Salam Balita, (*oek..oek...)
Resign..??? Beranikah aku...???
Sorry bagi yang udah baca, TABiK..
--------------------
> Kereta Waktu
>
>
> Dulu saya berpikir bahwa saya mempunyai sekurang-kurangnya 18 tahun untuk
> membagi hidup bersama dengan anak-anak  kami. Sekarang baru saya
menyadari
> bahwa sesungguhnya saya hanya memiliki  12 tahun. Dua di antara tiga anak
> kami  sudah menginjak remaja dan mulai  menampakkan perilaku remaja,
bukan
> kanak-kanak lagi.
> Mereka enggan diajak  pergi bersama jika tidak ada teman  sebaya dan di
> rumah, telepon telah  berubah menjadi alat komunikasi yang  SANGAT vital
> bagi mereka (begitu  vitalnya sehingga saya kesulitan
> memakainya).
> Dulu saya dapat memeluk  putri kami dengan bebas, sekarang saya perlu
> berhati-hati memeluknya.
> Dulu saya bisa bercanda dengan putra saya dan  dapatkan respons apa
adanya
> darinya, namun sekarang tanggapannya > seolah-olah berbentuk pertanyaan,
> 'Papa,  mengapa engkau bertingkah laku aneh?'
>
> Saya mengibaratkan waktu bak kereta yang sedang melaju. Betapa inginnya
saya
> menghentikan laju lokomotif itu tetapi sayang, saya tak kuasa menahannya.
>
> Kadang dengan bercanda (dan setengah  berharap) saya meminta kepada
> putra-putri kami untuk berhenti bertumbuh.
> Saya merindukan dan berkhayal agar mereka tetap berusia 5, 7, dan 9 tahun
> terus-menerus.
> Mendengar itu, biasanya mereka menertawakan saya
> (mungkin saudara juga) sebab mereka  sadar bahwa itu adalah permintaan
yang
> tak mungkin mereka luluskan.
>
> Saya sungguh berharap bahwa saya dapat memperlambat laju kereta waktu dan
> menikmati mereka sebagai anak-anak kembali. Dulu saya beranggapan bahwa
saya
> masih mempunyai waktu yang panjang untuk hidup dengan mereka sebagai
> kanak-kanak.
> Ternyata perhitungan saya meleset; setelah usia 12, anak-anak berubah
> mandiri dan mulai melepaskan diri dari orangtua. Saya masih  membutuhkan
> mereka namun mereka tidak  lagi membutuhkan saya. Sisa waktu
> bersama mereka menjadi begitu sedikit dan begitu berharga!
>
> Kita tidak dapat mempercepat atau memperlambat waktu; kita hanya bisa
> melaluinya. Ada hal-hal yang dapat kita lalui berulang-kali, tetapi ada
> sebagian
> hal yang hanya dapat kita lalui sekali.
> Waktu bersama anak termasuk dalam  kategori yang kedua itu. Kita hanya
dapat
> menikmati anak pada masa
> kanak-kanaknya sebagai kanak-kanak sekali, tidak bisa dua atau tiga kali.
> Celotehnya sebagai bayi hanya terdengar pada masa bayi; tangisnya sebagai
> balita hanya terjadi pada masa ia duduk di taman kanak-kanak; main
sepeda,
> kelereng, atau petak lari hanya dilakukannya pada masa sekolah dasar;
> perilakunya yang berlagak seperti orang dewasa namun masih seperti
anak-anak
> hanya terlihat pada masa remaja.
>
> Setelah semua itu berlalu, kita hanya dapat menatap gambar-gambar hidup
itu
> melalui sesuatu yang kita sebut,
> memori. Kita tidak bisa melalui waktu  itu lagi secara langsung; kita
hanya
> dapat mengenangnya.
> Solomo, si pengkhotbah, meringkasnya dengan tepat, 'untuk segala sesuatu
ada
> masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya' (3:1).
>
> Kesimpulannya adalah, hiduplah pada masa sekarang,
> bukan pada masa lampau atau masa datang.
> Waktu yang sudah lewat tersisa dalam kenangan, sedangkan waktu yang akan
> datang menyembul dalam khayalan.
> Hiduplah pada masa sekarang, dalam kenyataan, bukan dalam kenangan yang
> membuahkan penyesalan atau khayalan yang merupakan pelarian semata-mata.
> Jadilah ayah dan ibu untuk anak-anak  kita sesuai usianya sekarang!
> Nikmati setiap tetesan kehadiran mereka  dan jangan sampai mereka hanya
> hidup  dalam kenangan atau khayalan kita.
> Ingat, kereta waktu terus berjalan ..... dan anak-anak kita berada di
> dalamnya!

Pdt. Dr. Paul Gunadi

,"
DISCLAIMER :

The information contained in this communication (including any attachments) is 
privileged and confidential, and may be legally exempt from disclosure under 
applicable law. It is intended only for the specific purpose of being used by 
the individual or entity to whom it is addressed. If you are not the addressee 
indicated in this message (or are responsible for delivery of the message to 
such person), you must not disclose, disseminate, distribute, deliver, copy, 
circulate, rely on or use any of the information contained in this transmission.

We apologize if you have received this communication in error; kindly inform 
the sender accordingly. Please also ensure that this original message and any 
record of it is permanently deleted from your computer system. We do not give 
or endorse any opinions, conclusions and other information in this message that 
do not relate to our official business.




================
Kirim bunga, http://www.indokado.com
Info balita: http://www.balita-anda.com
Stop berlangganan/unsubscribe dari milis ini, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
Peraturan milis, email ke: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke