http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

Stockholm, 8 September 2006

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.


MEMAKAI KEDOK DEMOKRASI UNTUK MENGHANCURKAN KPA DAN GAM.
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.


MAKIN KELIHATAN SIAPA YANG BERUSAHA UNTUK MENGHANCURKAN GAM DAN KPA DI 
ACHEH.

”Tidak ada personil GAM aktif yang mencalonkan diri. Humam Hamid dan Hasbi 
Abdullah dicalonkan oleh partai politik Jakarta (PPP). Humam Hamid bukan 
anggota GAM. Hasbi Abdullah adalah anggota GAM yang sudah lama sekali tidak 
aktif dan tidak terlibat samasekali dalam perkembangan GAM (oleh karena itu, 
beliau dapat hidup dengan nyaman dan makmur selama Operasi Darurat Militer 
dan tidak pernah dicari apalagi ditangkap oleh aparat Indon sementara ribuan 
anggota GAM lainnya ditangkap ataupun dibunuh). Hasbi Abdullah hanya 
kebagian kursi calon wakil gubernur. Pimpinan GAM tidak pernah merubah 
keputusan di atas, yakni GAM tetap tidak mencalonkan diri secara institusi. 
Ada pimpinan GAM yang memberikan dukungan diam-diam kepada Humam-Hasbi namun 
ini tidak dapat dianggap sebagai keputusan GAM. Ini adalah keinginan pribadi 
para elit GAM. Jika ada yang mengaku bahwa GAM secara resmi mendukung 
Humam-Hasbi (H2O), maka dapat dianggap sebagai pengingkaran terhadap 
keputusan Pimpinan GAM sendiri. Jika ada elit Pimpinan GAM yang mendukung 
H2O secara pribadi, ini adalah salah satu bentuk demokrasi. Jika ada elit 
Pimpinan GAM yang mengatasnamakan GAM mendukung pihak manapun, ini adalah 
anti demokrasi, mendurhakai keputusan bersama yang telah diambil, serta 
cendrung kepada pemenuhan kepentingan pribadi.” (Hanakaru Hokagata, 
[EMAIL PROTECTED] , 8 september 2006 10:34:25)

Membaca apa yang disampaikan oleh saudara Hanakaru Hokagata atau saudara 
Irwandi Yusuf di Banda Acheh, yang isinya merupakan pernyataan politik 
dengan memakai kedok demokrasi model pancasila-nya mpu Tantular untuk 
dipakai sebagai alat pembersihan dan penghantaman secara langsung kepada GAM 
dan KPA.

Setelah dipelajari secara seksama dan lebih mendalam ternyata ditemukan 
beberapa poin dari apa yang disampaikan oleh saudara Irwandi Yusuf tersebut 
yang mengarah secara langsung dan disadari kepihak GAM yang diformulasikan 
dalam bentuk jurus demokrasi ala pancasila-nya ”Jika ada elit Pimpinan GAM 
yang mengatasnamakan GAM mendukung pihak manapun, ini adalah anti demokrasi, 
mendurhakai keputusan bersama yang telah diambil, serta cendrung kepada 
pemenuhan kepentingan pribadi.”

Jurus demokrasi ala pancasila-nya mpu Tantular yang dipakai oleh saudara 
Irwandi Yusuf inilah yang ditampilkan dan diarahkan kepada pihak GAM ketika 
Ketua Komite Peralihan Acheh (KPA) Muzakkir Manaf di Banda Acheh pada hari 
Selasa tanggal 22 Agustus 2006 menyatakan bahwa “Kami selaku Ketua Komite 
Peralihan Acheh (KPA) Pusat dan seluruh KPA wilayah, mendukung paket Humam 
Hamid dan Hasbi Abdullah, walaupun secara institusi GAM tidak ikut dalam 
Pilkada. Tetapi secara personal GAM dibolehkan untuk mencalonkan diri dan 
dicalonkan. Di pihak KPA tetap memberikan sokongan kepada Humam dan 
pasangannya” (Ketua Komite Peralihan Acheh (KPA) Muzakkir Manaf, Banda Aceh, 
Selasa 22 Agustus 2006)

