Apalah Arti Sebuah Nama Oleh: Ananto
William Shakespiere (1564 – 1616), pernah mengeluarkan syair yang sangat kita kenal hingga saat ini, “Apalah Arti Sebuah Nama?”. Sampai dengan abad ke-21 ini, syair tersebut tidak pernah habis untuk diperbincangkan, antara kesetujuan dan ketidaksetujuannya ( http://bataviase.co.id/node/66649?page=7 ). Sama halnya pada saat Bupati Bekasi, Dr. H. Sa’duddin, MM., berencana mendirikan 2 BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) Kabupaten Bekasi dengan nama PT. Bumi Bekasi Sejahtera dan PT. Bumi Bekasi Putra Sejahtera. Langsung mendapatkan reaksi yang keras dari para anggota DPRD Kab. Bekasi. Bagi yang pro terhadap rencana Sa’duddin, segera mengeluarkan dalil dari William Shakespiere ini: Apalah Arti Sebuah Nama? Namun tidak begitu terhadap yang kontra dengan rencana Sa’duddin ini, segala argumentasi dikeluarkan sebagai alasan. Sebagai orang awam, saya penasaran dengan para anggota Dewan yang menolak rencana Bupati Bekasi ini, kenapa sih, apa ada yang salah dengan nama kedua BUMD itu? Dari obrolan di kantin, di pos kamling dan tempat nongkrong lainnya, beberapa teman saya ada yang memberikan penjelasan sbb: 1. Seorang bupati, yang juga kader Golkar, kemudian mendirikan usaha milik pemda dengan dana dari APBD bernama PT. Anu Karya; 2. Seorang bupati, yang juga kader PPP, kemudian mendirikan usaha milik pemda dengan dana dari APBD bernama PT. Anu Persatuan; 3. Seorang bupati, yang juga kader PAN, kemudian mendirikan usaha milik pemda dengan dana dari APBD bernama PT. Anu Amanat; 4. Seorang bupati, yang juga kader PDI-P, kemudian mendirikan usaha milik pemda dengan dana dari APBD bernama PT. Anu Perjuangan; 5. Seorang bupati, yang juga kader PKB, kemudian mendirikan usaha milik pemda dengan dana dari APBD bernama PT. Anu Kebangkitan; 6. Seorang bupati, yang juga kader PKS, kemudian mendirikan usaha milik pemda dengan dana dari APBD bernama PT. Anu Sejahtera. Sambil menghela nafas, saya baru “ngeh” dengan penjelasan teman saya tersebut. Wallaahu a’lam. Ananto, Buruh pabrik, tinggal di Kabupaten Bekasi -- yasir wa la tu’asir
