Wakakaka... serius amat nanggepinnya...

ivan martopo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               Waaahhh 
bahaya itu apa tindakan kita sebagai orang yang udah 
tua,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,minimalnya ya jangan banyak kasih kemudahan anak 
untuk nonton tv sendirian ada saran n tipe lain dalam bertindak,,,,,,,
 
 ----- Pesan Asli ----
 Dari: Hendra <[EMAIL PROTECTED]>
 Kepada: [email protected]
 Terkirim: Selasa, 11 Maret, 2008 13:46:19
 Topik: [Id-ebook] Fw: Kakak Meracuni adik sendiri
 
 HATI-HATI dengan sinetron...! !!!
 
 ----- Original Message ----- 
 From: Yan Adithya 
 Sent: Monday, March 10, 2008 8:05 PM
 Subject: Kakak Meracuni adik sendiri
 
 Kisah Tragis
 Balita Berusaha Meracuni Adik Kandungnya Sendiri
 
 Jakarta (BeritaNews. Com) - Dunia anak di Indonesia sudah
 semakin kacau. Kisah kekerasan sinetron di televisi, mutu
 pendidikan yang memprihatinkan, pengajaran dan pengawasan
 terhadap anak semakin kurang, ditambah lagi dengan kurangnya
 perhatian dari orangtua. Kesemuanya itu perlu diadakan
 peninjauan ulang.
 
 Kisah nyata ini kemudian terjadi. Seorang anak perempuan
 berusia 4.5 tahun bernama Donita tega mencoba meracuni adiknya
 sendiri yang baru lahir. Kejadian naas ini terjadi di keluarga
 Sutomo yang bekerja sebagai karyawan perusahaan jasa
 kontraktor minyak, yang tinggal di bilangan selatan Jakarta ,
 pertengahan Januari 2008 lalu.
 
 Kejadian ini bermula ketika ibunda Donita, Heni Lastri Sutomo,
 melahirkan seorang anak perempuan lucu bernama Dina.
 Kehadiran Dina di tengah-tengah keluarga Sutomo tentu saja
 menambah kebahagiaan keluarga tersebut. Kasih sayang pun
 tercurahkan kepada Dina, sang bayi lucu yang baru lahir.
 
 Hal tersebut tampaknya membuat Donita cemburu dan merasa
 tersaingi. Perhatian ayah dan ibunya sepanjang waktu hanya
 tertuju pada Dina adiknya. Lalu entah darimana datangnya
 suatu ide, Donita berniat untuk meracuni Si Kecil Dina.
 Ide sadis itu mungkin saja didapat karena pengaruh sinetron
 di televisi yang memang sering mengumbar kekerasan.
 
 Pertengahan Januari 2008, sudah sejak lima hari belakangan
 Donita tidur ditemani ibunya karena sang ayah sedang bertugas
 di rig lepas pantai (offshore) di Bontang, Kalimantan Timur.
 Sejak sore mereka berdua sudah nyenyak tidur. Sementara Dina
 tidur di dalam box bayi ditemani Tumini pembantunya.
 
 Sekitar pukul 10 malam, Donita mengendap-endap bangkit dari
 tempat tidur dan keluar kamar untuk mengambil racun tikus yang
 ada di laci dapur. Kemudian Donita mengoleskan racun tikus
 tersebut pada puting susu ibunya yang tengah terlelap dengan
 nyenyak. Hal itu dilakukan dengan harapan agar adiknya akan
 mati keracunan ketika minum ASI dari puting ibunya, sehingga
 seluruh perhatian keluarganya pun akan kembali tertuju pada
 dirinya. Setelah melakukan tindakan sadis itu, Donita kembali
 merebahkan badannya tidur di samping ibunya seraya mengulum
 senyum penuh kemenangan.
 
 Pada keesokan harinya di rumah Pak Sutomo gempar.
 Pasalnya Tumini, sang pembantu, berteriak-teriak,
 "Tolooong... , tolooong... ada mayat di garasi...!"
 Seisi rumah sontak terbangun. Para tetangga pun berduyun-duyun
 mendatangi lokasi Tumini berteriak..
 
 Saat orang-orang masuk ke garasi, mereka menemukan Kirno,
 sopir keluarga Sutomo telah terkapar di lantai tanpa busana
 dan tewas dengan mulut berbusa seperti keracunan.
 hehehhe... Serius amat bacanya...
 
 . 
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
 ________________________________________________________ 
 Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo..com/
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
 
     
                               


Salam Perubahan! (Henshin)
GinanDSilent
       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke