Iyah. Itu kalau kita mau membicarakan "dunia yg ideal", utopia. Tapi kita
harus menghadapi kenyataan bahwa faktanya tidak seideal itu. Faktanya kita
menghadapi undang-undang hak cipta, copyright, lisensi, dst. Nah...kalau
kita 'melabrak' hal tsb kita akan berhadapan dengan para penegak hukum.

Yg sudah banyak kasus hukum masalah software, sih. Kalau ebook, elektronik
book, Penegakan hukumnya blm segencar software. Masih ingat bagaimana
warnet-warnet yg disweeping gara-gara pake windows bajakan? Masih ingat
beberapa pabrik di surabaya juga di sweeping karena masalah yg sama? Juga di
batam dan di banyak tempat lainnya? Juga tentang pemilik toko-toko di mangga
dua yg dihukum karena menjual software bajakan? Masih ingat "pertempuran"
sengit antara APPLE dan  ....(lupa) gara-gara interface di perangkat mereka?
Nah....ini kenyataan yg mesti dihadapai. Ya...karena kita hidup di dunia
seperti ini. Kita bisa saja

Pada tanggal 06/06/07, Imelda Roswara Silalahi <[EMAIL PROTECTED]>
menulis:
>
>   Quoted from AntiTrust Movie...
>
> "Human Knowledge Belongs to the World..."
>
> maman durahman <[EMAIL PROTECTED] <durahman%40gmail.com>> wrote: Gue
> yakin seyakin-yakinnya kebanyakan ebook yg berkeliaran di internet yg
> biasa kita download sejatinya tidak boleh didonwload begitu saja. Kudu
> bayar. Ebook berbayar yg bergent
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke