Selamat berakhir pekan, numpang share review singkat dari salah satu dari
sedikit smartphone asal brand Jepang yang resmi dijual di Indonesia berikut
ini ya rekans...

Tulisan yang sama, dimuat juga di:
https://www.gontagantihape.com/2025/02/review-sharp-aquos-sense-9-midrange-compact-yang-berbeda.html

Versi video Youtube ada di: https://youtu.be/383S3B_BwXg?si=_SlN-6Wk-KiN6eF0


-------------

Bismillah..

Saat menjajal SHARP Aquos Sense 9 <#>, saya merasakan benar apa yang
orang-orang bilang bahwa perusahaan Jepang memang lambat dalam berubah.
Lambat, jika dibandingkan perusahaan negara tetangga mereka di Asia Timur
sana.

Namun, ada kalanya tak mengikuti tren, justru menjadi pembeda yang nyata.


<https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghhkFN4cG6SVXFUnbhCEulrkOg0jdFJuNvMTzihwRb9iSY7-dgS6MX7moe7ayt-789tSSTRq6n9dKDQ0DlhuYgo003vsYe1Yf5PxeJvFx7Sb26TKDxoC9L1_qNBmfXF8ttaDUjJPpCAfasQpDkX6y0cnznvUueXSMXgKNSEh9YOxc7VlaODcCmqM-MYHc/s2560/Review-SHARP-Aquos-Sense9-2.jpeg>



Sudah jarang kan *smartphone* yang masih mengusung *body full metal*
seperti SHARP Aquos Sense 9 ini. Desain yang sebetulnya pernah *hype* di
tahun 2016 ini, ternyata masih bisa nampak elok sembilan tahun kemudian.

Selidik punya selidik, ternyata hape-hape baru Sharp ini dirancang oleh
satu orang yang sama. Namanya Kazushige Miyake, desainer yang karyanya
banyak dipakai juga untuk furnitur dan *household*.

*Anyway*, mau tahu apa lagi yang jarang di 2025 ini? Jawabannya: layar mini
di *smartphone*! Makin ditinggalkan, seiring bergesernya selera dan
kebutuhan pasar, meski peminatnya juga tak surut.

Dan, *midrange* berukuran *compact* plus resmi di Indonesia, kayanya sih
ngga ada lawan ya, Sense 9 ini melenggang sendirian. Saingan terberatnya
malah Sense 8 <#> yang rilis tahun lalu, dan kini harganya bisa hanya
setengah dari Sense 9.





Sama-sama *compact*, sama-sama punya durabilitas dengan standar militer,
sama-sama mendukung penggunaan eSIM.

Perihal masalah di layar Sense 8, dulu saya tak sempat mengalami. Jadi
silakan cari referensi lebih dalam jika ingin meminangnya di taun 2025 ini.

Oh ya, ada beberapa catatan yang sudah saya berikan untuk hape 6-jutaan ini.

Yang jelas, saya memberi catatan merah kepada Sharp untuk urusan *software
update*.

Coba perhatikan kalimat di web mereka, “*OS version upgrades* *max 3 times*”.
Secara bahasa, artinya paling banyak akan ada tiga kali *upgrade* versi
Android. Paling banyak! Jadi kalaupun hanya dua kali, sekali, atau bahkan
tak ada *upgrade*, mereka tidak menyalahi pernyataan tadi.


<https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiyQrBgl0tGQxDDOOGFFGod4DZFAgJ6TijB-3ljvTwn8Efc8oznd2c3TtArb2rZY6DXF3Q_WWQp1ZfPGJ64THRIr684l-koD6TR_GrCDxcG0isxMFBzFHQn3kbUR4r79UAj85eYidH147WSquMcWA9bH-OHwXs5vdhXhsQcEwAN2eYq8he65MU9KJBLz_E>



Brand lain itu menjanjikan jumlah minimal *upgrade*, bukan maksimal. Tapi
ya mudah-mudahan jumlah minimal ini dipenuhi Sharp lah.

Karena, Sense 9 ini masih menggunakan *security patch* bulan Oktober 2024,
saat saya menulis naskah ini di pertengahan Februari 2025. Aduduh, PR-nya
banyak banget itu.





Catatan kedua adalah soal proses *charging*-nya, yang saya lihat mengadopsi
apa yang Google lakukan di Pixel *series*. Bisa kebut di awal, namun
setelah 80% ke atas berubah sangat lambat.

Ini tidak jelek, malah sebetulnya dilakukan untuk menjaga umur baterai agar
relatif lebih panjang.

Namun saya yakin, buat mereka yang sudah terbiasa dengan protokol *fast
charging* milik *brand* China, akan merasa proses pengisian dayanya hingga
penuh sangat menjemukan.


<https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTJcFsk5aAWzR_BvT3AQj8aCpikse4hELL-PCaOsk1tH8_udF2IvSR0Ogmr7kNqHjFyyREBLihGy6JFHekkLblw9ZsbZ2Htk4ZWOWHBt1CpZ4PMpRYXJNags1IIS9PicQeyw8ZpbaoJ417l-XMYRorPy7D8ldigD4ewbWBa8CZXPUGXxzbdReM1eA3-1s/s2560/Unboxing-SHARP-Aquos-Sense9-3.jpeg>



Yang ketiga dan keempat, saya kasih catatan merah soal *user experience* di
kameranya. Ya, karena berpindah lensa di Aquos Sense 9 ini seringkali bikin
kesal. Kadang butuh dua kali *tap*, atau kadang butuh ekstra sabar menunggu
pindah lensa *wide* ke *ultrawide*, atau sebaliknya. Tentunya hal ini tak
terjadi saat pindah *zoom* 1x ke 2x, karena sejatinya pakai lensa yang
sama, hanya pakai *in-sensor zoom*.

Lalu, berfoto dengan mode *portrait* juga sama butuh kesabaran, menunggu
proses penyimpanan hasilnya. Seingat saya ini tak terjadi di Aquos R9 <#>
dulu, jadi entah itu *bug*, atau dapur pacu dan tipe *storage* yang
digunakan, kurang kencang.

SHARP Aquos Sense 9 ini, pakai *processor* Qualcomm lagi, kali ini
Snapdragon 7s gen 2. Peningkatan dibanding Sense 8 yang memakai Snapdragon
6 gen 1, cuma sekarang Qualcomm kan sudah rilis generasi ketiga dan keempat.

*Storage*-nya 256GB pakai UFS2.2, dengan RAM 8GB yang menggunakan LPDDR4X.

Kombinasi dapur pacu yang seharusnya cukup buat berbagai tujuan penggunaan
ini, nampak kewalahan menghadapi *image processing* di *mode portrait*,
meski ternyata buah kesabaran, manis rasanya.

*Anyway*, *Always-on Display* di Aquos sense9 makin bisa dikustom ya
penampilannya, *good job* buat SHARP yang mengandalkan panel buatan mereka
sendiri. Nama panelnya Pro IGZO OLED, dan jangan risau kalau di kamera,
layar ini sering terlihat *flicker*. Di mata manusia tidak koq, bahkan
punya *blue light reduction* agar mata yang melihatnya tak mudah lelah.

Cuma memang, *vibrancy* layarnya terlihat berlebihan di mata saya.
Pengaturan rekomendasi Sharp rasanya terlalu dangdut warnanya. Lebih baik
pilih *setting* Natural saja, lebih nyaman dilihat untuk saya.

Untuk konsumsi multimedia sih aman, kerapatannya jelas tinggi karena
layarnya lebih mungil, plus stereo *speaker*-nya juga lantang.

Buat main *game* juga kenceng suaranya. Kalau performa ya bisa kenceng lah
jika main PUBG Mobile doang seperti saya. Bisa dapat *settingan*
HDR-Extreme, atau Ultra HDR-Ultra. Dan main di Smooth-Extreme lancar jaya.

Sebagai acuan, skor Antutu benchmark-nya 588-ribuan. Jelas kaum
mendang-mending ga akan puas ya, karena hape 6-jutaan lain sudah pada
tembus sejuta skornya. So balik lagi, hapenya mau dipake ngapain.

*Overall*, kalau dipakai untuk komunikasi dan kerja plus bermedsos ria,
*smartphone* ini bisa bertahan lebih dari 24 jam. *Screenshot* yang saya
munculkan di video ulasannya di Youtube, mungkin agak aneh. *Screen-on
time*-nya
kosong. Sepertinya bug yang lagi-lagi jadi Pe-eR buat Sharp. Lalu *total
usage* juga tidak ada datanya, tapi saya lihat aplikasi GBoard sudah
berjalan setidaknya 1 hari plus 19 jam, atau 43 jam.

Lalu kameranya, sudah dibekali AI, meski citarasanya berbeda dengan
kebanyakan *smartphone* asal China yang sekarang menjamur di pasaran.

Bukaan lensa *ultrawide*-nya terasa lebih lebar, dan ternyata sudah
autofokus, plus dibekali sensor 50 Megapixel. Jauh lebih dermawan dari hape
9-jutaan yang punya kamera *ultrawide* 8 Megapixel saja bukan?

Hasil foto-fotonya bisa dipertanggungjawabkan untuk harganya. Namun
lagi-lagi *user experience* di aplikasi kamera bawaan ini, tidak bisa saya
puji. Mau ubah resolusi perekaman video saja terasa sekali ribetnya.


<https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiErAXjtxNAbM6rruou9n7sDY3GG_GfptM8fVywhLZXgAHKDk1IXOuhE4nBDHld5KiJ7hFIIo1Fuc7JI-7OljbY4ZaB3mz1z3vqlUrZBdrA-d9Z1H3Da-NNzoKXoV9wFrmk0t3dGb0zdmdV7S0fOza0AIm3jV8tqfJv_VswikAJaRPwqJyO0hJZ7G4zCsA/s2560/Review-SHARP-Aquos-Sense9-1.jpeg>



Padahal kedua kamera di belakang ponsel ini sanggup merekam hingga 4K
30fps. Kestabilan hasilnya pun saya acungi jempol lho. Namun menu pemilihan
resolusi dan *framerate*-nya ini lagi-lagi bikin kesal.

Untuk kamera depan, selain mentok di Full HD 30fps, stabilisasi juga
kurang. Karena saat digunakan sambil berjalan, hasilnya masih terasa kasar
patahannya, plus HDR kurang mampu mengangkat detail wajah saat menghadap
*backlight*.

Untungnya hasil fotonya sih masih lumayan, walau jelas tidak sekinclong
*selfie-selfie* hape Tiongkok.

Bagi saya, SHARP Aquos Sense 9 <#> tetap harus diapresiasi sebagai bentuk
eksistensi dan keseriusan Sharp, yang sebetulnya bisa saja adem ayem jualan
TV, AC, dan perabot elektronik rumah tangga saja.

Keunikan produk mereka, seakan jadi pelepas dahaga dan pengobat kejenuhan
para penikmat *gadget*, dari makin monotonnya produk *smartphone*
belakangan ini.

Masukan untuk perbaikan sudah saya berikan juga di video yang saya unggah
ke Youtube. Mudah-mudahan diterima dengan baik oleh pihak *brand*.

Masalah harga, saya pikir biarlah Sharp berjualan dengan sehat, di mana
jualan tentu harus ada cuan. Karena yang bakar-bakar duit, banyak yang
sudah berguguran atau ganti strategi.


<https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvbANLrEUmPKAOWGPBlVjbyyt_ryEzDXQ8XlJ0dnR0ZeN43z0Ko3v1yYpdIlklXazGCDgq1eelrLoyEbrPcmwEmMnuTUB0viO-IEB0Q_Dqm03JyfFUaiqr5NOPy4EgdYB6tkVVTZ1TE6jimwAbafvoAjSggX3NZM5C5vxWewRECmEgGw-gkBmWGog-QMU/s2560/Review-SHARP-Aquos-Sense9-3.jpeg>



Konsumen bisa pilih dua cara jika ingin beli lebih murah. Pertama, ikut
*Pre-order* agar dapat *cashback* plus langganan *streaming* setahun. Kedua
tunggu harganya turun beberapa bulan kemudian, tapi harus sabar.

Yang pasti, gunakan promo-promo *marketplace* semisal tanggal kembar atau
*payday*, agar harganya bisa makin ditekan lagi. Saya bantu carikan link
penjualan yang termurah dan terpercaya <#> deh, buat kamu-kamu yang serius
ingin menjajal hape Jepang yang satu ini. Kalau belum coba sendiri, sulit
memang merasakan perbedaannya, terutama buat mereka yang terpaku pada harga
vs *processor* yang dipakai.

Sip sip, bahasannya sampai di sini. Hatur nuhun!





Hilmy
/* saya suka Gonta Ganti Hape <http://www.gontagantihape.com> */

-- 
===========
Ayo Subscribe >>  Channel YouTube
https://www.youtube.com/user/komunitasandroid

----------------------
Kontak Admin: 
IG   https://www.instagram.com/agushamonangan

-----------------------
FB Groups     :  https://www.facebook.com/groups/android.or.id

Aturan Umum  ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT

==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini, buka 
https://groups.google.com/d/msgid/id-android/CAJ5uaYU7KQVamonsQFFn8sCMr8hhsCD4P43rD4bU3113jV%3DWeQ%40mail.gmail.com.

Kirim email ke