http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED]
Stockholm, 22 Oktober 2006 Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wr wbr. ALLAMAH SYARAFUDDIN AL-MUSAWI SENGAJA DAN PENUH KESADARAN MEMPERGUNAKAN FAKTA DAN BUKTI YANG SALAH DAN LEMAH. Ahmad Sudirman Stockholm - SWEDIA. KELIHATAN DENGAN TERANG BAHWA ALLAMAH SYARAFUDDIN AL-MUSAWI SENGAJA DAN PENUH KESADARAN MEMPERGUNAKAN FAKTA DAN BUKTI YANG SALAH DAN LEMAH. Ketika kita membahas secara bersama-sama tentang tulisan Sejarah Hidupku, Hari-Hari Masa Kecilku ( http://www.al-shia.com/html/id/books/Kebenaran-Hilang/index.htm ) yang dikarang oleh Allamah Syarafuddin Al-Musawi dari Sudan dan disebarluaskan melalui situs Syiah oleh http://www.al-shia.com ternyata diketemukan didalam tulisan pendahuluannya berjudul Sejarah Hidupku, Hari-Hari Masa Kecilku berisikan hal-hal yang tidak logis, kontradiksi dan tidak masuk akal yang disimpulkan dalam uraian: Jadi disini kelihatan dengan jelas dan nyata bahwa Allamah Syarafuddin Al-Musawi ketika menuliskan hubungan antara kejadian di Ghadir khum setelah Haji Wada dan turunnya ayat 1 dan ayat 2 surat Al-Ma'aarij ini tidak bisa diterima oleh akal yang sehat atau tidak logis atau kontradiksi. Atau dengan kata lain Allamah Syarafuddin Al-Musawi menuliskan cerita sejarah hidupnya itu penuh dengan kebohongan dan memanipulasi fakta dan bukti. (Ahmad Sudirman, 20 Oktober 2006, http://www.dataphone.se/~ahmad/061020a.htm ) Nah, rupanya kesimpulan yang diambil berdasarkan fakta, bukti hukum yang kuat itu dibantah oleh salah seorang pengikut Ali atau Syiah Ali dengan menuliskan bahwa: Tulisan Allamah Syarafuddin Al-Musawi tentu sebagaimana buku yang ditulis penulis penulis lainnya, dimana pastinya ada titik kelemahannya. Yang tidak memiliki titik kelemahan tentunya Al Qur-anul Karim. Saya memforward bagian yang penting, yaitu tentang Konspirasi jahat yang dilakukan terhadap Imam 'Ali as dan Mazhab Ahlulbaytnya atau Syi'ah Imamiah 12. Sebaliknya orang itu hanya mengambil sisi yang masih perlu diperdebatkan tentang keabsahannya. (Husaini Daud, 21 Oct 2006 18:16:10 -0000) Nah sekarang, terbukti dengan terang bahwa ternyata setelah dibongkar inti yang tertuang dalam Bab pendahuluannya yang merupakan bagian awal dan penting dalam buku tersebut untuk menarik para pembaca, ternyata isinya penuh kebohongan akibat mempergunakan fakta dan bukti hukum yang tidak benar dan tidak masuk akal serta kontradiksi. Kemudian yang paling melemahkan lagi yaitu dengan mengajukan argumentasi bahwa kebohongan yang dilambungkan oleh Allamah Syarafuddin Al-Musawi dalam bukunya itu adalah sebagaimana buku yang ditulis penulis penulis lainnya, dimana pastinya ada titik kelemahannya. Nah disinilah akhirnya pengikut Ali atau Syiah Ali yang hanya bisa menjadikan dasar argumentasi untuk mempertahankan ketidak logisan dan kontradiksi serta kebohongan itu dengan cukup memakai untaian kata dimana pastinya ada titik kelemahannya. Justru, sebenarnya itu bukan suatu titik kelemahan. Mengapa ? Karena kalau memang Bab pendahuluan itu adalah berisikan poin-poin yang lemah, maka tidak mungkin dijadikan sebagai bagian yang paling utama untuk memikat para pembaca agar mau mengikuti dan mau tertarik dengan isi buku tersebut. Dengan menjadikan ayat 1 dan ayat 2 surat Al-Ma'aarij sebagai dasar argumentasi pengangkatan dan pelantikan Ali bin Abi Thalib ra di Ghadir khum (satu tempat antara Mekkah dan Madinah) setelah Haji Wada dan ditempatkan di Bab pendahuluan dan menjadi Bab utama dari