
luka-luka parah. Ishak Daud beserta 8 personil TNA lainnya syahid 
dalam pertempuran tersebut, 8 pucuk senjata laras panjang milik TNA 
disita TNI. 
> 
>   Rabu, 08 September 2004 pukul 13:50.
> 
>   Terjadi pertempuran keempat antara pasukan TNA vs TNI di Kampung 
Tualang Paténg-Peureulak Timu, Acheh Timur. Ada korban di pihak 
TNI. Pasukan TNA semuanya selamat. 
>   
> Rabu, 08 September 2004 pukul 21:00.
> 
>   Terjadi pertempuran kelima antara pasukan TNA vs TNI di Bukét 
Batèë Kampung Aluë Rambông-Peureulak Kota, Acheh Timur. 
Pertempuran berlangsung ½ jam lebih. Ada korban di pihak TNI. 
Pasukan TNA semuanya selamat. 
> 
>   Kamis, 09 September 2004 pukul 09:30.
> 
>   Terjadi pertempuran keenam antara pasukan TNA vs TNI di Bukét 
Garôt Simpang Palang-Rantau Peureulak, Acheh Timur. Pertempuran 
berlangsung 1 jam lebih. Ada korban di pihak TNI. Pasukan TNA 
semuanya selamat. 
> 
>   JumÂÂ'at, 10 September 2004 pukul 11:00.
> 
>   Terjadi pertempuran ketujuh selama 1 jam lebih di Kampung Aluë 
Rambông-Peureulak, Acheh Timur. 
>    
>   Kronologi:
> 
>   Pasukan TNI masuk ke kawasan tempat persembunyian TNA/GAM di 
Kampung Aluë Rambông-Peureulak, Acheh Timur. Seorang Danton TNI 
(diketahui bernama Abubakar) dan 2 personil TNI lainnya yang berada 
di garis depan terperogok dengan Syukri bin Aji (alias Kondang) 38 
th, (Ulèë Opeurasi Bintara Wilayah Peureulak). Kondang yang 
sedang bersembunyi bersama sejumlah personil TNA lainnya di semak-
semak berhasil menembak tewas ketiga personil TNI tersebut, Kondang 
bersama personil TNA lainnya merebut 3 pucuk senjata laras panjang 
dan menyita seluruh perlengkapan ketiga TNI tersebut.
>                      "Hakikat OTONOMI hana laén nibak tapeusah 
droë teutap djeuët keu aneuk djadjahan gob"
> 
>       
> Almarhum Sjahid Tgk Ishak Daud
>   Lalu puluhan personil TNI lainnya mengepung lokasi tersebut, 
kembali terjadi pertempuran, semua rekan-rekan Kondang yang lainnya 
berhasil lolos ikut membawa ketiga pucuk senjata dan perlengkapan 
yang telah disita dari TNI, namun Kondang tidak bisa bergerak lagi 
karena sudah terkepung oleh TNI, sehingga Kondang terpaksa 
menghabiskan peluru senjatanya yang masih tersisa. Kondang akhirnya 
juga syahid tertembak TNI dan senjata AK-47 miliknya dirampas TNI. 
>    
>   JumÂÂ'at, 10 September 2004 pukul 15:00.
>    
>   Pasukan TNI mengambil 3 jenazah (2 laki-laki dan 1 perempuan) di 
Kampung Aluë ÃÂ"n-Peureulak Timur, Acheh Timur, lalu ketiga mayat 
tersebut dibawa ke pos liar TNI PLN di Kampung Aluë Batèë-
Peudawa, Acheh Timur. Sedangkan 10 mayat lainnya masih dikumpulkan di 
Kampung Aluë ÃÂ"n-Peureulak Timur. 
> 
>    
>   Sabtu, 11 September 2004 pukul 11:00.
> 
>   Mayat Ishak Daud diserahkan ke pihak keluarganya di Kampung 
Teupin Nyaréng-Idi Rayek, Acheh Timur. Ribuan warga ikut 
melaksanakan shalat jenazahnya. Kemudian dikebumikan di sana. 