Lahirnya sikap dari saudara Muzakkir Manaf sebagai Ketua Komite Peralihan 
Acheh (KPA) bukan tanpa alasan politik dan bukan tanpa kekuatan hukum. 
Lahirnya pernyataan Ketua Komite Peralihan Acheh (KPA) Muzakkir Manaf adalah 
setelah GAM pada tanggal 22 Agustus 2006 mengadakan komitmen politik dengan 
partai politik lain, dalam hal ini Partai Persatuan Pembangunan di Banda 
Acheh dimana kedua belah pihak komitmen bahwa menyokong Humam Hamid sebagai 
calon Kepala Pemerintah Acheh dan Hasbi Abdullah sebagai calon wakil Kepala 
Pemerintah Acheh. Dimana komitmen politik yang disepakati oleh pihak GAM dan 
Partai Persatuan Pembangunan dalam hal penyokongan Humam Hamid dan Hasbi 
Abdullah sebagai calon Kepala dan wakil Kepala Pemerintah Acheh adalah 
komitmen politik yang sah secara politik dan hukum.

Lahirnya sokongan politik dari pihak KPA dan GAM kepada pihak Humam Hamid 
dan Hasbi Abdullah melalui komitmen politik dengan pihak Partai Persatuan 
Pembangunan di Banda Acheh tidak bisa dijadikan sebagai alasan untuk 
lahirnya pernyataan saudara Irwandi Yusuf yang berbunyi: ”Jika ada elit 
Pimpinan GAM yang mengatasnamakan GAM mendukung pihak manapun, ini adalah 
anti demokrasi, mendurhakai keputusan bersama yang telah diambil, serta 
cendrung kepada pemenuhan kepentingan pribadi.”

Nah, disinilah Ahmad Sudirman melihat dan memperhatikan bahwa saudara 
Irwandi Yusuf masih terlalu dangkal untuk membawa dan memakai kedok 
demokrasi model pancasila-nya mpu Tantular ini untuk dijadikan senjata guna 
menghancurkan GAM dan KPA.

GAM sesuai dengan status politik dan hukumnya yang diterapkan dalam jalur 
proses politik dan hukum untuk mewujudkan pemerintahan rakyat Acheh melalui 
jalur proses demokratis dan adil, maka GAM sesuai dengan status politik dan 
hukumnya baik melalui partai politik lokal tersendiri, ataupun melalui 
dengan kerjasama dengan partai politik lain atau melalui penyokongan jalur 
independen bisa mewujudkan pemerintahan rakyat Acheh.

Jadi, kalau saudara Irwandi Yusuf yang lantang menyatakan bahwa ”Jika ada 
elit Pimpinan GAM yang mengatasnamakan GAM mendukung pihak manapun, ini 
adalah anti demokrasi, mendurhakai keputusan bersama yang telah diambil, 
serta cendrung kepada pemenuhan kepentingan pribadi”, maka sebenarnya 
saudara Irwandi Yusuf tidak memahami dan tidak mengerti apa yang tertuang 
dalam MoU Helsinki dan sekaligus tidak memahami perjuangan GAM dibawah 
pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro itu sendiri.

Nah, terbukti dengan adanya ketidakmatangan dalam menghayati perjuangan GAM 
dan tidak mengerti dan tidak memahaminya MoU Helsinki itu sendiri, maka 
lahirlah apa yang dilambungkan oleh Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) 
Sofyan Dawood di markas KPA hari Sabtu tanggal 26 Agustus 2006 yaitu 
“Irwandi Yusuf, yang berpasangan dengan Muhammad Nazar, secara resmi maju 
sebagai kandidat calon gubernur dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 
Desember nanti. Mereka maju dengan menggunakan jalur independen. GAM secara 
organisasi tidak akan maju dalam Pilkada. Ini atasnama perorangan personal 
GAM. Tapi GAM mendukung kadernya secara penuh yang maju melalui jalur 
independen. Sebenarnya bukan Hasbi saja yang kita lawan, calon lain juga.” 
(Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Sofyan Dawood, di markas KPA, Sabtu 
26 Agustus 2006)

Inilah, suatu fakta dan bukti bahwa saudara Irwandi Yusuf yang ditunjang 
secara penuh oleh saudara Sofyan Dawood telah memakai lembaga atau institusi 
KPA untuk kepentingan pribadinya guna mencapai kursi kedudukan Kepala 
Pemerintah Acheh dengan memakai kedok demokrasi ala pancasila-nya mpu 
Tantular.

Nah, justru kalau Ahmad Sudirman memperhatikan, membaca, mendalami, 
menganalisa dan menyimpulkan, maka sebenarnya yang telah menghancurkan 
fondasi perjuangan GAM dan KPA dengan memakai kedok demokrasi model 
pancasila-nya mpu Tantular adalah saudara Irwandi Yusuf dengan memakai 
dukungan Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Sofyan Dawood  yang secara 
sadar mempergunakan lembaga atau institusi KPA menjadi wadah resmi mendukung 
penuh saudara Irwandi Yusuf untuk mencapai kursi kekuasaan Kepala Pemerintah 
Acheh.

Jadi, bukan pihak pimpinan tinggi GAM dan pihak Ketua Komite Peralihan Acheh 
(KPA) Muzakkir Manaf yang ”anti demokrasi, mendurhakai keputusan bersama 
yang telah diambil, serta cendrung kepada pemenuhan kepentingan pribadi”, 
melainkan saudara Irwandi Yusuf dan saudara Sofyan Dawood  yang telah dengan 
sengaja memakai lembaga atau institusi KPA secara resmi dipakai alat untuk 
meraih kursi kekuasaan Kepala Pemerintah Acheh tanpa adanya persetujuan dan 
kesepakatan dari pimpinan tinggi GAM.

Kemudian, saudara Irwandi Yusuf dengan secara terang-terangan melakukan 
tindakan yang mengarah kepada bentuk konfrontasi total yang horizontal 
kepada pihak pimpinan tinggi GAM dan Ketua Komite Peralihan Acheh (KPA) 
dengan menyatakan bahwa ”Ada pimpinan GAM yang memberikan dukungan diam-diam 
kepada Humam-Hasbi namun ini tidak dapat dianggap sebagai keputusan GAM. Ini 
adalah keinginan pribadi para elit GAM.”

Pernyataan saudara Irwandi Yusuf diatas itu dimaksudkan dan diarahkan kepada 
komitmen politik antara pihak GAM dengan pihak Partai Persatuan Pembangunan 
dalam hal penyokongan Humam Hamid dan Hasbi Abdullah.

Nah, disinilah alasan politik dan alasan hukum yang dipakai oleh saudara 
Irwandi Yusuf akhirnya yang bisa menjungkirbalikkan saudara Irwandi Yusuf 
sendiri. Coba saja perhatikan dan teliti, ketika pihak pimpinan tinggi GAM 
dan Ketua Komite Peralihan Acheh (KPA) secara politis terang-terangan 
menyatakan bahwa komitmen politik menyokong pihak Humam Hamid dan Hasbi 
Abdullah, ternyata oleh saudara Irwandi Yusuf disebut dengan ”Ada pimpinan 
GAM yang memberikan dukungan diam-diam kepada Humam-Hasbi namun ini tidak 
dapat dianggap sebagai keputusan GAM.”

Yang menjungkirbalikkan saudara Irwandi Yusuf adalah akibat pengambilan 
sikap dan kebijaksanaan politik yang sempit terhadap apa yang telah 
dilakukan oleh pimpinan tinggi GAM dan Ketua Komite Peralihan Acheh (KPA), 
dengan cara menjadikan lembaga atau institusi KPA sebagai lembaga resmi 
dibawah GAM untuk mensahkan dan mendeklarkan dirinya sebagai calon 
independen dari anggota GAM sebagai calon kepala Pemerintah Acheh dalam 
pemilihan kepala pemerintah Acheh mendatang.

Nah, saudara Irwandi Yusuf dengan sikap dan tindakan politiknya yang 
menjadikan KPA dan kedudukan KPA sebagai alat resmi untuk dijadikan sebagai 
kendaraan politik pencapaian kursi kekuasaan kepala Pemerintah Acheh, maka 
menjadilah saudara Irwandi Yusuf sebagai salah seorang yang dengan 
terang-terangan menghancurkan KPA dan GAM.

Selanjutnya, alasan saudara Irwandi Yusuf yang menyatakan bahwa ”Hasbi 
Abdullah adalah anggota GAM yang sudah lama sekali tidak aktif dan tidak 
terlibat samasekali dalam perkembangan GAM (oleh karena itu, beliau dapat 
hidup dengan nyaman dan makmur selama Operasi Darurat Militer dan tidak 
pernah dicari apalagi ditangkap oleh aparat Indon sementara ribuan anggota 
GAM lainnya ditangkap ataupun dibunuh). Hasbi Abdullah hanya kebagian kursi 
calon wakil gubernur” adalah pernyataan yang bersifat politis yang tidak 
bisa dijadikan sebagai dasar atau alasan hukum yang kuat untuk menjadikan 
KPA sebagai alat dan kendaraan politik bagi saudara Irwandi Yusuf untuk 
mencapai kursi kekuasaan kepala Pemerintah Acheh.

Nah, komitmen politik dengan sokongan kepada pihak Hasbi Abdullah yang 
dinyatakan oleh Ketua Komite Peralihan Acheh (KPA) telah mempertimbangkan 
dengan berbagai pertimbangan politik, artinya masalah-masalah yang 
menyangkut Hasbi Abdullah sebagaimana yang dinyatakan oleh sauadar Irwandi 
Yusuf itu telah juga dipertimbangkan secara politis oleh pihak pimpinan GAM 
dan Ketua Komite Peralihan Acheh (KPA). Sejauh yang namanya pertimbangan 
politis yang dijadikan sebagai alasan, maka masalah yang menyangkut ideologi 
perjuangan GAM masih tetap bisa diselamatkan. Artinya, selama Hasbi Abdullah 
tidak melakukan tindakan penghancuran kepada KPA dan GAM dari dalam.

Begitu juga, mengenai komitmen politik atas sokongan kepada pihak Humam 
Hamid bukan anggota GAM yang dimajukan oleh pihak Partai Persatuan 
Pembangunan. Selama pihak Humam Hamid tidak melakukan tindakan yang secara 
terang-terangan menentang dan menghancurkan KPA dan GAM, maka selama itu 
pihak Humam Hamid masih bisa diajak bicara dan berjalan dibawah naungan 
kebijaksanaan politik GAM.

Jadi, alasan yang disampaikan oleh saudara Irwandi Yusuf yang menyatakan 
bahwa Humam Hamid bukan anggota GAM, kemudian dijadikan sebagai alasan untuk 
memakai KPA dan tempat KPA sebagai alat kendaraan politik guna meraih kursi 
kekuasaan kepala Pemerintah Acheh, maka alasan dan argumen saudara Irwandi 
Yusuf adalah secara langsung merupakan senjata untuk menghancurkan KPA dan 
GAM.

Nah, itulah yang disebut oleh Ahmad Sudirman bahwa alasan dan argumentasi 
yang dilambungkan oleh saudara Irwandi Yusuf  akhirnya yang bisa 
menjungkirbalikkan saudara Irwandi Yusuf sendiri.

Saran Ahmad Sudirman kepada saudara Irwandi Yusuf cs, jangan menjadikan 
kedok demokrasi ala pancasila-nya mpu Tantular dipakai sebagai alat untuk 
menghancurkan KPA dan GAM.

Terakhir, perjuangan GAM yang dipimpin oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro 
sejak 30 tahun yang lalu adalah untuk penentuan  nasib sendiri di Acheh, 
bukan dipakai alat sebagaimana yang dijalankan oleh saudara Irwandi Yusuf 
untuk meraih kursi kekuasaan kepala Pemerintah Acheh dalam pilkapa yang 
fondasi dan payung hukumnya UU NO.11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Acheh 
masih harus direvisi karena banyak yang bertentangan dengan MoU Helsinki. 
Perjuangan GAM bukan dijadikan sebagai alat perjuangan pribadi sebagaimana 
yang dijalankan oleh saudara Irwandi Yusuf cs di Acheh, hanya sekedar untuk 
meraih kursi kekuasaan kepala Pemerintah Acheh.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada 
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu 
untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang 
Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel 
di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita 
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]
----------

Hanakaru Hokagata <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

PUTUSAN PIMPINAN GAM dalam Rapat ban Sigom Donya di Banda Aceh:

1.Tgk. Nashiruddin yang menang konvensi untuk  Calon Gubernur  telah 
mengundurkan diri.
2.GAM memutuskan untuk tidak mencalonkan  siapapun sebagai wakil GAM secara 
institusional.
3.GAM mempersilahkan anggota GAM untuk mencalonkan diri secara bebas tapi 
bukan atas nama institusi GAM.
4.Pimpinan GAM akan bersikap netral tidak memihak siapapun.

Apa yang terjadi setelah itu:
1.Tidak ada personil GAM aktif yang mencalonkan diri.
2.Humam Hamid dan Hasbi Abdullah dicalonkan oleh partai politik Jakarta 
(PPP).
3.Humam Hamid bukan anggota GAM. Hasbi Abdullah adalah anggota GAM yang 
sudah lama sekali tidak aktif dan tidak terlibat samasekali dalam 
perkembangan GAM (oleh karena itu, beliau dapat hidup dengan nyaman dan 
makmur selama Operasi Darurat Militer dan tidak pernah dicari apalagi 
ditangkap oleh aparat Indon sementara ribuan anggota GAM lainnya ditangkap 
ataupun dibunuh).
4.Hasbi Abdullah hanya kebagian kursi calon wakil gubernur.
5.Pimpinan GAM tidak pernah merubah keputusan di atas, yakni GAM tetap tidak 
mencalonkan diri secara institusi.
6.Ada pimpinan GAM yang memberikan dukungan diam-diam kepada Humam-Hasbi 
namun ini tidak dapat dianggap sebagai keputusan GAM. Ini adalah keinginan 
pribadi para elit GAM.
7.Jika ada yang mengaku bahwa GAM secara resmi mendukung Humam-Hasbi (H2O), 
maka dapat dianggap sebagai pengingkaran terhadap keputusan Pimpinan GAM 
sendiri.
8.Jika ada elit Pimpinan GAM yang mendukung H2O secara pribadi, ini adalah 
salah satu bentuk demokrasi.
9.Jika ada elit Pimpinan GAM yang mengatasnamakan GAM mendukung pihak 
manapun, ini adalah anti demokrasi, mendurhakai keputusan bersama yang telah 
diambil, serta cendrung kepada pemenuhan kepentingan pribadi.

Harus DIINGAT bahwa perjuangan GAM adalah untuk kepentingan RAKYAT ACHEH, 
bukan untuk kepentingan pribadi, keluarga, dan elit tertentu. Haram 
menggunakan GAM untuk kepentingan pribadi dan keluarga serta kelompok.

Hanakaru Hokagata

[EMAIL PROTECTED]
Banda Acheh, Acheh.
----------



>From: Rahmat Sahputra <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [email protected]
>To: [EMAIL PROTECTED]
>CC: [email protected], [EMAIL PROTECTED], [email protected],  
>[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],  
>[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
>Subject: «PPDi» Re: [IACSF] Baru dijebak dengan jabatan, langsung 
>melangkahi pemimpin.
>Date: Fri, 8 Sep 2006 03:18:39 -0700 (PDT)
>MIME-Version: 1.0
>X-Originating-IP: 209.191.106.41
>X-Sender: [EMAIL PROTECTED]
>Received: from n19a.bullet.sc5.yahoo.com ([66.163.187.162]) by 
>bay0-mc5-f2.bay0.hotmail.com with Microsoft SMTPSVC(6.0.3790.2444); Fri, 8 
>Sep 2006 03:19:52 -0700
>Received: from [66.163.187.123] by n19.bullet.sc5.yahoo.com with NNFMP; 08 
>Sep 2006 10:19:16 -0000
>Received: from [66.218.69.4] by t4.bullet.sc5.yahoo.com with NNFMP; 08 Sep 
>2006 10:19:16 -0000
>Received: from [66.218.67.98] by t4.bullet.scd.yahoo.com with NNFMP; 08 Sep 
>2006 10:19:16 -0000
>Received: (qmail 72865 invoked from network); 8 Sep 2006 10:19:15 -0000
>Received: from unknown (66.218.67.34)  by m41.grp.scd.yahoo.com with QMQP; 
>8 Sep 2006 10:19:15 -0000
>Received: from unknown (HELO web39610.mail.mud.yahoo.com) (209.191.106.41)  
>by mta8.grp.scd.yahoo.com with SMTP; 8 Sep 2006 10:19:15 -0000
>Received: (qmail 10320 invoked by uid 60001); 8 Sep 2006 10:18:39 -0000
>Received: from [194.23.41.13] by web39610.mail.mud.yahoo.com via HTTP; Fri, 
>08 Sep 2006 03:18:39 PDT
>X-Message-Info: LsUYwwHHNt1ahI3eHly+w8+Ok9oQjnSIzsQgoLW4zLA=
>Comment: DomainKeys? See http://antispam.yahoo.com/domainkeys
>DomainKey-Signature: a=rsa-sha1; q=dns; c=nofws; s=lima; 
>d=yahoogroups.com;b=pGd8Q7dmROR4boicwKDqU3y2aGXo4NIx4v2eAf++5q6bZ1e6Ug2kjoLcLdx4zNlT48yPauwLHdHySkG0tR0jA9kpOxYhg6cApzFSdKXAiLTrhDTv47U6MKLEguESipJN;
>X-Yahoo-Newman-Property: groups-email
>X-Yahoo-Newman-Id: 2530892-m14651
>X-Apparently-To: [email protected]
>X-eGroups-Msg-Info: 1:0:0:0
>Mailing-List: list [email protected]; contact [EMAIL PROTECTED]
>Delivered-To: mailing list [email protected]
>List-Id: <PPDi.yahoogroups.com>
>Precedence: bulk
>List-Unsubscribe: <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
>Return-Path: 
>[EMAIL PROTECTED]
>X-OriginalArrivalTime: 08 Sep 2006 10:19:52.0188 (UTC) 
>FILETIME=[527443C0:01C6D330]
>
>Buat IRNA terutama Irwandi yang baru saja diperiksa matanya di rumah sakit,
>   (Liat foto di Serambi ini)  
>http://www.serambinews.com/index.php?aksi=bacaberitaphoto&berphotoid=564&rubrik=1
>
>   Moro National Liberation Front (MNLF) di Mindanao mendapatkan otonomi 
>tdk perlu ikut PILKADA2 an, pemerintah Manila Kafir memberikan otoritas 
>penuh kpd Gubernur, Walikota, Bupati, Camat hingga Geuchik di pilih sendiri 
>oleh Kelompok MNLF pimpinan Nur Misuari tapi pada akhirnya dia tertipu juga 
>oleh Estrada, Arroyo dan president pendahulunya. Bagaimana akhirnya? sampai 
>saat ini Nur Misuari masih dalam penjara.
>
>   (Sebelumnya MNLF pecah menjadi Moro Islamic Liberation 
>Fronrt--MILF--pimpinan Ustaz Murat serta juru bicaranya MILF, Eid Kabalu.  
>Kemudian MILF pecah lagi dgn kelompok radikal Abu Sayaf.  Menurut kabar 
>terakhir MILF kini sdg duduk runding dgn utusan Manila di Kuala Leuhop, 
>Malaysia)
>
>
>   Sekarang kita liat Aceh. 29 thn berjuang cuma utk Wagub (H2O) dan 
>Gub/Wagub (IRNA) ???? dan itupun mesti ikut Pilkada lagi!! katanya 
