http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

Banda Aceh, 8 September 2006

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.


IRNA TELAH MELAKUKAN PENGKHIANATAN BESAR TERHADAP PERJUANGAN GAM DAN RAKYAT 
ACEH SECARA UMUM.
Suhadi Laweung
Banda Aceh  - Aceh.


MEREKA YANG BERUSAHA UNTUK MENGHANCURKAN GAM.

Berdasarkan analisa yang saya lakukan setelah pergarakan massa rakyat Aceh 
ke Banda Aceh pada 15 Agustus 2006 yang lalu, bahwa Irwandi-Nazar yang 
dipopulerkan dengan singkatan IRNA telah mengkhianati perjuangan rakyat 
Aceh. Di mana, Sentral Infromasi Referendum Aceh (SIRA) merupakan salah satu 
lembaga yang ikut memboyong rakyat Aceh ke ibuota Provinsi.

Pengerahan masyarakat ke Banda Aceh waktu itu adalah untuk menuntut para 
pihak yang ikut dalam penandatangan MoU Helsinki agar merevisi Undang Undang 
Pemerintahan Aceh (UU PA) yang telah disahkan Pemerintah Jakarta dengan 
Nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, namun UU PA tersebut belum 
mencapai landasan dengan apa yang telah disepakati.

Agenda yang telah disusun ternyata diputarbalikan oleh IRNA beberapa hari 
setelah aksi itu. Memang pada hari itu menjadi momen ke dua masyarakat bisa 
berkumpul secara bebas dalam menuntut haknya. Tapi sayang, IRNA memamfaatkan 
ratusan ribu rakyat sebagai jembatan dan kuda mereka untuk berpacu dalam 
merebut kekuasaan tertinggi di tingkat provinsi.

Hal ini, sangat terlihat dengan pendeklarasiannya sebagai salah satu calon 
kandidat dalam Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) mendatang di Aceh. Setelah 
IRNA mencalonkan diri sebagai Gubernur dan wakil, maka pembicaraan 
penyempurnaan UU PA yang masih mengganjal rakyat Aceh dan memporakporandakan 
MoU Helsinki tidak ada lagi yang menghiraukan.

Kenapa? IRNA, yang sebelumnya sebagai tim perumus dan pengawalan langsung 
pembahasan UU PA tersebut telah membelakanginya denga kesibukan mengumpul 
Kartu Tanda Penduduk (KTP) masyarakat sebagai kelengapan administrasinya 
menuju ke PILKADA. Seyogyanya, IRNA harus mengevaluasi aksi 15 Agustus 
dengan mengambil langkah-langkah tepat untuk merevisinya. Tapi, yang terjadi 
di lapangan adalah IRNA diusung untuk mengejar kekuasaan yang terlalu pagi. 
Apakah hanya di sini patokan perjuangan IRNA? Sudahkah selesai IRNA 
memperjuangkan hak rakyat? Tentu, belum. Perjuangan masih panjang!

Berbicara soal jasa dalam perjuangan adalah bukanlah sikap seorang politisi 
yang baik, melainkan sebuah pembicaraan anak-anak yang baru menamatkan Taman 
Kanak-Kanak (TK).

Seorang Irwandi yang menamatkan pendidikanya di Amerika Serikat denga gelar 
“Msc”, tidaklah boleh mencaci maki seorang kandidat lain di mailing list. 
Kalau Irwandi menjual atau mendistribusikan obatnya ke konsumen, maka 
janganlah melecehkan obat orang lain demi fair pendistribusian.

Kalau Irwandi mengatakan, bahwa Hasbi Abdullah mantan seorang anggota 
Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang telah lama tidak aktif itu tidak fair. Hasbi 
berdiam diri bukan maknanya telah membelakangi perjuangan, tapi lebih kepada 
mengatur strategi dan konsolidasi ke masa depan.

Sebenarnya, Irwandi harus sadar. Hasbi Abdullah telah bergabung dengan 
perjuangan GAM sejak dia masih berstatus mahasiswa yang kemudian dia masuk 
penjara era 1980-an. Dengan adanya Hasbi didepak ke penjara maka ada Drh. 
Irwandi Yusuf Msc dan Muhammad Nazar S. Ag, tidakkah mereka sadar? Ke dua 
mereka lahir ke dunia ini karena siapa? Pasti karena hubunganintim biologis 
ke dua orangtuanya. Demikian juga dengan adanya IRNA di arena politik adalah 
karena adanya Hasbi masuk penjara, dan puluhan tokoh-tokoh GAM lain mendekam 
di penjara serta pasukan-pasukan GAM (mantan TNA) lainnya.

Sejak perang pecah di Aceh sudah sangat banyak mayat yang sudah kita kuburi, 
dan hari ini masih banyak darah segar yang belum kering di Aceh. IRNA sudah 
meloncat maju ke PILKADA. Padahal ke duanya merupakan “pahlawan kesiangan” 
yang lahir belum mengakar dengan ideology ke-Aceh-an. Jadi tidak perlu 
saudara IRNA memojokan orang lain demi memcapai satu kursi empuk.

Jika IRNA maju ke PILKADA tanpa izin dari pimpinan berarti telah melangkahi 
para pimpinan, dan sama halnya dengan melawan akan orang tuanya sendiri. Dan 
dalam hal ini, justru IRNA lah yang telah mementingkan pribadinya dengan 
menjualkan keringatan rakyat Aceh dalam setiap pertempura, aksi damai dan 
lain sebagainya.

IRNA bukanlah pahlawan sejati, melainkan pahlawan yang mengkhianati akan 
sebuah perjuangan yang suci. Melihat dari segi etika Irwandi harus segera 
mungkin ditarik posisi Refresentatif GAM di AMM, karena tidak bisa satu 
orang menjabati dua posisi pokok, terutama yang menyangkut dengan 
kepentingan bangsa.

IRNA telah melakukan pengkhianatan besar terhadap perjuangan GAM dan rakyat 
Aceh secara umum.

Salam damai,
----------




Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? 
Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan 
ini)...
beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung 
bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Salam perjuangan. 
--------------
ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!!
**UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK:
kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED]
http://lantak.cjb.net
*PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Lantak/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Lantak/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke