He.. he.. kalimatnya jangan dipenggal, Pak. 

"...boleh diimpor resmi ke Indonesia tanpa terkena aturan tingkat
kandungan dalam negeri (TKDN)."


Salam,


Herry SW

On Mon, 01 Feb 2016 11:44:08 +0700
Budi Andri <[email protected]> wrote:

>  
> 
> 
> 
> Jadi.. kalo belum mendukung 4G boleh diimpor resmi ya Oom? Tapi kalo udah 
> mendukung 4G ga boleh diimpor ya?
> 
> 
> Tulisannya Oom Herry panjang banget.. untung msh kebaca sampe akhir..
> 
> 
> #Manggut2..
> 
> 
> Btw.. ada yang coba G8 dengan Smartfren atau Bolt? Jalan ga koneksinya?
> 
> 
> 
> 
> Apapun emailnya.. apapun devicenya.. yang penting sampe di Gmail
> From: Herry SW
> Sent: Senin, 1 Februari 2016 11.37
> To: [email protected]
> Reply To: [email protected]
> Subject: [id-android] WTI: Misteri 4G LTE di Ponsel Huawei
> 
>       
> 
> 
> Tulisan ini juga dapat dibaca di <http://goo.gl/bxTcQz>http://goo.gl/bxTcQz
> 
> Tautan di atas boleh Anda informasikan dan sebarkan kepada orang lain. 
> 
> ------------------------------------------------------------
> 
> 
> Dua hari lalu, penulis alias HSW iseng berkunjung ke akun Facebook 
> <https://web.facebook.com/HuaweiDeviceID/?fref=ts>Huawei Mobile Indonesia. 
> Satu jawaban yang dikirimkan admin akun itu mengingatkan HSW dengan satu 
> pertanyaan besar yang lama menggelayut di kepala. Ada apakah dengan Huawei? 
> Produsen ponsel berkelas global asal Tiongkok itu seolah bermain teka-teki 
> dengan fitur 4G LTE di ponselnya.
> Cerita bermula pada 6 Desember 2015. Saat itu Huawei meluncurkan dua ponsel 
> pintar terbarunya, Mate S dan G8, di Hotel Pullman Central Park Jakarta. 
> Huawei menyatakan dua ponsel itu belum mendukung layanan 4G LTE. Keduanya 
> masih berkutat di teknologi 3G.
> “Kami sedang berusaha mengejar tingkat kandungan lokal yang mulai diterapkan 
> pemerintah. Huawei sudah bekerjasama dengan manufaktur lokal yang bisa 
> membuat produk 4G sesuai standar yang ditetapkan perusahaan kami,” kata 
> Johnson Ma, South Pacific GTM Director Huawei, sebagaimana dituliskan oleh 
> <http://www.techno.id/tech-news/huawei-tak-pede-perkenalkan-smartphone-4g-ke-indonesia-151208q.html>Techno.id.
> Mate S yang diperkenalkan di acara itu dibanderol Rp 9,399 juta. Mudahnya, 
> bulatkan saja menjadi Rp 9,4 juta. Seperti yang dipaparkan petinggi Huawei 
> dan tercetak di brosur Mate S, ponsel tersebut maksimal hanya mendukung 
> layanan 3G.
> <http://ponselmu.com/misteri-4g-lte-di-ponsel-huawei/sdr/>
> Harga setinggi itu untuk ukuran sekarang tergolong “ajaib” untuk sebuah 
> ponsel 3G. Apalagi, popularitas merek Huawei di Indonesia masih relatif belum 
> tinggi. Biarpun telah berkelas global, merek Huawei masih diidentikkan dengan 
> ponsel asal Tiongkok.
> Keanehan berikutnya, Mate S yang dijual di luar Indonesia ternyata telah 
> mendukung layanan 4G LTE. Harian Kompas pun sempat mempertanyakan hal itu 
> lewat sebuah artikel yang dimuat di edisi 8 Desember 2015. Judulnya, seingat 
> HSW, “Tanda Tanya Huawei Mate S”. HSW membacanya saat terbang dari Surabaya 
> ke Jakarta memakai Garuda Indonesia.
> Karena HSW belum pernah menjumpai penjual Mate S bergaransi resmi di pasar 
> offline, cerita berakhir sampai di sini dulu. Sekarang saatnya beralih ke 
> Huawei G8. Ponsel itu dibanderol Rp 5,4 juta–tepatnya Rp 5,399 juta sih–dan 
> dinyatakan belum 4G LTE. Berikut posting di akun Facebook 
> <https://www.facebook.com/HuaweiDeviceID/photos/a.230870303618486.60378.161070050598512/1003128759725966/?type=3&amp;theater>Huawei
>  Mobile Indonesia yang membuat HSW tergelitik membuat tulisan ini.
> <http://ponselmu.com/misteri-4g-lte-di-ponsel-huawei/huawei-aneh-3/>
> Di pusat penjualan ponsel sudah cukup banyak toko yang menawarkan G8. Brosur 
> ponsel itu juga tersedia. Di halaman spesifikasi sama sekali tidak ada 
> paparan tentang jaringan yang kompatibel dengan ponsel tersebut.
> <http://ponselmu.com/misteri-4g-lte-di-ponsel-huawei/huawei-aneh-4/>
> Pihak Huawei jelas-jelas menyatakan G8 belum mendukung layanan 4G LTE. 
> Uniknya, mengacu kepada survei yang dilakukan HSW di berbagai toko, semua 
> penjual menyatakan ponsel itu kompatibel dengan 4G LTE. Ya, semua penjual. 
> Sebagian penjual bahkan berani membuat perjanjian tak tertulis transaksi 
> boleh dibatalkan sepihak kalau G8 gagal memperoleh sinyal 4G. G8 yang 
> pura-pura akan HSW beli adalah G8 baru dan bergaransi resmi.
> ***
> HSW tidak mengetahui detail persyaratan dan prosedur pengurusan sertifikat 
> SDPPI atau yang sejak dulu sampai sekarang lebih sering disebut sertifikat 
> Postel. Rangkaian pertanyaan yang saat ini menggelayut di benak HSW:
> 
> - Apakah pemohon sertifikasi ponsel harus mendeklarasikan produk yang 
> diajukan sudah atau belum mendukung layanan 4G LTE? 
> - Bila pemohon menyatakan ponsel yang diajukan belum mendukung layanan 4G 
> LTE, tetapi realitanya ponsel itu sudah kompatibel dengan layanan 4G LTE, 
> adakah sanksi yang akan diberikan? 
> - Mirip dengan poin nomor 2, tetapi aktivasi harus dilakukan dengan cara-cara 
> tertentu, entah dengan menekan suatu kombinasi angka atau menggunakan alat 
> bantu laptop/PC.
> Menurut HSW, peraturan sertifikasi idealnya terus diperbarui. Bukan untuk 
> mempersulit, melainkan mengikuti perkembangan terkini dan memberikan 
> kesetaraan perlakuan. Pengawasan mutlak dilakukan lebih ketat agar kasus 
> sertifikat jadi-jadian ala Zuk Z1 tidak terulang lagi. Itu hanyalah puncak 
> dari sebuah gunung es.
> Sedikit berbagi cerita tambahan, Samsung Galaxy Note 4 yang dijual resmi di 
> Indonesia disebutkan belum mendukung layanan 4G LTE. Saat ponsel baru 
> dikeluarkan dari kardus, Galaxy Note 4 memang tak dapat dipakai untuk 
> menikmati layanan 4G LTE. Namun, dengan cara-cara tertentu yang membutuhkan 
> kemampuan teknis cukup tinggi, fitur 4G LTE di ponsel itu dapat diaktifkan.
> Contoh lain, tidak semua pembeli Huawei Y6 bisa langsung memakai ponsel itu 
> untuk menikmati layanan 4G LTE. Ada ritual tertentu, biasanya penjual 
> bersedia membantu melakukannya, yang harus dilakukan lebih dulu.
> Kesimpulan dari tulisan ngalor ngidul ala HSW ini, regulator tak boleh kalah 
> pintar. Celah yang ada harus ditutup. Bila dibiarkan, apalagi di kala layanan 
> 4G LTE terus berkembang, bukan mustahil produsen ponsel sengaja “bermain 
> cantik”.
> Seperti apakah wujud nyatanya? Mereka menonaktifkan kemampuan 4G LTE di 
> ponsel yang sebenarnya telah mendukung layanan 4G LTE. Tujuannya, ponsel itu 
> boleh diimpor resmi ke Indonesia tanpa terkena aturan tingkat kandungan dalam 
> negeri (TKDN). Setelah ponsel berhasil masuk dan tersedia di pasar, tinggal 
> mencari “pinjaman tangan” untuk mengaktifkan kembali kemampuan 4G LTE ponsel 
> itu deh.
> 
> Salam,
> 
> Herry SW
> 
> 
> 
> -- 
> ==========
> Toko Headphone & Earphone Terlengkap dan Terbaru
> Kunjungi >> http://bassaudio.net
> ----------------------
> Kontak Admin, Twitter @agushamonangan
> -----------------------
> FB Groups : https://www.facebook.com/groups/android.or.id
>  
> Aturan Umum ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT
>  
> ==========
> --- 
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
> Android Community" di Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
> email ke [email protected].
> Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.
> 
> 
> 
> -- 
> ==========
> Toko Headphone & Earphone Terlengkap dan Terbaru
> Kunjungi >> http://bassaudio.net
> ----------------------
> Kontak Admin, Twitter @agushamonangan
> -----------------------
> FB Groups : https://www.facebook.com/groups/android.or.id
>  
> Aturan Umum ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT
>  
> ==========
> --- 
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
> Android Community" di Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
> email ke [email protected].
> Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.

-- 
Maaf, saya tidak melayani konsultasi via SMS dan WhatsApp.
Jalur konsultasi: blog Ponselmu.com dan Twitter @herrysw

-- 
==========
Toko Headphone & Earphone Terlengkap dan Terbaru
Kunjungi  >> http://bassaudio.net
----------------------
Kontak Admin, Twitter  @agushamonangan
-----------------------
FB Groups     :  https://www.facebook.com/groups/android.or.id

Aturan Umum  ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT

==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.

Kirim email ke