buku itu, maka sudah pasti Allamah Syarafuddin Al-Musawi dengan penuh kesadaran dan penuh pengertian bahwa apa yang ditulisnya itu adalah fakta dan bukti hukum yang benar dan kuat. Jadi, kalau kata pengikut Ali atau Syiah Ali bahwa tulisan Allamah Syarafuddin Al-Musawi adalah sebagaimana buku yang ditulis penulis penulis lainnya, dimana pastinya ada titik kelemahannya. Yang tidak memiliki titik kelemahan tentunya Al Qur-anul Karim. Maka argumentasi yang disodorkannya itu adalah tidak lebih dan tidak kurang hanyalah merupakan makin terbukanya kelemahan dan kesengajaan dalam hal menjadikan fakta dan bukti hukum lemah untuk dijadikan penguat dalam hal cerita pengangkatan dan pelantikan Ali bin Abi Thalib ra sebagai Khalifah langsung penerus Rasulullah saw apabila Rasulullah saw telah menghadap Allah SWT. Nah dengan ketidak mampuan memberikan argumentasi yang kuat atas apa yang ditulis oleh Allamah Syarafuddin Al-Musawi, maka jalan pendek yang ditempuh oleh pengikut Ali atau Syiah Ali itu cukup dengan menulis Jadi sebetulnya bagi saya sudah sa'atnya mengucapkan selamat tinggal kepada orang itu dan "Lakum dinukum waliadin". Selanjutnya dalam kesempatan ini juga kita akan membahas mengenai salah satu dasar kekuatan hukum dalam membangun pemerintahan dan negara yang dicontohkan Rasullah saw di Yatsrib. Dimana dasar kekuatan hukum dalam membangun pemerintahan dan negara itu dituangkan dalam ayat 59 surat An-Nisaayang artinya: Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS An-Nisaa', 4: 59) Nah, dasar hukum Negara Islam pertama yang dibangun Rasulullah saw ini adalah diturunkan sebelum Rasulullah saw melaksanakan Haji Wada. Kalau kita menggali dan menganalisa apa yang tertuang dalam dasar hukum ayat 59 surat An-Nisaa itu, maka ditemukan butiran-butiran fakta dan bukti hukum yang akan membuat argumentasi pihak para pengikut Ali atau Syiah Ali masuk dalam perangkap jaringa buatannya sendiri. Mengapa ? Karena, apa yang tertuang dalam kata-kata athi'u Allah wa athi'ur Rasul wa uli amri minkum (taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu) ditemukan satu dasar perbedaan yang sangat prinsipil dan paling mendasar, yaitu masalah athi'u Allah wa athi'ur Rasul (taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya)). Nah didepan kata Allah dan Rasul ditempatkan kata perintah athi'u (taatilah). Jadi dalam waktu bersamaan kaum muslimin dan muslimat harus taat dan patuh kepada Allah SWT dan Rasulullah saw. Taat kepada Allah SWT dan taat kepada Rasulullah saw, keduanya tidak bisa dipisahkan. Tetapi, kepada uli amri minkum itu tidak ada perintah athi'u (taatilah) sebagaimana kepada Allah SWT dan Rasulullah saw. Mengapa ? Karena ayat ini diturunkan menurut Muslim dalam sahih-nya : 3416 ketika Rasulullah saw mengutus Abdullah bin Hudzafah bin Qais bin Adi As-Sahmi dalam suatu pasukan perang. Jadi Abdullah bin Hudzafah bin Qais bin Adi As-Sahmi adalah salah satu contoh uli amri minkum yang diutus oleh Rasulullah saw dalam suatu pasukan perang. Nah pengertian ketaatan kepada Allah SWT dan ketaatan kepada Rasulullah saw tidak diartikan sama dengan ketaatan kepada Abdullah bin Hudzafah bin Qais bin Adi As-Sahmi sebagai salah seorang yang diutus dalam pasukan perang. Jadi, dalam hal pengangkatan Abdullah bin Hudzafah bin Qais bin Adi As-Sahmi bagi pasukan perang dibawah komando Abdullah bin Hudzafah bin Qais bin Adi As-Sahmi harus patuh kepadanya. Tetapi tidak berarti kepatuhan kepada Abdullah bin Hudzafah bin Qais bin Adi As-Sahmi disamakan