>    
>   Sabtu, 11 September 2004 pukul 09:00.
> 
>   Terjadi pertempuran antara pasukan TNA vs TNI di Aluë 
Rambông-Peureulak, Acheh Timur. Belum diketahui eksesnya.
> 
>                
>             Genocide in Liberia
>  
> Former Liberian president Charles Taylor, April 2006, has flown 
from Freetown to the Netherlands where he will stand trial for war 
crimes (AFP/File)
>    
>    
> 
> 
> 
> 
>       Geonocide in Bosnia
>  Trial of Slobodan Milosevic in Den Haag
> _____________
>   
> Salah saboh cell teumpat tinggai Charles Taylor dan Milosovic di 
den Haag. (Ho ka urg tjarong2 dan njang haraih2 droë peumimpin 
Atjèh atji ba SBY, Wiranto, dll keunoe uléh seubab peuë 
njang djipeulaku ateuëh bgs atjèh silama 30 thôn) 
> 
>             Genocide in Acheh
>  
>   
>              
>    
>    
>   
>   Penjahat2 Prang di bekas Jugoslavia, Afrika Barat, Burundi-Rwanda 
telah dibawa ke Mahkamah International. Bagaimana dengan "Algojo2" 
Indonesia ???
>   
> 
>     
> Wiranto Cs
>  
> Susilo Cs
> 
>    
>    
>              
>           
> A mass grave has been unearthed
> "The darkest chapter in Indonesia's history" Grim evidence of the 
army's campaign against separatism in Aceh is only now being 
uncovered. Only now can the real grieving begin. The BBC's Jonathan 
Head: 
> 
> 
> 
>     
> A family returns to its burned-out house by Indonesian military
>  
>   
>    
>     
> Indonesian troops shot dead up to 60 people and wounded 10 last 
Friday in two villages in Beutong Ateuh of West Aceh. And the bodies 
were thrown into an abandoned well
>  
> 
>     
> Investigators have found a number of mass graves in Acheh committed 
by the Indonesian regime 
> 
> 
>                             
>     "BEUGI KEUTURÃÂ"NAN ATJÈH, HUDÉP ATEUËH RHUËNG 
DÃÂ"NJA NJOË KON ASAI NA HUDÉP MANTONG; GEUTANJOË LEUBÈH 
DJROH MATÉ NIBAK HUDÉP HINA DIMIJUB PEURINTAH BANSA GOB! WN 
>               
>         KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN 
bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh               
> 
>     Massacred in KNPI Lhokseumawe, 60 civilians were brutally 
butchered by Indonesian Occupation Forces
> 
> 
> Massacred in Simpang KKA, 250 villagers were brutally butchered by 
Indonesian Occupation Forces 
> 
> 
> The Victims tortures before they kills
> 
> 
>   
>   
> KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa 
JAWA terhadap Bangsa Aceh 
>   
> KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa 
JAWA terhadap Bangsa Aceh 
>   
> KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa 
JAWA terhadap Bangsa Aceh 
> 
>  KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa 
JAWA terhadap Bangsa Aceh 
>   
> KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa 
JAWA terhadap Bangsa Aceh
> 
> 
> KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa 
JAWA terhadap Bangsa Aceh 
> 
>   
>    
> Local police chief Said Huseini said three "separatist rebels" were 
shot dead Saturday on the outskirts of the provincial capital Banda 
Aceh. A civilian was killed in the crossfire, he said. 
> 
>   
>  
> MASYARAKAT ACEH BERBARING DI TANAH PADA SAAT TNI AD MELEPASKAN 
TEMBAKAN PERINGATAN PADA RIBUAN PENGUNJUK RASA DI LHOKSEUMAWE, 
PROPINSI ACEH 21 APRIL 1999. DUA ORANG PENDUDUK TEWAS SETELAH POLISSI 
DAN TENTARA MEMBUBARKAN UNJUK RASA RIBUAN PELAJAR SEKOLAH YANG 
MEMINTA DILEPASKANNYA 300 ORANG PELAJAR YANG TERTANGKAP SAAT UNJUK 
RASA MENDUKUNG KEMERDEKAAN ACEH BEBERAPA HARI SEBELUMNYA. (en/str: 
REUTERS)
> 
>  
> Seorang ibu menangis setelah anak kandungnya dibunuh 
> secara sangat kejam dan keji oleh babi jawa
> 
>  
> Seorang anak dan ibunya kembali kerumah yang baru saja dibakar oleh 
anjing jawa
>   
> Setelah dibunuh Anjing TNI menyuruh masyarakat kampung untuk 
mengambilnya 
>  
> 
> KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa 
JAWA terhadap Bangsa Aceh, Kamis, 9 Augustus 2001, Avdelning 4, PT 
Bumi Flora, Desa Alue Rambôt, Kec. Bandar Alam Aceh Timur
> 
>  
>  
>   
>   
>   
>   
>   
>  
>     
>       
> Just In One Day, Over 100 Unarmed Achehnese Civilianswere 
Unlawfully Killed by TNI 
> 
>  KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa 
JAWA terhadap Bangsa Aceh
>  
>   KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa 
JAWA terhadap Bangsa Aceh
> 
> 
> KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa 
JAWA terhadap Bangsa Aceh 
> 
> 
> KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa 
JAWA terhadap Bangsa Aceh 
>   
> KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa 
JAWA terhadap Bangsa Aceh 
> 
> 
> KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa 
JAWA terhadap Bangsa Aceh 
>   
> KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa 
JAWA terhadap Bangsa Aceh 
>   
> KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa 
JAWA terhadap Bangsa Aceh
> 
>   
> KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa 
JAWA terhadap Bangsa Aceh 
>   
> Men in Aceh are questioned by 
> Indonesian soldiers 
>   
> KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa 
JAWA terhadap Bangsa Aceh 
> 
>  
> BABI-BABI JAWA MENGADAKAN PEMERIKSAN KEPADA SETIAP KENDARAAN YANG 
AKAN MENUJU KOTA BANDA ACEH TEMPAT DI ADAKANNYA SIDANG RAYA RAKYAT 
ACEH UNTUK KEDAMAIAN, 10 NOVEMBER 2000. TINDAKAN KERAS APARAT KEPADA 
MASYARAKAT YANG AKAN MENGHADIRI SIDANG ITU MENGAKIBATKAN BELASAN 
ORANG MENINGGAL DUNIA. (AP Photo/Ismael) 
> 
>  
> Seorang student berdiri didepan rumah sekolahnya yang baru saja 
dibakar hangus oleh anjing-anjing TNI
>    
> Salah seorang masyarakat biasa yg 
> dibunuh secara begitu keji dan kejam oleh babi dan anjing jawa-TNI 
di Kecamatan Nilam, Aceh Utara
> 
>  
>   
> Press Release 
> To News Editors
> July 21, 1999
> For Immediate Release 
>   ACEH REBEL LEADER CALLS INDONESIAN RULE ABSURD   In a rare 
interview from his exile in Sweden, the leader of the movement 
fighting for independence in Indonesia's northernmost province of 
Aceh, Hasan di Tiro, says Indonesia has no right to govern Aceh. The 
exclusive interview with the FAR EASTERN ECONOMIC REVIEW appears in 
its July 29 issue, published Thursday, July 22.   The uncompromising 
di Tiro calls Indonesia another name for the Dutch East Indies with 
new rulers, Javanese instead of Dutch. Di Tiro, who declared Aceh's 
independence in 1976 but fled to Sweden three years later, dismisses 
Indonesia's new autonomy legislation as irrelevant. The notion of 
Indonesia is absurd, he says. He also ridicules the Bahasa Indonesia 
language as "pidgin Malay" and calls the Javanese "barbaric and 
uncivilized."   Di Tiro puts the overall strength of separatist 
forces operating in Aceh at around 5,000. Asked what sort of message 
would he send to a new Indonesian government, perhaps
>  one headed by Megawati Sukarnoputri whose party won the largest 
number of votes in June's parliamentary elections, Di Tiro says: "No 
message. They're all the same. Uneducated fools."   The REVIEW 
obtained the interview amid mounting concern that Aceh may be posing 
a serious challenge to Indonesian unity. The REVIEW reports 
Indonesian military concerns that outside support makes Aceh's rebels 
much more dangerous than the ragtag, poorly armed independence 
fighters of East Timor and Irian Jaya.   Two battalions of troops--
backed by 1,700 paramilitary police from Jakarta--have renewed 
operations in Aceh response to a wave of ambushes, assassinations and 
arson attacks in recent weeks. In one of the worst incidents so far, 
guerrillas killed five soldiers and wounded 20 in a July 19 ambush on 
a military convoy. More than 70,000 refugees have scattered across 
Aceh.
> 
> For further information, please contact:
> Michael Vatikiotis
> Far Eastern Economic Review
> Tel 852 2508 4420
> Fax 852 2503 1530 
>    
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>       
> The death of the charismatic Syafii, 54, his wife Fatimah alias 
Aisyah and five bodyguards were killed in the head and chest on 
Tuesday during fierce battle. Indonesia accused of treachery over 
Syafii's killing. (AT) 
>  
> The remains of great and charismatic Abdullah Syafei (L), 54, his 
wife Fatimah alias Aisyah (R) were taken to their house after 
verification of identities by his brother Zakaria at Sigli hospital 
on 24 January 2002. Abdullah Syafei was the Free Acheh Movement 
(GAM)' s War Commander who was killed by Indonesian troops on 22 
January. GAM has accused Indonesian military of treachery over 
Syafii's killing. (AT) 
> 
> 
> 
>        
> Almarhum Sjahid Jafar Siddiq Hamzah, murdered by Indonesian regime 
> 
> "KEBIADABAN KAFIR indonesia jawa tidak akan kita maafkan oleh kita 
Bangsa Aceh. Lihat dalam foto, bagaimana kafir laknat penjajah 
indonesia jawa membunuh anak2 Bangsa Aceh di depan ibu2 mereka yang 
telah tua. Kemudian kafir laknat indonesia jawa itu telah mengikat 
tangan2 ibu mereka.....Demi Allah, kita Bangsa Aceh wajib terus 
memerangi kafir laknat penjajah indonesia jawa penyembah berhala 
burung garuda dan pancasila. KITA BANGSA ACEH JANGAN SEKALI-KALI 
PATAH SEMANGAT dalam memerangi kafir laknat indonesia jawa yang 
biadab itu.
> Wassalam, 
> Puteh Sarong 
> 
> 
>       
>   
______________________________________________________________________
_________
> *Pada hakikatnya OTONOMI buat aceh hanyalah pengekalan status kita 
sebagai bangsa terjajah" I D
> --------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
> 
> 
>       
>     
> ---------------------------------
>   All-new Yahoo! Mail - Fire up a more powerful email and get 
things done faster.   
> 
> 
> 
> 
>     
> ---------------------------------
>   Apakah Anda Yahoo!?
> Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!     
> ---------------------------------
>   Apakah Anda Yahoo!?
> Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! 
> 
> 
>     
> ---------------------------------
>   Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business.     
> ---------------------------------
>   Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business.   
> 
> 
> 
> 
> 
>   
>   
> ---------------------------------
>   Apakah Anda Yahoo!?
> Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!  
>   
> ---------------------------------
>   Apakah Anda Yahoo!?
> Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!  
> 
>          
> 
>               
> ---------------------------------
> Apakah Anda Yahoo!?
> Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
>





Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? 
Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan 
ini)...
beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung 
bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Salam perjuangan. 
--------------
ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!!
**UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK:
kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED]
http://lantak.cjb.net
*PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Lantak/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Lantak/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke