Pak Herman..
Ini saya masi simpan artikel mengenai ASI untuk ibu bekerja.
Semoga membantu ya
Dari : http://cyberwoman.cbn.net.id/detil.asp?kategori=Mother&newsno=942
Tips Praktis Memerah, Menyimpan, Memberikan ASI untuk Perempuan Bekerja
Mother: Wednesday, 6 Apr 2005 16:51:56 WIB
Memberikan Air Susu Ibu (ASI) adalah obsesi utama bagi setiap perempuan
yang telah dianugrahi anak. Namun, buat perempuan bekerja, memberikan ASI jelas
membutuhkan perjuangan tersendiri. Pemicu utamanya adalah waktu bersama bayi
yang terbatas.
Jika tetap bersikukuh menghindarkan bayinya dari susu formula, perempuan
karir jelas perlu mengetahui teknik-teknik memerah, menyimpan serta memberikan
ASI yang tidak diberikan langsung dari payudara.
Berikut tips-tips praktis yang dapat dijadikan panduan ibu bekerja agar
tetap dapat memberikan ASI pada bayinya kendati ia tak bisa terus menerus
bersama anaknya.
Persiapan Dasar Sebelum Memerah Susu :
1.. Pilih waktu dimana payudara dalam keadaan yang paling penuh terisi,
pada umumnya terjadi di pagi hari
2.. Semua peralatan yang akan digunakan telah disterilkan terlebih
dahulu. Breast pump sebaiknya dibersihkan segera setelah digunakan agar sisa
susu tidak mengering dan menjadi sulit dibersihkan
3.. Pilih tempat yang tenang dan nyaman pada saat memerah susu, tempat
yang ideal seharusnya dimana ibu tidak terganggu oleh suara bel pintu atau
telepon masuk. Di tempat kerja, mungkin bisa di meeting room yg kosong, toilet,
dan lain-lain.
4.. Cuci tangan dengan sabun sedangkan payudara dibersihkan dengan air
5.. Sebelum memulai, minumlah segelas air atau cairan lainnya,
misalnya: susu, juice, decaffeinated tea/coffee, atau sup, disarankan minuman
hangat agar membantu menstimulasi payudara.
6.. Usahakan untuk relax, kalau bisa dengan kaki yg diangkat
7.. Kompres payudara kira2 5-10 menit, atau mandi air hangat sambil
memijat payudara membantu agar air susu dapat keluar dengan lancar
8.. Bila masih kesulitan bisa meminta oxytocin pada dokter.
Lama penyimpanan ASI setelah diperah
a.. Jika ruangan tidak ber-AC, disarankan tidak lebih dari 4 jam.
b.. Namun, jika ruangan ber-AC, bisa sampai 6 jam.
Namun, perlu diingat suhu ruangan tersebut harus stabil. Misalnya
ruangan ber-AC, tidak mati sama sekali selama botol ASI ada di dalamnya.
c.. Segera simpan ASI di lemari es setelah diperah. ASI ini bisa
bertahan sampai delapan hari dalam suhu lemari es. Syaratnya, ASI ditempatkan
dalam ruangan terpisah dari bahan makanan lain yg ada di lemari es tsb.
d.. Jika lemari es tidak memiliki ruangan terpisah untuk menyimpan
botol ASI hasil pompa, maka sebaiknya ASI tersebut jangan disimpan lebih dari 3
x 24 jam.
e.. Ibu juga dapat membuat ruangan terpisah dengan cara menempatkan
botol ASI dalam container plastik yang tentunya dibersihkan terlebih dahulu
dengan baik.
f.. ASI hasil pompa dapat disimpan dalam freezer biasa sampai tiga
bulan. Namun jangan menyimpan ASI ini di bagian pintu freezer, karena bagian
ini yang mengalami perubahan dan variasi suhu udara terbesar.
Jika Ibu kebetulan memiliki freezer penyimpan daging yang terpisah atau
deep freezer yang umumnya memiliki suhu lebih rendah dari freezer biasa, maka
ASI hasil pompa/perasan bahkan dapat disimpan sampai dengan enam bulan di
dalamnya.
Cara menyimpan ASI hasil pompa atau perasan
a.. Simpan ASI dalam botol yang telah disterilkan terlebih dahulu
b.. Botol yang paling baik sebetulnya adalah yang terbuat dari gelas
atau kaca.
c.. Jika terpaksa menggunakan botol plastik, pastikan plastiknya cukup
kuat (tidak meleleh jika direndam dalam air panas).
d.. Jangan pakai botol susu berwarna atau bergambar, karena ada
kemungkinan catnya meleleh jika terkena panas.
e.. Jangan lupa bubuhkan label setiap kali Ibu akan menyimpan botol
ASI, dengan mencantumkan tanggal dan jam ASI dipompa atau diperas.
f.. Simpan ASI di dalam botol yang tertutup rapat, jangan ditutup
dengan dot. Karena masih ada peluang untuk berinteraksi dengan udara.
g.. Jika dalam satu hari Ibu memompa atau memeras ASI beberapa kali,
bisa saja Asi itu digabungkan dalam botol yang sama. Syaratnya, suhu tempat
botol disimpan stabil, antara 0 s/d 15 derajat Celcius. - Penggabungan hasil
simpanan ini bisa dilakukan asalkan jangka waktu pemompaan/pemerasan pertama
s/d terakhir tidak lebih dari 24 jam.
Cara memberikan ASI yang sudah didinginkan pada bayi?
a.. Panaskan ASI dengan cara membiarkan botol dialiri air panas yang
bukan mendidih yang keluar dari keran
b.. Atau merendam botol di dalam baskom atau mangkuk yang berisi air
panas atau bukan mendidih
c.. Jangan sekali-sekali memanaskan botol dengan cara mendidihkannya
dalam panci, menggunakan microwave atau alat pemanas lainnya, kecuali yang
memang didesain untuk memanaskan botol berisi simpanan ASI
d.. Ibu tentunya mengetahui berapa banyak bayi Ibu biasanya sekali
meminum ASI. Sesuaikanlah jumlah susu yang dipanaskan dengan kebiasaan tsb.
Misalnya dalam satu botol Ibu menyimpan sebanyak 180 cc ASI tetapi bayi Ibu
biasanya hanya meminum 80, jangan langsung dipanaskan semua.
e.. Ingat susu yang sudah dipanaskan tidak bisa disimpan lagi!
Indikator ASI basi
a.. Sebenarnya jika Ibu mengikuti pedoman pemompaan/pemerasan ASI dan
penyimpanan yang baik, ASI tidak akan mungkin basi. Terkadang memang setelah
disimpan atau didinginkan akan terjadi perubahan warna dan rasa, tapi itu tidak
menandakan bahwa ASI sudah basi. Asalkan Ibu berada dalam keadaan bersih ketika
memompa atau memeras, menyimpan ASI dalam botol yang steril dan tertutup rapat,
dalam jangka waktu tepat dan saat memanaskan juga mengikuti petunjuk, ASI akan
terjaga dalam kondisi yang baik.
b.. Dibandingkan susu formula, ASI lebih tahan lama. Pada saat
berinteraksi dengan udara luar, biasanya yang terjadi bukan pembusukan ASI
tetapi lebih merupakan berkurangnya khasiat ASI, terutama zat yang membantu
pembentukan daya imun bayi.
(Iis Zanika/ dari berbagai sumber)
Sumber: PdPersi