sekitar jam 10an, aku baru sampe di sekitar tukang buah di kalimalang.
terdengar sirine mirip ambulan. berhubung dibelakangku sepertinya agak
padat, aku berusaha lebih cepat agar bisa menepi untuk si "ambulans".
tunggu punya tunggu kok gak nongol2 tuh ambulan. berikutnya malah muncul
raungan rombongan motor2 batangan (sekitar 10-20 motor),  dan kali ini di
tambah dengan klakson2 yg memekakkan telinga.

sampe di lampumerah bawah flyover cawang /atas underpass, sempet bilang sama
salah satu rombong: "bro, bukannya sirine sudah dilarang??" dengan mata agak
heran dia menatapku (melotot dikit), tanpa respon, mungkin heran karena ada
pengendara motor dengan jaket dealer coba menyapa. hehehe.
Karena lampu sudah hijau, akupun melanjutkan perjalanan bersama sautan
klakson2 yang semakin banyak karena jalanan yang tersendat (sirine sekali
dua kali masih terdengar).

sempet melihat salah satu pengendara menggunakan atribus jaket + stiker
sebuah club di BEKASI, sepertinya ada juga yang dari indramayu.

Sepanjang perjalanan aku terheran saja,, BEKASI kan gak jauh dari ibukota,,
kok ya gak ngerti ya ada aturan Sirine dilarang untuk motor2 pribadi. gak
tahu or gak mau tahu... or emang udah bebal telinga. maaf, agak kesel juga,
karena banyak diantara rombongan itu dari BEKASI (dimana gw tinggal) dan
merupakan sebuah klub yang saya kira cukup banyak dihuni oleh orang orang
yang kaya (secara materi, bisa beli moto batangan yang kabarnya injeksi
lhooo.. cukup mahal untuk ukuran kantongku..), yang harusnya bisa baca, bisa
denger, bisa tahu dari internet (wong punya web juga kok..).
Kesel dan nyesel kenapa gw tadi minggir untuk orang orang yang bak presiden
minta jalan, orang2 yang... terserah deh mo nyebut apa... monggo..

maaf... hanya sekedar uneg2..
sabarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr

omprie
*withdealer'sjacket.*

Kirim email ke