>demokrasi? Kalau demokrasi mengapa Jawakarta tidak memberikan Referendum 
>untuk Aceh dulunya, kan demikian baru demokrasi namanya. Sekali lagi ya, 
>habis harta, darah, nyawa, air mata tapi akhirnya mengambil otonomi ?? yg 
>lebih parah lagi, pasal2 otonomi mengenai HAM lebih buruk drpd UU otonomi 
>sebelumnya yang sudah ditawarkan oleh Jawakarta. (Masalah pelanggaran HAM 
>masa lalu dilupakan saja.
>
>
>   Cukup sudah sejarah Aceh di masa lalu, seperti ketika Habib Abdurrahman 
>Az-Zahir (Menlu Aceh) yang menggadaikan Aceh sewaktu perundingan dengan 
>Belanda di Pulau Pinang. Sesudah mendapatkan pelbagai fasilitas dari 
>Belanda, kemudian dia mengasingkan diri. Dari Arab Saudi dia mengirimkan 
>surat ke pihak Belanda tentang bagaimana caranya supaya Aceh dapat aman dan 
>damai. Caranya yaitu dengan memberikan jabatan, gelar, dan uang kepada 
>siapa saja yang patut, itulah obat penenang bagi orang Aceh, katanya.
>
>   Sekarang hal itu sudah terlihat di Aceh kan?
>
>
>
>
>
>
>
>
>Hanakaru Hokagata <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   PUTUSAN PIMPINAN GAM dalam Rapat ban Sigom Donya di Banda Aceh:
>
>1. Tgk. Nashiruddin yang menang konvensi untuk  Calon Gubernur  telah 
>mengundurkan diri.
>2. GAM memutuskan untuk tidak mencalonkan  siapapun sebagai wakil GAM 
>secara institusional.
>3. GAM mempersilahkan anggota GAM untuk mencalonkan diri secara bebas tapi 
>bukan atas nama institusi GAM.
>4. Pimpinan GAM akan bersikap netral tidak memihak siapapun.
>
>Apa yang terjadi setelah itu:
>1. Tidak ada personil GAM aktif yang mencalonkan diri
>2. Humam Hamid dan Hasbi Abdullah dicalonkan oleh partai politik Jakarta 
>(PPP)
>3. Humam Hamid bukan anggota GAM. Hasbi Abdullah adalah anggota GAM yang 
>sudah lama sekali tidak aktif dan tidak terlibat samasekali dalam 
>perkembangan GAM (oleh karena itu, beliau dapat hidup dengan nyaman dan 
>makmur selama Operasi Darurat Militer dan tidak pernah dicari apalagi 
>ditangkap oleh aparat Indon sementara ribuan anggota GAM lainnya ditangkap 
>ataupun dibunuh).
>4. Hasbi Abdullah hanya kebagian kursi calon wakil gubernur.
>5. Pimpinan GAM tidak pernah merubah keputusan di atas, yakni GAM tetap 
>tidak mencalonkan diri secara institusi.
>6. Ada pimpinan GAM yang memberikan dukungan diam-diam kepada Humam-Hasbi 
>namun ini tidak dapat dianggap sebagai keputusan GAM. Ini adalah keinginan 
>pribadi para elit GAM.
>7. Jika ada yang mengaku bahwa GAM secara resmi mendukung Humam-Hasbi 
>(H2O), maka dapat dianggap sebagai pengingkaran terhadap keputusan Pimpinan 
>GAM sendiri.
>8. Jika ada elit Pimpinan GAM yang mendukung H2O secara pribadi, ini adalah 
>salah satu bentuk demokrasi.
>9. Jika ada elit Pimpinan GAM yang mengatasnamakan GAM mendukung pihak 
>manapun, ini adalah anti demokrasi, mendurhakai keputusan bersama yang 
>telah diambil, serta cendrung kepada pemenuhan kepentingan pribadi.
>
>Harus DIINGAT bahwa perjuangan GAM adalah untuk kepentingan RAKYAT ACHEH, 
>bukan untuk kepentingan pribadi, keluarga, dan elit tertentu. Haram 
>menggunakan GAM untuk kepentingan pribadi dan keluarga serta kelompok.
>
>   On 9/4/06, abu meulaboh <[EMAIL PROTECTED]> wrote:        
>http://www.acehkita.com/
>
>Topik: Baru dijebak dengan jabatan, langsung melangkahi pemimpin.
>03 September 2006 dari Angku di lantjok
>Assalamualaikum wr wbr
>
>Pimpinan GAM sudah duluan memberikan dukungannya kepada Hasbi Abdullah - 
>Humam Hamid. Yang menjadi tanda tanya kenapa Irwandi Yusuf - Muhammad Nazar 
