Permisi om-om semua, karena udah lama ga ngupdate blog, jadi kepikiran
sekalian share di sini lagi, kaya dulu hehe.


versi tulisan yang sama, bisa juga diakses di:
https://www.gontagantihape.com/2023/05/review-iqoo-z7-5g-punya-kelebihan.html


thanks jalumnya ya..


---



Halo Assalamualaikum..


i-Q-O-O, dibaca Ayku. Sub-brand vivo ini siap membuat standar baru hape
mendang-mending yang sulit ditemukan di toko biasa dengan harga resmi.
Jangan salah, memang kanal penjualannya berfokus di pasar daring alias
online. Kalaupun mengadakan *booth* penjualan di mal tertentu, saya yakini
itu sifatnya *seasonal*, dan masuk dalam kegiatan promosi semata.


Dan ini adalah produk *smartphone* kedua mereka yang dipasarkan resmi di
Indonesia, namanya *iQOO Z7 5G*.


Yang menarik, sudah dua kali iQOO resmi produk *smartphone* di tanah air,
dua kali pula mereka jadi pelopor penggunaan *processor* barunya Qualcomm.
Setelah iQOO 11 dengan Snapdragon 8 Gen 2 pertama, iQOO Z7 5G <#> hadir
dengan *Snapdragon 782G pertama*.


Sayangnya, dua kali pula *pre-order* yang dilaksanakan tak bisa berjalan
mulus dalam hal ketepatan jadwal pengiriman.


Namun, masalah pada *pre-order* iQOO Z7 ini bisa saya maklumi, karena
disinyalir akar nya ada di *server* CEIR, tempat berlabuhnya data
berjuta-juta IMEI perangkat seluler resmi di Indonesia.


Rasa-rasanya membahas kiprah awal iQOO ini lebih menarik dari *device*-nya
sendiri ya, haha. *Smartphone* Android sekarang rasanya makin mudah ditebak
value-nya dari spek teknis di atas kertas. Snapdragon 782G adalah penerus
*processor* kesayangan banyak pemirsa, Snapdragon 778G. Peningkatan
performa ada, namun *level* dan karakteristiknya masih senada saya rasakan
dalam berbagai skenario pemakaian.


Buat bermain *game* PUBG Mobile misalkan, tetep bisa dapet *settingan* grafis
mentok *Smooth-Extreme* atau *HDR-Ultra*. Saya main pastinya di
*Smooth-Extreme* dan dapat *gameplay experience* yang *smooth*, bisa lah
buat rada serius main dan dapet banyak *kills*.


Dalam artian, diajak *1-on-1* pun *hayu*, ngga khawatir masalah *lag*.


Suhunya juga tergolong aman, ngga banyak terasa menghangat, dan jauh lebih
adem misal jika dibandingkan ponsel lain yang pakai Snapdragon 888.


Skor Antutu buat acuan, ada di angka 570-ribuan. Dengan *storage test* yang
menghasilkan skor 44-ribuan, alias diperkirakan mengunakan UFS generasi
kedua, sangat cukup lah buat *level* harganya.


Oh ya, yang saya pakai ini varian RAM 8GB, bandrolnya di 4,2-jutaan dengan
*storage* 128GB. Tanpa slot micro-SD, penting untuk memilih mau beli yang
mana. Ada varian RAM 12GB dengan *storage* 256GB, dan dibandrol lebih mahal
600-ribu.


Sedikit *uneg-uneg* saya soal RAM dan *task manager* di iQOO Z7 nih.

Pertama, tak bisa pilih besaran *Extended RAM*, jadi antara OFF atau
langsung 8GB.


Kedua, buat apa RAM besar, plus *Extended RAM* besar yang memakan *storage*,
kalau aplikasi yang belum 5 menit saya tinggalkan untuk buka 2-3 aplikasi
lain, ternyata dibunuh paksa di belakang layar. Sehingga saat saya buka
kembali dari *recent apps*, aplikasinya harus *reload* dari awal.


Aplikasinya padahal cuma *game* Found It, sebuah *game* ringan mencari
gambar 2 dimensi saja.


Mungkin alasannya demi menghemat baterai, mungkin bisa diatur dari *performance
mode* atau *battery saving mode*, namun semua ini bisa jadi berujung pada
satu kesimpulan bagi pengguna awam: RAM BESAR DI ANDROID CUMA *GIMMICK*,
ngga kaya EHEM, di iPhone, EHEM…


*Anyway*, karena pengirimannya sempat diundur, sebelum Lebaran jadinya saya
beli juga sekotak vivo V27.


Lucunya, meski punya induk yang sama, iQOO Z7 ini malah punya beberapa
keunggulan dibanding V27.


Pertama, *mode* Pro alias manual di kamera iQOO Z7 bisa digunakan merekam
video, sementara di V27 hanya buat foto.


Dan kedua, *loudspeaker* iQOO Z7 sudah *stereo*, V27 masih *mono*. *Output*-nya
sendiri biasa saja, cenderung *flat* dengan *power medium*.


*Sample* suara-nya bisa disimak di video ulasannya yang sudah saya unggah
di YouTube:




Kita tahu, salah satu sektor yang dikompromikan adalah layar. iQOO Z7
menggunakan layar 6,6” Full HD+ dengan panel IPS dan *refresh rate* 120Hz.
Layarnya *support* HDR10, dan menggunakan *punchhole* untuk kamera depannya.


Untuk masalah *outdoor visibility* dan kontras, mungkin IPS tak sebaik
AMOLED. Namun acapkali umur pakainya lebih panjang dan cenderung tak banyak
bermasalah ketika mulai menua. Jadi, silakan ambil hikmahnya saja.


Ya karena kalau keukeuh mau AMOLED, silakan di-*skip* dulu.


iQOO kasih penawar di sektor baterai, di mana *charging*-nya bisa berjalan
di 120W dan juga diberi *charger* yang mendukung. Saya terus terang tidak
butuh hal ini, jadi *charger* dan kabel datanya masih tersimpan rapi dalam
dus. Yang saya sesalkan, iQOO Z7 tak mendukung protokol *Power Delivery* dan
hanya menerima daya 10W saja saat menggunakan *charger* PD 3.0 milik saya.


Bukan masalah besar, karena *battery life* iQOO Z7 ternyata awet. *No
wonder* lah, *processor* penerus 778G, *task manager* yang kelewat rajin
menutup *background process*, bisa menghasilkan *battery life* antara 26-36
jam tanpa wi-fi, dengan *Screen-on Time* antara 3 jam 46 menit hingga 5 jam
16 menit.


Saat full terhubung wi-fi, ponsel ini bisa bertahan 2 hari 2 malam
dengan *Screen-on
Time* 5 jam 44 menit. Dan saat setengahnya saja terhubung ke wi-fi, bisa
bertahan selama 41 jam dengan *Screen-on Time* 6 jam 36 menit.


Info tambahan, *fingerprint scanner* di tombol *power*-nya juga responsif
sekali, dan ponsel ini sudah memiliki NFC ya.


Kalau kamu coba cek spesifikasi iQOO Z7 di gsmarena, pastikan kamu cek iQOO
Z7 yang untuk pasaran China <#>, bukan global. Karena iQOO Z7 versi global
<#> bahkan pakai processor Dimensity 920 untuk dapur pacunya.


Terakhir, kita bahas sedikit soal kamera. Satu sektor yang menurut saya
jadi PR dari iQOO, yang seharusnya bisa diperbaiki dari sisi
*software* nantinya.
Dari setup kamera belakangnya yang hanya ada 2, itupun tanpa lensa
*ultrawide*, *macro*, apalagi *telephoto*, sebetulnya kita sudah bisa tahu
kalau fokus iQOO di Z7 ini bukan ke kamera.


Tapi jangan salah, kamera utamanya *perform well* koq jika untuk berfoto.
Makanya di *frame* kameranya ada tulisan OIS Photography High Definition.


PR besarnya justru ada di perekaman video. Saya nilai hasilnya sebatas
cukup untuk dokumentasi saja, bukan untuk konten yang *enjoyable*. Fokus
gambar terasa *jelly* saat dibawa

bergerak, dan *framerate ngedrop *saat melakukan *panning*. Perekaman di 4K
pun kadang terasa patah-patah. Pun rekam selfie video terasa banget goyang.


Sayang memang, karena untuk berfoto sih saya masih bisa mengandalkan iQOO
Z7 ini. Warnanya cakep, hidup, *instagrammable* lah, tapi tidak berlebihan
*vibrancy*-nya. Foto *outdoor*, *indoor*, hingga *lowlights* masih bisa
dilahap dengan baik. Sedikit catatan, di *lowlights*, meskipun pakai *mode
auto*, rana melambat, jadi pastikan *handling* harus stabil, meskipun
ponsel ini dibantu OIS. *Night mode* tidak signifikan memberikan perbedaan
ya, *anyway*.


Selfie, sebatas OK, tapi lebih ke biasa aja. Maksudnya, jika dibandingkan
produk vivo, iQOO Z7 ini tidak dapat kamera depan yang setara.


Lagi-lagi, Anda bisa simak hasil foto dan video-nya di video ulasan lengkap
iQOO Z7 5G yang sudah tayang di YouTube <#>.


Tidak ada kesimpulan apa-apa, karena saya yakin *value* dan diferensiasi
dari iQOO Z7 ini sudah sangat jelas. *Channel* penjualan *online*, pastinya
yang beli juga melek spek dan sudah *browsing* sana-sini *ya toh*?


Smartphone iQOO Z7 ini sendiri saat ini eksklusif dijual di beberapa
marketplace, seperti Tokopedia <#>, Blibli <#>,dan Lazada <#>.





Ya dong… Jadi ijinkan saya pamit sampai di sini, hatur nuhun!


WASSALAM!






Hilmy
/* saya suka Gonta Ganti Hape <http://www.gontagantihape.com> */

-- 
===========
Ayo Subscribe >>  Channel YouTube
https://www.youtube.com/user/komunitasandroid

----------------------
Kontak Admin: 
IG   https://www.instagram.com/agushamonangan

-----------------------
FB Groups     :  https://www.facebook.com/groups/android.or.id

Aturan Umum  ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT

==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/id-android/CAJ5uaYUZ1gDrmzFNn6VvvP2cYrF6GoCd0feBguUerX6aVY_hwA%40mail.gmail.com.

Kirim email ke