dengan ketaatan kepada Allah SWT dan ketaatan kepada Rasulullah saw dalam hal kepercayaan atau keyakinan. Nah, kalau sepeninggal Rasulullah saw mengangkat uli amri diantara kaum muslimin dan muslimat adalah bukan Allah SWT, melainkan kaum muslimin dan muslimat itu sendiri. Jadi, ketaatan kepada Allah SWT dan ketaatan kepada Rasulullah saw tidak bisa dilakukan dan diterapkan sama dengan kepada uli amri diantara kaum muslimin dan muslimat. Sebagai alat pembanding adalah dengan pengangkatan Abdullah bin Hudzafah bin Qais bin Adi As-Sahmi oleh Rasulullah saw sebagai salah seorang yang diutus dalam pasukan perang. Nah sekarang, berdasarkan ayat 59 surat An-Nisaa ini sudah bisa dibuktikan bahwa kalau ada orang sepeninggal Rasulullah saw yang menjadikan ketaatan kepada Allah SWT dan ketaatan kepada Rasulullah saw diterapkan kepada uli amri, maka orang itu telah melakukan pelanggaran hukum dan penyelewengan hukum yang telah digariskan Allah SWT dan dicontohkan Rasulullah saw. Contohnya Allamah Syarafuddin Al-Musawi telah menuliskan bahwa Ali bin Abi Thalib ra telah diangkat dan dilatik menjadi Khalifah langsung sepeninggal Rasulullah saw. Dimana ketaatan kepada Ali bin Abi Thalib ra adalah sama dengan ketaatan kepada Rasulullah saw, sehingga Ali bin Abi Thalib ra dipanggil dengan panggilan Ali as setaraf dengan tingkat Nabi dan Rasul, padahal tidak ada dalam Al Quran pengangkatan Ali bin Abi Thalib ra sebagai Nabi atau sebagai Rasul atau sebagai Khalifah. Yang ada diturunkan Allah SWT adalah ayat 59 surat An-Nissa tersebut diatas. Jadi dengan ayat 59 surat An-Nisaa tidak bisa dijadikan sebagai dasar hukum untuk menjadikan Ali bin Abi Thalib ra sebagai penggati Rasulullah saw sehingga diberi gelar as atau alaihi salam sebagaimana gelar yang diberikan kepada para Nabi dan Rasul. Kemudian ayat 59 surat An-Nisaa ini juga adalah dasar hukum yang diterapkan dalam negara Islam pertama di Yatsrib, yaitu Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Nah, dasar hukum inilah yang menjadi kekuatan dalam penentuan hukum di Negara Islam pertama yang dibangun Rasulullah saw, yaitu apapun persoalan dan pendapat yang timbul dalam pemerintah di Negara Islam pertama, maka jalan penyelesaiannya adalah diacukan kepada Allah SWT yaitu kepada Al Quran dan Rasul yaitu kepada Sunnahnya. Inilah dua pegangan yang harus tetap ditaati dan dijalankan oleh kaum muslimin dan muslimat sampai hari yaumiddin atau hari pembalasan atau hari akherat. Jadi dengan memegang kepada Al Quran dan As-Sunnah Rasulullah saw, maka akan selamat kaum muslimin dan muslimat yang hidup dalam naungan Negara Islam pertama Rasulullah saw. Begitu juga bagi kaum muslimin dan muslimat akan selamat apabila dalam hal penyelesaian masalah apapun yang timbul dalam pemerintah dan negara jalan penyelesaiannya diacukan kepada Al Quran dan As-Sunnah Rasulullah saw. Apa yang ditulis oleh Allamah Syarafuddin Al-Musawi tentang apa yang terjadi di Ghadir khum bahwa Rasulullah saw mengangkat dan melantik Ali bin Abi Thalib ra sebagai Khalifah langsung sepeninggal Rasulullah saw dengan diperkuat dalam pidato pengangkatan tersebut bahwa Rasulullah saw akan meninggalkan dua hal yang berat, yaitu: Al-Qur'an yang berisi petunjuk dan cahaya dan Keluarga Rasulullah saw atau dikalangan pengikut Ali bin Abi Thalib ra kedua hal itu dinamakan tsaqalain (Al-Quran dan Keluarga Rasulullah saw). Ternyata kalau digali lebih dalam tentang cerita tsaqalain yang kata mereka dinyatakan di Ghadir khum selepas Rasulullah saw melaksanakan Haji Wada pada tahun kesepuluh Hijrah dan dihubungkan dengan ayat 59 surat An-Nisaa, maka ditemukan ketaatan kepada Allah SWT dan ketaatan kepada Rasulullah saw sebagaimana yang tertuang dalam ayat 59 surat An-Nisaa telah diganti dengan tsaqalain, yaitu memegang Al-Quran dan keluarga Rasulullah saw. Jadi bukan Rasulullah saw sendiri maksudnya Sunnah Rasulullah saw, tetapi keluarga Rasulullah saw. Artinya disini, apabila Rasulullah saw telah menghadap Allah SW, maka menurut pengikut Ali atau Syiah Ali seluruh kaum muslimin dan muslimat hanya wajib taat kepada Allah SWT artinya memegang Al Quran dan taat kepada keluarga Rasulullah saw yaitu kepada Ali bin Abi Thalib ra, Fatimah Zahra ra, Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, Husen bin Ali bin Abi Thalib ra. Terakhir, setelah digali, dibaca, diteliti, dipahami dan dianalisa sebagaimana yang ditulis diatas, maka ditemukan bahwa apa yang ditulis oleh Allamah Syarafuddin Al-Musawi tentang Ali bin Abi Thalib ra telah diangkat dan dilatik menjadi Khalifah langsung sepeninggal Rasulullah saw adalah tidak ada dasar nash-nya yang kuat dan sahih. Begitu juga tentang tsaqalain ternyata bertentangan dengan dasar hukum ayat 59 surat An-Nisaa. Seluruh kaum muslimin dan muslimat harus taat kepada Allah SWT dan taat kepada Rasulullah saw. Bukan taat kepada Allah SWT dan taat kepada keluarga Rasulullah saw yaitu kepada Ali bin Abi Thalib ra, Fatimah Zahra ra, Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, Husen bin Ali bin Abi Thalib ra sebagaimana yang diimani dan diyakini oleh para pengikut Ali atau Syiah Ali. Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada [EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.* Wassalam. Ahmad Sudirman http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] ---------- From: Muhammad al qubra <[EMAIL PROTECTED]> Reply-To: [email protected] To: [email protected], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [email protected], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] Subject: [Lantak] Nampaknya bagi sebahagian manusia benar-benar tidah mampu mengambil pelajaran dari Al Qur-an. Hal itu disebabkan 'Aqidah mereka yang masih keliru (QS.56:79) Date: Sat, 21 Oct 2006 17:05:26 +0200 (CEST) MIME-Version: 1.0 X-Originating-IP: 217.12.13.53 X-Sender: [EMAIL PROTECTED] Received: from n22a.bullet.scd.yahoo.com ([66.94.237.51]) by bay0-mc2-f3.bay0.hotmail.com with Microsoft SMTPSVC(6.0.3790.2444); Sat, 21 Oct 2006 15:15:36 -0700 Received: from [66.218.69.5] by n22.bullet.scd.yahoo.com with NNFMP; 21 Oct 2006 15:10:50 -0000 Received: from [66.218.67.97] by t5.bullet.scd.yahoo.com with NNFMP; 21 Oct 2006 15:10:50 -0000 Received: (qmail 4730 invoked from network); 21 Oct 2006 15:05:39 -0000 Received: from unknown (66.218.66.166) by m40.grp.scd.yahoo.com with QMQP; 21 Oct 2006 15:05:39 -0000 Received: from unknown (HELO web86901.mail.ukl.yahoo.com) (217.12.13.53) by mta5.grp.scd.yahoo.com with SMTP; 21 Oct 2006 15:05:38 -0000 Received: (qmail 61812 invoked by uid 60001); 21 Oct 2006 15:05:26 -0000 Received: from [83.108.191.62] by web86901.mail.ukl.yahoo.com via HTTP; Sat, 21 Oct 2006 17:05:26 CEST X-Message-Info: LsUYwwHHNt2JABeMnJjB3BRNYV3K6oSJQmAO4uxkB+M= Comment: DomainKeys? See http://antispam.yahoo.com/domainkeys DomainKey-Signature: a=rsa-sha1; q=dns; c=nofws; s=lima; d=yahoogroups.com;b=d7knv93xlgyHxds68+K5FeDOF4MmUI4/woLBTE8p/T0gH+G0waMUvbJWlXijwNaOiESRGS6/pQ8CUvouSBgIyWXZ2g/xJ3x4FfQt9acGw+1icwelv5zhvIbq4DnmEfWI; X-Yahoo-Newman-Id: 3332471-m9411 X-Apparently-To: [email protected] X-eGroups-Msg-Info: 1:0:0:0 X-Yahoo-Profile: acheh_karbala Mailing-List: list [email protected]; contact [EMAIL PROTECTED] Delivered-To: mailing list [email protected] List-Id: <Lantak.yahoogroups.com> Precedence: bulk List-Unsubscribe: <mailto:[EMAIL PROTECTED]> X-Yahoo-Newman-Property:groups-email-trad Return-Path: [EMAIL PROTECTED] X-OriginalArrivalTime: 21 Oct 2006 22:15:36.0810 (UTC) FILETIME=[6F34CCA0:01C6F55E] Ternyata orang itu tidak mampu memahami apa yang saya maksudkan. Kemungkinan besar tertutup mata hatinya dengan buruk sangkanya terhadap ahlulbayt Rasulullah yang sebenarnya. Padahal sudah diperjelaskan dengan Hadist Al Kisa ketika hanya Imam Ali as, Fatimah Az Zahara, Imam Hassan dan Imam Hussein as saja yang ditutup Rasulullah dengan kain Kisa Yaman. Hal itu diperjelas lagi dengan surah Ali Imran 3:61 (ayat Mubahalah) dan juga Hadist penutupan semua pintu - pintu yang menghala ke Mesjid kecuali pintu rumah Imam 'Ali as. Nampaknya bagi sebahagian manusia benar-benar tidah mampu mengambil pelajaran. Hal itu disebabkan 'Aqidah mereka yang masih keliru (QS.56:79) Bagi orang-orang yang jernih pikirannya mampu menarik kesimpulan bahwa ketika Rasulullah mengatakan: Ya Allah ! mereka adalah Ahl al-Bait aku . . . . setelah menutupi Imam Ali as, Fatimah Az Zahara, Imam Hassan dan Imam Hussein as dengan kain Kisa Yaman, berarti Rasulullah mengumumkan kepada manusia bahwa hanya Imam Ali as, Fatimah Az Zahara, Imam Hassan dan Imam Hussein as saja yang termasuk ahlulbaytnya. Pastinya Allah sudah duluan mengetahui apa yang dinyatakan Rasullnya, pastinya apasaja yang dating dari Rasulullah berasal dari Allah sendiri. Demikianjugalah andaikata sebahagian manusia masih saja mengira bahwa para Isteri Rasulullah juga termasuk ahlulbayt yang hendak disucikan, dapat melihat dengan fakta dari doa Rasulullah ini bahwa setelah rasulullah menutub mereka berempat, lalu berkata: Ya Allah ! mereka adalah Ahl al-Bait aku maka hilangkanlah dosa dari mereka dan bersihkanlah mereka dengan sebersih-bersihnya. Hal ini njuga dibuktikan dengan penolakan Rasulullah terhadap permohonan Ummu Shalamah ketika minta bergabung dengannya, mengatakan: tetaplah engkau pada tempatnya . . . . . . Selanjutnya kepastian hanya Imam Ali as, Fatimah Az Zahara, Imam Hassan dan Imam Hussein as saja sebagai Ahlulbayt Rasulullah dibuktikan dengan ayat Mubahalah (Ali Imran 3:61). Disini kita dapat melihat kenapa Rasulullah tidak mengikut sertakan para Isterinya (Aisyah, Shalamah dan lain-lain) dalam bermubahalah itu. Pastinya dalam peristiwa itu bukan saja untuk membuktikan benarnya Agama Muhammad tapi juga sebagai Pengumuman kepada manusia bahwa hanya pribadi berempat sajalah yang merupakan sebagai Representant buat manusia. Merekalah manusia teladan yang dijadikan Allah sebagai Hujjahnya terhadap manusia, kendatipun ditolah oleh orang-orang yang masih berpenyakit dalam kepalanya. Pastinya Allahlah yang menyuruh Rasululnya untuk menampilkan hanya Imam Ali as, Fatimah Az Zahara, Imam Hassan dan Imam Hussein as saja dalam peristiwa tersebut agar manusia dapat berfikir tentang keberadaan pribadi suci itu. Ketika Rasulullah menginstruksikan agar semua pintu-pintu yang menghala ke Mesjid ditutup semua kecuali pintu rumah Imam Ali as, orang-orang yang benar-benar beriman juga dapat memahami dengan jelas bahwa justru pribadi berempat itu juga yang dibenarkan bebas masuk kedalam Mesjid kendatipun dalam keadaan berjunub. Hal ini membuktikan bahwa mereka itu suci lahir bathin. Merekalah yang diusucikan Allah sesuci-sucinya. Keterangan yang membuktikan keberadaan mereka para Ahlulbayt Rasulullah bukanlah hanya pada tiga tempat yang telah saya kemukakan itu tapi masih banya lagi, misalnya pada hadist Bahtera: "Sesungguhnya perumpamaan Ahlul Baitku di sisi kalian bagaikan bahtera Nabi Nuh di sisi kaumnya. Siapa yang ikut selamat dan yang tertinggal akan tenggelam." (Mustadrak al-Hakim jil. 3 hal. 151; Yanabi' al-Mawaddah hal. 30,370; as-Shawaâiq al-Muhriqah hal. 184,234.). Kemudian juga Hadist Pintu Pengampunan: "Dan sesungguhnya perumpamaan Ahlul Baitku di sisi kalian bagaikan Pintu Pengampunan bagi Bani Israel. Siapa yang memasukinya maka dia akan diampuni." (Lihat Is'afar-Raghibin danJami' as-Shagir) Betapa lugunya orang itu ketika mengatakan bahwa ahlulbayt Rasulullah termasuk seluruh orang-orang yang beriman. Ternyata mereka itu tidak mampu memahami maksud saya yang begitu jelas ketika saya katakana secara Idiolgy atau Aqidah yang berakibat sangkaannya merembes kepada orang-orang diluar jalur Ahlulbayt. Hal ini sesuai dengan sangkaan mereka yang selalu mereka lakukan selawat bukan saja kepada Ahlulbayt Rasulullah tetapi juga kepada para sahabat. Rupanya mereka terkecoh dengan hadist palsu bahwa para sahabat itu umpama bintang-bintang. Mereka tidak mengetahui kalau hanya sebahagian kecil saja para sahabat yang merupakan sebagai bintang-bintang, dimana sebahagian lainnya senantiasa menentang Rasulullah sendiri sebagimana yang diperlihatkan oleh Umar dan Abubakar cs. Orang itu juga tidak memahami kalau kukatakan Aqidah itu sama dengan Idiologi. Mungki disebabkan Idiology itu berasal dari bahasa Ingeris, orang itu mengira Idiologi itu buatan manusia yang berkenotasi negatif. Politik itu juga berasal dari Barat atau Yunani. Tapi ketika kita katakan politik Islam, itu berarti Siasah Fatanah, yaitu Politik Rasulullah. Ketika orang itu mengira saya menjerat leher sendiri, terbukti betapa fanatik butanya orang itu sehingga membuat matanya kabur tak dapat memahami apa yang kumaksudkan, Ya allah betapa lugunya hambamu yang satu ini. Untuk itu telusurilah sekali lagi tulisanku itu: Aqidah adalah bahasa Arab sedangkan Idiology adalah bahasa Inggeris, keduanya merupakan flatform atau asas tempat seseorang bergantung atau berpijak dalam Hidupnya didunia ini. Andaikata seseorang berpegang teguh benar-benar pada Al Qur-an, berarti flatformnya atau dasar tempat berpijaknya adalah Al Qur-an. Dengan kata lain berarti orang tersebut menggunakan Al Qur-an sebagai Idiologynya atau berIdiology Al Qur-an. Realitanya banyak orang yang beridiology Pancasila, tapi menggunakan Al Qur-an hanya sebagai bahan bacaan untuk orang mati, untuk memperoleh pahala, bahan Musabaqah dan seni Kaligrafi. Yang jelas orang tersebut tidak menggunakan Al Qur-an sebagai Idiology atau Aqidah. Selanjutnya dapat dipahami bahwa Idiology Syiah atau Aqidah Syiah tentu berbeda dengan Aqidah atau Idiology Sunni. Idiology Syiah menggunakan Al Qur-an dan Ahlulbayt sebagai platformnya sementara Idiology Sunni menggunakan Al Qur-an dan Hadist Nabi sebagai platformnya. Ahlulbayt Rasulullah bagi Syiah selain berfungsi untuk mendampingi Al Qur-an agar tidak salah tafsir, juga merupakan filter untuk menjaga agar hadist Nabi tidak dipalsukan. Sedangkan bagi Sunni tidak memiliki filter untuk menjaga kemurnian Sunnah Rasulullah kecuali dengan menggunakan istilah sahehnya Kitab Bukhari - Muslim, hingga