>membuat pilihan lain lagi. Sepatutnya mereka meminta izin pada pimpinan 
>sebelum maju atau bermusyawarah agar jangan sampai terjadi perpecahan. 
>Dalam hal ini betapapun saudara Irwandi dan Nazarlah yang keliru. Pemimpin 
>mengetahui bagaimana politik untuk masa pra. Yang jelas GAM belum terjun 
>kelapangan kecuali ingin membuktikan masa percobaan itu nanti bagaimana 
>sepak terjang kepala pemerintah Acheh itu.
>
>Kita harapkan sangat agar saudara Irwandi dan Muhammad Nazarlah yang harus 
>mengundurkan diri sebelum terlambat. Mereka ini ternyata belum matang dalam 
>berpolitik. Baru dijebak dengan jabatan, langsung melangkahi pemimpin. 
>(Kakreueh bhan keue ngen bhan likot atawa kaglue awaknjan ngen aneuk 
>panah). Mereka tidak mengetahui kalau kita yang penonton melihat dengan 
>jelas keanehan mereka. Walaupun mereka mengatakan banyaknya pendukung, atau 
>katakanlah semua orang acheh mendukung mereka namun kesalahan mereka 
>melangkahi pemimpin takdapat dimaafkan kecuali mereka bertaubat. Apabedanya 
>mereka dengan orang - orang yang selalu mencaci pemimpin di internet yang 
>menamakan diri MP. Mereka kan betul juga kalau kita dengar suara mereka? 
>Tapi mereka itu melangkahi pemimpin. Jadi apa bedanya dengan saudara 
>Irwandi - Nazar? Makanya sebelum terlambat, mundurlah saudaraku. Suara ini 
>bukan untuk PPP yang out of date tapi demki persatuan bangsa Acheh sendiri. 
>Di tahun 2009 lah tanggal mainkitaGAM
>  yang sebenarnya.
>
>Nampaknya kalian sekarang bagaikan sepasang insan yang sedang dimabuk 
>asmara yang tidak mampu lagi melihat kesalannya kecuali terbayang enaknya 
>tinggal dipendopo. Kata orang kalau cinta sudah melekat taiknyapun rasa 
>coklat (maaf ini ucapan remaja dan terpaksa saya gunakan perpustakaannya 
>demi menyadari kekeliruan kalian)
>
>Suara rakyat pendukung GAM pasti akan pecah hingga memungkinkan kesempatan 
>itu diraih pihak lainnya yang dapat merugikan GAM dan bangsa Acheh pada 
>umumnya. Kalau ini terjadi justru M Nazar dan Irwandilah biang keladinya 
>yang tidak mau tunduk patuh dibawah satu komando. Merekalah penyebab 
>kehancuran GAM.
>
>Ada yang saya lupa, tolong kirimkan salam saya kepada si Boyan di Sweden 
>sebagai musang berbulu ayam. Dia itu termasuk penyokong kerusakan GAM dalam 
>pilkapa ini. semoga dia itu dapat menyadarkan diri sebelum kami 
>telanjangkan misinya.
>
>Hanya sekian saja dari saya, wasalamualaikum wr wbr
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>---------------------------------
>   Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business.
>
>
>
>
>
>
>
>---------------------------------
>Want to be your own boss? Learn how on  Yahoo! Small Business.
>
>---------------------------------
>Want to be your own boss? Learn how on  Yahoo! Small Business.




Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? 
Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan 
ini)...
beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung 
bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Salam perjuangan. 
--------------
ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!!
**UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK:
kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED]
http://lantak.cjb.net
*PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Lantak/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Lantak/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke