KEREEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEENNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNN..........

Yah fenomena yang banyak terjadi sekarang ini ................!


Alex Setia
Policy Owner Services (POS)
________________________________
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of 
[agiel]
Sent: 09 Nopember 2009 14:59
To: [email protected]
Subject: Re: [BekaKak] oot : dibalik fenomena facebook



[cid:[email protected]]
2009/11/9 tivo <[email protected]<mailto:[email protected]>>

hanya memforward,
tapi kayaknya sih emang bener demikian adanya

semoga bermanfaat





________________________________
From: Triswahyudin, Iman
Sent: Monday, November 09, 2009 11:05 AM
To: Dwi, Mirta; Nurholis, Lilis; Fitria, Wieka; Indah, Nur; Sugi, Ciswondo; 
Mahdi, Imam; Gustia, Winda; Hakim, Nasrudin; Nastiti, Ritty; Irawan, Hendry; 
Abdul, Darmawan
Subject: FW: Di Balik Fenomena FacebooK

Lumayan bacaan ringan yang bermanfaat....

Best Regards,
Iman

________________________________
From: Triyanto [mailto:[email protected]<mailto:[email protected]>]
Sent: Monday, November 09, 2009 10:44 AM
To: Triswahyudin, Iman; Gloria-Ardhy Sumardi; Gloria-Dade Hikmat; 
Gloria-Listiyono; Gloria-Agus Santoso; Gloria-Ifan Nur; Gloria-Edy Santoso; 
Gloria-Andri Saputra; Gloria-Fatrisan; Gloria-Iyang Supriyadi
Subject: Fwd: Di Balik Fenomena FacebooK


Di Balik Fenomena FacebooK " (Rugi Kalau tidak dibaca)



Ketika perpecahan keluarga menjadi tontonan yang ditunggu dalam sebuah episode 
infotainment setiap hari.

Ketika aib seseorang ditunggu-tunggu ribuan mata bahkan jutaan dalam 
berita-berita media massa.

Ketika seorang celebritis dengan bangga menjadikan kehamilannya di luar 
pernikahan yang sah sebagai ajang sensasei yang ditunggu-tunggu ...'siapa calon 
bapak si jabang bayi?'

Ada khabar yang lebih menghebohkan, lagi-lagi seorang celebrities yang belum 
resmi berpisah dengan suaminya, tanpa rasa malu berlibur, berjalan bersama pria 
lain, dan dengan mudahnya mengolok-olok suaminya.

Wuiih......mungkin kita bisa berkata ya wajarlah artis, kehidupannya ya seperti 
itu, penuh sensasi.Kalau perlu dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, 
aktivitasnya diberitakan dan dinikmati oleh publik.

Wuiiih......ternyata sekarang bukan hanya artis yang bisa seperti itu, sadar 
atau tidak, ribuan orang sekarang sedang menikmati aktivitasnya apapun 
diketahui orang, dikomentarin orang bahkan mohon maaf ....'dilecehkan' orang, 
dan herannya perasaan yang didapat adalah kesenangan.


Fenomena itu bernama facebook, setiap saat para facebooker meng update 
statusnya agar bisa dinikmati dan dikomentarin lainnya. Lupa atau sengaja 
hal-hal yang semestinya menjadi konsumsi internal keluarga, menjadi kebanggaan 
di statusnya. Lihat saja beberapa status facebook :
Seorang wanita menuliskan "Hujan-hujan malam-malam sendirian, enaknya ngapain 
ya.....?"------kemudian puluhan komen bermunculan dari lelaki dan perempuan, 
bahkan seorang lelaki temannya menuliskan "mau ditemanin? Dijamin puas deh..."

Seorang wanita lainnya menuliskan " Bangun tidur, badan sakit semua, 
biasa....habis malam jumat ya begini...:" kemudian komen2 nakal bermunculan...

Ada yang menulis " bete nih di rumah terus, mana misua jauh lagi....", 
----kemudian komen2 pelecehan bermunculan.

Ada pula yang komen di wall temannya " eeeh ini si anu ya ...., yang dulu dekat 
dengan si itu khan? Aduuh dicariin tuh sama si itu...." ----lupa klu si anu 
sudah punya suami dan anak-anak yang manis.

Yang laki-laki tidak kalah hebat menulis statusnya "habis minum jamu nih...., 
ada yang mau menerima tantangan ?'----langsung berpuluh2 komen datang.

Ada yang hanya menuliskan, "lagi bokek, kagak punya duit..."

Ada juga yang nulis " mau tidur nih, panas banget...bakal tidur pake dalaman 
lagi nih" .

Dan ribuan status-status yang numpang beken dan pengin ada komen-komen dari 
lainnya.



Dan itu sadar atau tidak sadar dinikmati oleh indera kita, mata kita, telinga 
kita, bahkan pikiran kita.

Ada yang lebih kejam dari sekedar status facebook, dan herannya seakan hilang 
rasa empati dan sensitifitas dari tiap diri terhadap hal-hal yang semestinya di 
tutup dan tidak perlu di tampilkan.

Seorang wanita dengan nada guyon mengomentarin foto yang baru sj di upload di 
albumnya, foto-foto saat SMA dulu setelah berolah raga memakai kaos dan celana 
pendek.....padahal sebagian besar yg didalam foto tersebut sudah berjilbab

Ada seorang karyawati mengupload foto temannya yang sekarang sudah berubah dari 
kehidupan jahiliyah menjadi kehidupan islami, foto saat dulu jahiliyah bersama 
teman2 prianya bergandengan dengan ceria....

Ada pula seorang pria meng upload foto seorang wanita mantan kekasihnya dulu 
yang sedang dalam kondisi sangat seronok padahal kini sang wanita telah 
berkeluarga dan hidup dengan tenang.

<http://www.facebook.com/photo.php?pid=30294142&op=1&view=all&subj=149359303894&aid=-1&auser=0&oid=149359303894&id=1301748730>

Rasanya hilang apa yang diajarkan seseorang yang sangat dicintai Allah...., 
yaitu Muhammad SAW, Rasulullah kepada umatnya. Seseorang yang sangat menjaga 
kemuliaan dirinya dan keluarganya. Ingatkah ketika Rasulullah bertanya pada 
Aisyah r.ha

" Wahai Aisyah apa yang dapat saya makan pagi ini?" maka Istri tercinta, sang 
humairah, sang pipi merah Aisyah menjawab " Rasul, kekasih hatiku, sesungguhnya 
tidak ada yang dapat kita makan pagi ini". Rasul dengan senyum teduhnya berkata 
"baiklah Aisyah, aku berpuasa hari ini". Tidak perlu orang tahu bahwa tidak ada 
makanan di rumah rasulullah....


Ingatlah Abdurahman bin Auf r.a mengikuti Rasulullah berhijrah dari mekah ke 
madinah, ketika saudaranya menawarkannya sebagian hartanya, dan sebagian 
rumahnya,
maka abdurahman bin auf mengatakan, tunjukan saja saya pasar. Kekurangannya 
tidak membuat beliau kehilangan kemuliaan hidupnya. Bahwasanya kehormatan 
menjadi salah satu indikator keimanan seseorang, sebagaimana Rasulullah, 
bersabda, "Malu itu sebahagian dari iman". (Bukhari dan Muslim).


Dan fenomena di atas menjadi Tanda Besar buat kita umat Islam, hegemoni 
'kesenangan semu' dan dibungkus dengan 'persahabatan fatamorgana' ditampilkan 
dengan mudahnya celoteh dan status dalam facebook yang melindas semua tata 
krama tentang Malu, tentang menjaga Kehormatan Diri dan keluarga.

Dan Rasulullah SAW menegaskan dengan sindiran keras kepada kita

"Apabila kamu tidak malu maka perbuatlah apa yang kamu mau." (Bukhari).


Arogansi kesenangan semakin menjadi-jadi dengan tanpa merasa bersalah 
mengungkit kembali aib-aib masa lalu melalui foto-foto yang tidak bermartabat 
yang semestinya dibuang saja atau disimpan rapat.

Bagi mereka para wanita yang menemukan jati dirinya, dibukakan cahayanya oleh 
Allah sehingga saat di masa lalu jauh dari Allah kemudian ter inqilabiyah - 
tershibghoh, tercelup dan terwarnai cahaya ilahiyah, hatinya teriris melihat 
masa lalunya dibuka dengan penuh senyuman, oleh orang yang mengaku sebagai 
teman, sebagai sahabat.

Maka jagalah kehormatan diri, jangan tampakkan lagi aib-aib masa lalu, 
mudah-mudahan Allah menjaga aib-aib kita.

Maka jagalah kehormatan diri kita, simpan rapat keluh kesah kita, simpan rapat 
aib-aib diri, jangan bebaskan 'kesenangan', 'gurauan' membuat Iffah kita luntur 
tak berbekas.

catatan
***"Iffah (bisa berarti martabat/kehormatan) adalah bahasa yang lebih akrab 
untuk menyatakan upaya penjagaan diri ini. Iffah sendiri memiliki makna usaha 
memelihara dan menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak halal, makruh dan 
tercela."

Sumber : 
FTJAI<http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=149359303894&h=6bcf1b4818a5f5a70e65d9649a96f9f2&url=http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fgroup.php%3Fgid%3D88154308162>
<http://www.facebook.com/photo.php?pid=30294143&op=1&view=all&subj=149359303894&aid=-1&auser=0&oid=149359303894&id=1301748730>
<http://www.facebook.com/photo.php?pid=30294143&op=1&view=all&subj=149359303894&aid=-1&auser=0&oid=149359303894&id=1301748730>
Judul Asli : Ketika Iffah mulai luntur (dibalik fenomena facebook)
---------------------------------------------------------------------------------------------

Beberapa orang sering dgn mudahnya meng-up date status mereka dgn kata-kata yg 
tidak jelas" entah apa tujuannya selain untuk numpang beken, cari perhatian dan 
pengin ada komen-komen dari lainnya".

> Dingin . . .
> B.E.T.E. . . .
> Capek
> Puanass buaget neh !
> Arghhh .. . !!!!
> Gile tuh org !
> . . .
> Aku masih menanti . . .
etc....

***************************************************************
Mohon kiranya untuk men-tag ataupun men-sharing artikel ini dengan orang yang 
Anda kasihi demi kebaikan kita bersama.
Jazakallah khair




<<inline: image001.jpg>>

Kirim email ke