http://goo.gl/BCNC

JAKARTA, KOMPAS.COM- Setelah merilis Galaxy Spica yang mencatatkan
penjualan ponsel Android tertinggi (menurut riset GfK), lalu
melepaskan ponsel high end yang high definition yaitu Galaxy S,
Samsung Electronics Indonesia melihat peluang untuk segmen new entry
masih terbuka lebar.
Sekadar info, sejauh ini pasar ponsel Android memang didominasi oleh
ponsel-ponsel di atas Rp 2,5 jutaan. Bahkan tak sedikit yang di
kisaran atas Rp 4 juta. Kalaupun ada yang di bawah Rp 2 juta, tercatat
hanya dua brand saja, yaitu IMO dan i-Mobile. Nexian yang bermain
dengan seri Journey masih jauh di atas ambang harga tersebut. Tentu
saja beda harga, beda kualitas.
Namun Samsung tak mau sekadar merilis ponsel dengan spesifikasi
seadanya. Seri Galaxy 5 (atau 550) pun dirilis untuk memperkaya segmen
di bawah Rp 2 juta. Dan, tampaknya kompetisi di lapis ini tak terlalu
padat. Bahkan bisa saja justru menjadi "pahlawan" untuk mendongkrakkan
pamor Samsung yang ingin merajai ponsel dengan sistem operasi bikinan
Google ini.
Seri Galaxy 550 sudah siap di pasar (bahkan yang BM pun sudah
berkeliaran) dengan harga Rp 1,99 juta perak. Walaupun begitu, seri
seberat 102 gram ini sudah menggunakan jaringan HSDPA serta dilengkapi
dengan Wi-Fi untuk kemudahan akses internet. Yang tak kalah
pentingnya, Galaxy 5 telah memakai OS Android versi 2.1 alias Eclair
(ini pun masih bisa di up grade).Tak pelak hal ini bahkan melebihi
sejumlah ponsel yang telah lebih dulu keluar yang dijual di harga Rp
2,5 jutaan.
Namun memang ada beberapa penyesuaian terhadap harga, seperti misalnya
prosesor yang dipakai masih berkecepatan komputasi 600 MHz. Lalu,
kameranya pun hanya 2 MP.
Toh Samsung tetap berupaya memberikan sejumlah fitur yang juga
dimiliki oleh Galaxy Spica bahkan Galaxy S. Umpamanya fitur Write and
Go yang mengenakan teknik Swype untuk pengetikan cepat (memakai metode
predictive text input). Lalu, fasilitas SNS (Social Network Service)
yang mengkombinasikan beberapa situs jejaring sosial dan blog mikro
untuk mempercepat proses up date.
Dengan harga tersebut, Samsung Elctronics Indonesia tampaknya ingin
mengedukasi pengguna pemula yang tengah tergila-gila oleh akses
internet mobile lewat Facebook atau Twitter. Dengan budget yang layak,
berpindah ke ponsel Android tentu saja akan menikmati sebuah
pengalaman baru. Khususnya dalam hal unduh-mengunduh dan ber-email
ria.
Jika menggunakan istilah komunitas id-Android, Samsung rupanya ingin
"meracuni" pengguna untuk memperoleh sesuatu yang lebih kaya, tapi
dengan anggaran yang lebih masuk akal.
-- 
Salam,


Agus Hamonangan

http://groups.google.com/group/id-android
http://groups.google.com/group/id-gtug
Gtalk  : id.android
Follow : @agushamonangan
E-mail :  [email protected]

-- 
"Indonesian Android Community [id-android]" 

Join: http://groups.google.com/group/id-android/subscribe?hl=en-GB  
Moderator: [email protected]
Peraturan Jual dan Kloteran ID-Android  http://goo.gl/azW7
ID Android Developer: http://groups.google.com/group/id-android-dev
ID Android Surabaya: http://groups.google.com/group/id-android-sby
ID Android on FB: http://www.facebook.com/group.php?gid=112207700729

Kirim email ke