siapapun yang merasa dirinya berkemampuan boleh saja menafsirkan Al Qur-an sebagimana yang dilakukan oleh orang itu. Orang itu keliru 180 derajat ketika mengatakan bahwa ahlulbayt Rasulullah itu termasuk seluruh orang yang beriman. Untuk memudahkan pemahaman saya umapamakan seperti berikut: Secara loghat ahlulbayt itu terdiri dari seorang Suami dan beberapa orang Isteri serta beberapa orang anaknya. Jadi hanya terbatas kepada Suami Isteri plus anak-anaknya saja, tidak termasuk orang lain. Secara Idiology atau Aqidah tentunya ada diantara anak-anak itu atau Isteri-isteri itu yang tidak dapat dianggap sebagai anggota ahlulbayt atau keluarga, disebabkan tidak tundukpatuh kepada Allah dan Rasulnya (keliruAqidahnya). Contohnya Kanan anak Nabi Nuh yang dinyatakan Allah bukan anaknya. Pastinya dalam keluarga Rasulullah juga ada orang yang karakternya relatif sama dengan anak Nabi Nuh tersebut Jelasnya diantara Isteri-isteri Nabi Muhammad itu ada yang bukan Isterinya menurut kaca mata AlQur-an atau menurut Allah sendiri. Jangankan orang yang relatif sama dengan Kanan, Ummu Shalamah saja yang pasti termasuk orang yang beriman atau benar Aqidahnya sesuai ketearangan Rasulullah sendiri, tidak termasuk dalam golongan Ahlulbayt. Justru itulah ketika Rasulullah memasukkan Imam Ali as, Fatimah Az Zahara, Imam Hassan dan Imam Hussein as kebawah kain kisa tidak membenarkan Ummu Shalamah bersama mereka dengan sabdanya kamu tetap ditempatmu dalam kebaikan. Bagi orang yang arif tentu dengan mudah dapat mengambil kesimpulan yang benar kenapa dalam ayat Mubahalah Rasulullah tidak membawa Isteri-isterinya untuk ikut serta, kecuali pribadi yang berempat itu saja. Hal ini diperjelas lagi ketika Rasulullah mengintruksikan agar semua pintu-pintu yang menghala keMesjid ditutup semua kecuali pintu Imam Ali as dimana didalamnya hanya pribadi yang berempat tadi juga. Kalau orang itu masih tidak mapu memahami bahwa justru pribadi berempat saja yang telah disucikan Allah sesuci-sucinya, melalui tulisan ini saya minta kepada orang itu agar: 1. Sila kemukakan mana dosa Imam Ali as, Fatimah Az Zahara, Imam Hassan dan Imam Hussein as, baik yang besar maupun yang kecil. 2. Silakan kemukakan mana pribadi yang lain yang patut diikuti dan diteladani setelah Rasulullah. 3. Silakan sebutkan nama-nama Imam anda yang anda imani dan ikuti setelah Rasulullah mulai dari pertama sampai zaman sekarang ini Kalau ini tidak dapat anda jawab, tak usahlah membantah kalau hanya pribadi berempat saja sebagai Ahlulbayit Rasulullah yang di sucikan Allah sesuci-sucinya. Demikianlah para pembaca sekalian semoga Allah memberi hidayah kepada kita sekalian sehingga tidak mengalami nasib yang sial ketika menghadapi sakratul maut sebagaimana dialami Abubakar dan Umar cs. Aamin ya Rabbal alamain,- Billahi fi sabililhaq Muhammad Al Qubra [EMAIL PROTECTED] Sandnes, Norwegia _________________________________________________________________ Satsa på kärleken i höst! http://www.msn.se/dejting/ Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan ini)... beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Salam perjuangan. -------------- ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!! **UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK: kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED] http://lantak.cjb.net *PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Lantak/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Lantak/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
